PIHAK RUBEN JELASKAN SEMUANYA....
CURHAT BANG Denny Sumargo
750,495 views • 22 hours ago Save 108 min 5 min read
Video Summary
Seorang pengacara, Bang Minola, membantah klaim mantan istri kliennya, Ruben Onsu, mengenai pertengkaran di depan anak-anak dan masalah keuangan. Ia menunjukkan video pertengkaran yang diklaim terjadi saat masih dalam pernikahan, membuktikan bahwa anak-anak mungkin mendengarnya meski tidak terlihat di kamera. Bang Minola juga mengklarifikasi isu utang piutang dan "kasur endorse" yang disebut sebagai pemicu perselingkuhan, menjelaskan bahwa itu adalah bagian dari kesepakatan bisnis.
Konflik utama berpusat pada dugaan framing negatif terhadap Ruben terkait kemampuan finansial dan nafkah anak. Pengacara ini menegaskan bahwa Ruben selalu memenuhi kewajibannya, namun komunikasi terhambat karena perbedaan nomor telepon dan pola komunikasi yang dinilai tidak efisien. Ia juga menyoroti bahwa publikasi masalah pribadi ke media, seperti kedatangan debt collector, dilakukan oleh pihak Sarwenda, bukan Ruben. Kasus ini berujung pada gugatan hak asuh anak karena Ruben merasa sulit bertemu anak-anaknya dan khawatir terhadap lingkungan pengasuhan serta dugaan eksploitasi anak di media sosial.
Short Highlights
- Ruben Onsu melalui pengacaranya membantah klaim mantan istri.
- Video pertengkaran di depan anak dibeberkan sebagai bukti.
- Isu keuangan, utang piutang, dan "kasur endorse" diklarifikasi.
- Komunikasi terhambat karena perbedaan nomor telepon dan pola komunikasi.
Related Video Summary
- "JANGAN CUMA BIKIN RESEP, TAPI MANAJEMEN GOBLOK!" INI CARA KING ABDI BIKIN F&B LADANG CUAN MILYARAN🤑
- KACAU!! Z10N15 Siapkan Operasi Khusus Untuk Menyerang Sesama Y4HUD1⁉️ - Shofwan Al Banna Choiruzzad
- Raisa Angkat Bicara Alasan Gugat Cerai Hamish Daud | Intens Investigasi | Eps 5889
- CARA SAYA MEMBUAT ESPRESSO DARI KOPI SACHET
Key Details
Bantahan Klaim Pertengkaran di Depan Anak [0:00]
- Pengacara Ruben Onsu, Bang Minola, membantah klaim mantan istri kliennya bahwa pertengkaran tidak pernah terjadi di depan anak-anak.
- Ia menunjukkan video pertengkaran yang diklaim terjadi saat masih dalam pernikahan, di mana suara teriakan terdengar jelas di seluruh rumah, menyiratkan anak-anak mungkin mendengarnya.
- Bang Minola berargumen bahwa klaim tersebut bertentangan dengan fakta yang terekam dalam video.
"Jadi ruangan tertutup, ini kayak begini gak, kan? Emang gak denger semua orang?"
Klarifikasi Isu Keuangan dan "Kasur Endorse" [4:00]
- Bang Minola menjelaskan bahwa isu "kasur endorse" yang disebut sebagai pemicu perselingkuhan sebenarnya berkaitan dengan kesepakatan bisnis dan endorsement.
- Ia menegaskan bahwa Ruben tidak memiliki kepentingan pribadi dalam isu tersebut, kecuali memperjuangkan kepentingan hukum kliennya.
- Isu pinjaman online (pinjol) dan debt collector juga dibahas, di mana pengacara menyatakan ada tunggakan pembayaran mobil yang hanya terlambat tiga hari, bukan indikasi kebangkrutan.
"Saya baru tahu juga, dalam sepanjang karir saya sebagai seorang advokat, ada orang yang cemburu dengan kasur."
Publikasi Masalah ke Media [8:00]
- Bang Minola menyoroti bahwa pihak Sarwenda yang pertama kali mempublikasikan masalah ke ranah publik melalui konferensi pers terkait kedatangan debt collector.
- Ia mempertanyakan urgensi dan kepentingan dari publikasi tersebut, alih-alih menyelesaikannya secara internal atau melalui jalur hukum.
- Hal ini memicu narasi publik yang dinilai merugikan Ruben, termasuk isu ketidakmampuan finansial.
"Kenapa mesti press con? Dengan nilai yang sekecil itu."
Masalah Komunikasi dan Hak Bertemu Anak [15:00]
- Ruben merasa kesulitan bertemu anak-anaknya karena komunikasi yang tidak lancar, terutama terkait jadwal pertemuan yang disepakati.
- Terdapat perbedaan persepsi mengenai nomor telepon yang digunakan dan respons yang lambat, yang menurut Bang Minola menghambat koordinasi.
- Ruben merasa haknya untuk bertemu anak tiga hari seminggu tidak terealisasi sepenuhnya, meskipun tidak secara eksplisit dilarang.
"Ruben tanya, kamu udah di Thailand nih? Dia bilang, iya. Iya ayah, ada nenek, iye-iye di rumah."
Gugatan Hak Asuh Anak dan Dugaan Eksploitasi [30:00]
- Ruben mengajukan gugatan hak asuh anak karena merasa sulit bertemu anak-anak, khawatir terhadap lingkungan pengasuhan, dan dugaan eksploitasi anak di media sosial.
- Ia menolak keras pelibatan anak-anak dalam live TikTok di malam hari, yang dianggapnya tidak sesuai dengan usia dan kebutuhan istirahat mereka.
- Bang Minola menyatakan bahwa gugatan ini bertujuan untuk melindungi anak-anak dan menyelamatkan mereka dari lingkungan yang dinilai tidak aman serta eksploitasi.
"Karena ada indikasi bahwa ada hal yang seperti itu, karena Ruben juga sudah mendengar di kalangan beberapa teman-teman itu, dia diisukan bangkrut karena salah kelola bisnis."
Isu Aset dan Pembagian Harta [40:00]
- Terdapat perbedaan pandangan mengenai pembagian aset, termasuk rumah di Cilandak dan Rempoa, serta vila dan apartemen.
- Bang Minola menunjukkan bukti bahwa Sarwenda mengetahui aset-aset tersebut dijaminkan ke bank selama masa pernikahan.
- Ia membantah klaim Sarwenda yang menyatakan baru mengetahui penjaminan aset setelah perceraian.
"Jadi kalau misalnya kemudian dikatakan bahwa baru tahu kemudian kan ini kan juga lucu den."
Klarifikasi Video Pertengkaran [55:00]
- Bang Minola menjelaskan bahwa video pertengkaran yang ia tunjukkan bertujuan untuk membuktikan bahwa klaim Sarwenda mengenai tidak adanya pertengkaran di depan anak adalah tidak benar.
- Ia mengakui adanya sorotan mengenai etika mempublikasikan video tersebut, namun menegaskan bahwa tujuannya adalah pembuktian hukum, bukan pencemaran nama baik.
"Bukan ingin memojokkan, bukan ingin mempermalukan siapapun, tapi seperti yang sering saya katakan, bahwa kadang-kadang ketika kebenaran itu diungkapkan, memang akan menyakitkan bagi orang-orang yang, mencoba, menyimpangi kebenaran itu, dan menutupi kebenaran itu."
Fokus pada Anak dan Proses Hukum [1:05:00]
- Bang Minola menekankan bahwa fokus utama Ruben adalah pada anak-anak dan proses hukum yang sedang berjalan.
- Ia menyayangkan publikasi masalah pribadi ke media yang justru memperumit penyelesaian.
- Ia berharap kedua belah pihak dapat menjaga ucapan dan fokus pada penyelesaian di pengadilan demi kebaikan anak-anak.
"Mari kita fokus kepada proses itu kita artinya itu menghargai dan menghormati proses itu mari kita saling menjaga diri kan begitu."