Bisnis Gen Z, Laku Ribuan Produk Masuk Guardian & Sociolla | Pemula Bisa Tiru!
Tom MC Ifle
1,897 views • 9 months ago Save 48 min 9 min read
Video Summary
Mary, seorang founder berusia 25 tahun, berbagi pengalamannya membangun dua brand, Maimi dan Naked, yang produknya telah merambah ke modern market. Perjalanannya dimulai sejak SMA di usia 17 tahun dengan berjualan sabun, didorong oleh kecintaannya pada konsep berjualan dan keinginan untuk mandiri secara finansial. Ia menekankan pentingnya manifesting dan aksi nyata dalam membangun bisnis, yang berujung pada skripsinya yang bertema Maimi. Mary juga menyoroti pergeseran dari mindset pebisnis yang abstrak menjadi engineer mindset yang berbasis data dan objektif, serta pengalamannya menghadapi kegagalan dalam bisnis fashion sebagai pelajaran berharga.
Ia menjelaskan bahwa personal branding sangat penting, yang ia wujudkan melalui konten edukasi bisnis di platformnya. Dalam membangun Maimi, Mary berinvestasi awal sekitar Rp100 juta untuk tim, produk, dan marketing, dengan strategi penjualan yang kini merambah ke TikTok dan Shopee, serta kemitraan B2B dengan hotel. Mary menekankan bahwa kesuksesan dalam bisnis tidak hanya tentang keberanian, tetapi juga ilmu pengetahuan, yang ia pelajari dari praktisi dan pendukung. Ia berpesan kepada para pebisnis muda untuk tidak takut gagal, menjadikan bisnis sebagai sebuah permainan yang seru, dan fokus pada pembangunan value diri yang akan menjadi kekayaan sejati, bukan hanya uang
Short Highlights
- Minimal stok value produk yang dipersiapkan untuk masuk ke modern market adalah Rp300 juta hingga Rp500 juta.
- Mary memulai bisnis di usia 17 tahun saat SMA, berjualan sabun Maimi, dan melanjutkan pendidikannya di jurusan bisnis.
- Pentingnya engineer mindset dalam bisnis untuk membuat keputusan yang objektif berdasarkan data, bukan hanya feeling.
- Kegagalan bisnis fashion di masa kuliah menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya ilmu bisnis yang konkret.
- Modal awal pembangunan Maimi adalah Rp100 juta untuk membangun tim, produk, dan marketing, dengan strategi penjualan yang kini merambah ke TikTok da
Related Video Summary
- Padel Indonesia Terancam Hancur!? Sinyal Bahaya Mulai Terlihat!
- 1 Tools Untuk Semua Produk Affiliate, GAMPANG BANGET!! Topview.ai
- Brand Lokal Menjerit, E-Commerce Bikin Sengsara⁉️Regulasi Bikin Nyaris Bangkrut, Saya Mau Keadilan
- Nabung Bitcoin Sambil Jalan-Jalan!? Widarin Vacation Bongkar Rahasia Teknologi Blockchain!
Key Details
Kemitraan dan Modal Awal [00:00]
- Mary merupakan partner dan co-founder dari Maimi.
- Modal awal yang harus dipersiapkan untuk masuk ke modern market adalah minimal stok value produk senilai 300 hingga 500.
"Aku tuh partner di itu sama co-foundernya Humans juga, Kak. Rizky Humans."
Latar Belakang dan Perjalanan Bisnis Maimi [00:24]
- Mary, 25 tahun, adalah founder dari brand Maimi dan Naked, yang merupakan bagian dari produk Maimi.
- Ia memulai mengenal bisnis sejak SMA pada usia 17 tahun, berawal dari berjualan sabun yang ternyata ia sukai.
- Latar belakang keluarganya bukan pengusaha, melainkan profesional seperti dosen dan ibu rumah tangga.
- Ketertarikannya pada bisnis didorong oleh kesukaan pada konsep berjualan dan kemandirian finansial di usia muda.
- Ia mengambil jurusan bisnis di perkuliahan dan manifesting kesuksesan Maimi sejak SMP.
"Em, mungkin karena SMA itu ya SMA itu saya jualan sabun juga kebetulan dan ternyata jualan-jualan waktu itu bahkan belum ada Shopee masih ada di Bukalapak. Ternyata tuh saya suka dengan konsep berjualan."
Pengembangan Produk Awal dan Strategi Penjualan SMA [04:39]
- Produk pertama Maimi adalah bath bomb, terinspirasi dari brand luar seperti Lush.
- Pembuatan bath bomb dibantu oleh kakaknya yang kuliah di jurusan kimia.
- Kegiatan Mary saat SMA meliputi sekolah, kelas, dan membuat bath bomb hingga larut malam.
- Strategi penjualan awal belum terstruktur, bahkan pengiriman produk pertama ke Bogor mengalami kerusakan karena tidak dikemas dengan baik.
- Penjualan dilakukan melalui Instagram dan memanfaatkan fitur Line Ad pada masanya.
- Mary juga aktif membuat konten yang membantu produknya lebih dikenal.
"Jadi kalau misalnya aku kegiatanku waktu SMA itu em sekolah, kelas, bikin bathbom sampai jam 11.00 malam."
Pentingnya Personal Branding dan Edukasi Bisnis [07:27]
- Personal branding dinilai sangat penting bagi Mary.
- Konten yang ia buat di platformnya banyak berisi edukasi bisnis, didorong oleh pengalamannya yang merasa bisa menempuh perjalanan bisnis lebih cepat jika mengetahui strateginya.
- Ia menulis buku "The Grey Area" yang berisi hal-hal yang ingin ia ketahui saat memulai bisnis.
"Jadi menurut aku untuk aku sampai em aku memang masih umur 25 tahun kalau orang bilang masih muda. Cuman aku sudah terjun dari umur 17. 17 ke 25 itu 8 tahun. Apakah butuh 8 tahun untuk capai bisnis Myi sekarang? Harusnya bisa lebih cepat."
Mindset Pebisnis vs Engineer [09:24]
- Mary menyarankan untuk berpikir sebagai engineer daripada sekadar pebisnis.
- Pebisnis cenderung berpikir abstrak tentang profit dan pembesaran bisnis, sedangkan engineer berfokus pada angka dan data untuk membuat keputusan objektif.
- Hal ini penting agar bisnis tidak hanya berdasarkan khayalan atau keberanian semata, tetapi sesuatu yang valid dan teruji di pasar.
"Jadi kalau bedanya apa? Kalau pebisnis itu karena aku juga kuliah bisnis, jadi aku merasakan waktu aku e kuliah itu aku pemikirannya lebih abstrak dan pemikirannya selalu tentang bagaimana kita bisa profit, bagaimana kita bisa membesarkan bisnis langsung."
Kegagalan dan Pentingnya Ilmu Pengetahuan dalam Bisnis [10:50]
- Mary pernah mengalami kegagalan dalam bisnis fashion saat kuliah, meskipun modalnya tidak terlalu besar (sekitar Rp15 juta).
- Kegagalan ini menjadi memorable karena menggambarkan ketidakpahamannya dalam berbisnis.
- Pentingnya ilmu pengetahuan dalam menjalankan bisnis dinilai 100%, bukan sekadar keberanian atau nekat.
"Nah, itu gagal. Kegagalannya sebenarnya secara omset enggak begitu signifikan."
Mentor dan Pengalaman Berharga [12:25]
- Guru bisnis yang paling berjasa bagi Mary adalah para praktisi yang ia temui sepanjang perjalanannya.
- Ia berpartner dengan co-founder Humans, Kak Rizky dan Kak Amron, yang berlatar belakang engineer dan memberikan pola pikir yang berbeda dalam berbisnis.
- Pengalaman mereka dalam berbisnis mengajarkan Mary tentang hipotesis, iterasi, dan melihat bisnis sebagai eksperimen sains.
"Karena untuk teori dan orang mendengar teori dari profesional dan ee profesional yang juga praktisi he itu ternyata bisa saling melengkapi."
Pentingnya Partner Bisnis [14:39]
- Memilih partner bisnis dapat mempercepat perjalanan bisnis, sementara sendirian mungkin lebih cepat dalam hal eksekusi jangka pendek.
- Partner bisnis dapat mengisi peran yang berbeda dalam tiga aspek: entrepreneur, manager, dan technician, yang sulit dilakukan oleh satu orang.
"Mau cepat sendiri, tapi kalau mau jauh sih bareng-bareng. Karena em entrepreneurial journey itu kan ada tiga kepala ya."
Penetrasi ke Modern Market [16:31]
- Produk Maimi kini dijual secara online di Sociola, Guardian, dan juga melalui kemitraan B2B dengan hotel.
- Untuk masuk ke Sociola dan Guardian, produk Maimi diposisikan melengkapi kategori yang belum ada, yaitu bath & body care.
- Proses masuk ke modern market melibatkan pengiriman proposal, meeting, dan tahapan dokumentasi yang cukup panjang, termasuk sampling produk.
- Modal yang perlu dipersiapkan untuk masuk ke modern market minimal Rp300 juta hingga Rp500 juta untuk stok produk.
"Kita punya produk yang mereka ee belum punya."
Strategi Pengembangan Produk dan Penambahan Varian [20:20]
- Idealnya, dalam personal care, Mary lebih memilih untuk tidak menambah produk jika pasar yang ada masih terus bertambah, demi fokus pada pengembangan produk yang sudah ada.
- Namun, penambahan produk dapat dilakukan untuk meningkatkan average order value atau memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.
- Tidak ada patokan waktu yang saklek untuk menambah produk baru, lebih kepada objektif, modal, dan kapasitas.
"Kalau bisa tidak nambah produk sih, tidak nambah ya, Coach."
Modal Awal Pembangunan Maimi dan Penjualan [21:49]
- Modal awal pembangunan Maimi secara profesional adalah sekitar Rp100 juta, digunakan untuk membangun tim, kantor, produk (termasuk biaya BPOM), dan marketing.
- Penjualan di tahun pertama (Agustus-Desember 2022) mencapai sekitar 1000-2000 piece per bulan secara online.
- Pengelolaan online dilakukan secara mandiri dan kini semuanya in-house.
"Kan sekitar 100. R juta. Jadi R juta itu untuk apa aja? Untuk kita investasi ke bangun tim."
Strategi Sukses di E-commerce dan TikTok [23:43]
- Kunci agar produk laris di e-commerce adalah validasi produk melalui MVP (Minimum Viable Product) atau versi alfa untuk memastikan kesesuaian pasar.
- Setelah produk market fit, strategi pemasaran dapat dikembangkan, termasuk mengikuti tren yang sedang berjalan, seperti TikTok saat ini.
- Penjualan tertinggi kini berasal dari TikTok dan Shopee, dengan persentase 50:50 di tahun ini.
"Karena kalau kita mau laris, otomatis kita butuh marketing budget kan untuk promosi."
Pemanfaatan Affiliate dan Strategi Harga [25:29]
- Strategi penjualan di TikTok masih menggunakan affiliate marketing dan live streaming (meskipun Maimi belum live).
- Affiliate marketing dapat dilakukan dengan mendekati influencer atau mendorong customer yang sudah menyukai produk untuk menjadi affiliate dengan memberikan komisi.
- Kampanye community affiliate dengan hadiah menarik, seperti jalan-jalan ke Turki, dapat mendorong partisipasi.
- Harga produk Maimi, seperti gentle shampoo seharga Rp119.000, ditentukan melalui riset MVP dengan meminta masukan dari 100 orang mengenai rentang harga yang bersedia mereka bayar, dikombinasikan dengan analisis margin dan daya beli pasar.
"Misal aku mau mau Coach Tom jadi affiliate. Kalau Coach Tom nge-live promosiin produk kita atau Coach Tom bikin konten pakai keranjang kuning itu Coach Tom dapat afiliasi eh dapat komisi."
Pentingnya Data dalam Pengambilan Keputusan Bisnis [29:20]
- Untuk sukses di e-commerce, penting melakukan eksperimen untuk mengetahui strategi yang paling efektif bagi merek.
- Maimi tidak pernah melakukan diskon, dan harga produk seperti gentle shampoo Rp119.000 merupakan hasil kombinasi antara margin yang sehat dan daya beli pasar.
- Penentuan harga melibatkan perspektif customer dan brand, serta pemahaman margin industri.
"Jadi kalau dari ee untuk membuat harga kita kan punya dua perspektif. Dari sisi customers mau mau bayar berapa, dari sisi brand juga ee prosesnya seperti apa."
Kesulitan dan Pembangunan Tim yang Solid [34:11]
- Kesulitan terbesar dalam menjalankan bisnis adalah menghadapi ketidakpastian (uncertainty) dan perubahan yang cepat di pasar.
- Membangun tim yang solid, terutama dengan anggota yang sebaya, didasarkan pada kepercayaan dan pemberian ruang, yang akan meningkatkan kepercayaan diri mereka.
- Sistem minimum yang dibutuhkan adalah basic technicality dalam bekerja sebagai tim, komunikasi yang jelas, dan work culture yang dibangun seiring waktu.
"Kesulitannya is facing the uncertainty ya."
Visi Maimi dan Kekuatan Data [37:34]
- Visi Maimi adalah menjadi brand internasional dalam waktu 5 tahun, sebelum Mary berusia 30 tahun.
- Mary sangat terlibat dalam pengembangan produk, mempelajari bahan-bahan kosmetik, dan menolak strategi overclaim yang umum di Indonesia.
- Pelanggan Maimi membeli trust yang dibangun melalui produk personal care dengan experience dan gentle ingredients, yang menyelesaikan masalah kulit sensitif di Indonesia.
"Aku pengen My jadi brand internasional."
Pelajaran Berharga dan Mindset Pebisnis Muda [42:46]
- Jika harus memulai dari nol, Mary akan kembali melakukan testing product dan membangun produk yang sesuai dengan kondisi pasar saat itu.
- Nasihat terpenting bagi pebisnis muda adalah "mulai saja dulu" dan jangan terpaku pada kesempurnaan.
- Pelajaran paling berharga adalah bisnis bukanlah judi dan tidak boleh berspekulasi tanpa dasar.
- Bisnis di usia 20-an harus dijalani dengan seru, menjadikan kegagalan sebagai teman dan kesempatan untuk belajar, bukan sebagai masalah besar.
"Satu pelajaran yang paling berharga adalah bisnis. Bisnis tuh bukan judi."
Wisdom dari Pengalaman dan Kompetisi Sehat [47:25]
- Pengusaha hebat memiliki intuisi kuat yang terbentuk dari pengalaman belajar dan kegagalan.
- Kemampuan memilih orang yang tepat juga penting, bahkan melalui cara-cara sederhana seperti cara makan seseorang.
- Teori dan pengalaman sama-sama penting, namun keduanya memerlukan proses belajar.
- Kompetitor sebaiknya tidak dilihat sebagai musuh, melainkan sebagai guru yang dapat memberikan pelajaran, dan sebaiknya fokus membangun bisnis yang lebih tinggi dan relevan.
"Jadi, kaya itu bukan karena uang, bukan uang bikin kita kaya, bukan."
Value Sejati dan Kompetisi Sehat [54:16]
- Kekayaan sejati bukanlah hanya uang, melainkan apa yang tersisa ketika uang hilang, yaitu mental, pengetahuan, network, dan dukungan.
- Kompetitor harus dilihat sebagai guru, bukan musuh. Ramainya pasar justru menunjukkan adanya peluang bisnis.
"Jadi, kaya itu bukan karena uang, bukan uang bikin kita kaya, bukan."