Menu
KALAU GUE SUDAH BEGINI, INI SUDAH FATAL‼️ - RUBEN ONSU

KALAU GUE SUDAH BEGINI, INI SUDAH FATAL‼️ - RUBEN ONSU

Deddy Corbuzier

10,542,018 views 1 month ago Save 80 min 5 min read

Video Summary

Ruben Onsu mengungkapkan sisi kelam dari kehidupan publik yang ia jalani, di mana ia harus tetap tampil ceria di layar kaca meski sedang menghadapi kehancuran pribadi dan pengkhianatan dari orang-orang terdekat. Di balik citra sebagai penghibur, Ruben menanggung beban berat akibat penipuan bisnis, masalah keluarga, dan trauma masa kecil yang membuatnya memilih untuk memendam rasa sakit sendirian daripada mengumbar aib.

Meski berada di titik terendah, Ruben menegaskan bahwa prioritas utamanya tetaplah anak-anaknya. Ia menolak untuk melibatkan mereka dalam konflik orang dewasa dan memilih menempuh jalur hukum sebagai upaya terakhir untuk tetap bisa terhubung dengan mereka, meskipun harus menghadapi fitnah dan tuduhan yang tidak berdasar. Baginya, kebahagiaan kini bukan lagi tentang kemewahan, melainkan tentang kedamaian batin dan pengabdian kepada Tuhan melalui pembangunan masjid dan rumah tahfiz.

Short Highlights

  • Ruben Onsu tetap profesional sebagai pembawa acara meski sedang mengalami masalah pribadi yang sangat berat.
  • Ia menjadi korban penipuan oleh orang terdekat yang mencuri aset kantor dan kartu kredit hingga ratusan juta rupiah.
  • Prinsip Ruben dalam menghadapi masalah adalah menyelesaikannya sendiri tanpa melibatkan orang lain agar tidak menjadi aib.
  • Hubungan dengan anak-anak tetap menjadi prioritas utama di atas segalanya, meskipun ia harus menahan diri dari konflik.
  • Pembangunan masjid dan rumah tahfiz menjadi pelarian dan bentuk pengabdian yang memberikan ketenangan batin.
  • Ia mengaku tidak lagi mengejar kebahagiaan melalui kemewahan atau liburan, melainkan melalui hal-hal sederhana.
  • Ruben memilih untuk tidak membalas dendam atau mengklarifikasi gosip secara berlebihan karena trauma masa kecil.

Key Details

Titik Terendah Ruben [00:00]

  • Ruben merasa gagal sebagai orang tua saat anak-anaknya mengetahui konflik yang terjadi melalui telepon.
  • Ia menegaskan bahwa dalam titik terendah sekalipun, anak-anak tetap menjadi prioritas utamanya.

    Kalo gue sampe kayak begini, ini udah fatal

Hubungan Pertemanan [01:21]

  • Ruben dan lawan bicaranya telah berteman selama puluhan tahun dan saling mendukung.
  • Prinsip pertemanan mereka adalah jika tidak bisa membantu, lebih baik diam daripada sekadar berbasa-basi.

    Kalo gua ga bisa bantu, mending gua diem

Definisi Kebahagiaan [02:37]

  • Ruben tumbuh dari keluarga yang tidak berada dan terbiasa hidup sederhana.
  • Kebahagiaan baginya tidak bergantung pada kemewahan, melainkan pola pikir.

    Makan stick 6 juta Happy Makan warteg 20 ribu Happy juga

Trauma Masa Kecil [04:22]

  • Ruben terbiasa tidak didengarkan sejak kecil, yang membentuk pribadinya untuk memendam masalah sendiri.
  • Ia memiliki trauma karena tidak pernah diajak makan saat lapar di masa lalu.

    Gue gak akan pernah bawa makanan ke tempat Ke satu tempat Kalo ada yang gak makan gitu

Pelarian ke Ibadah [05:35]

  • Saat menghadapi masalah besar, Ruben kini memilih untuk sholat dan curhat kepada Tuhan.
  • Ia menghindari curhat ke teman untuk menjaga aib dan mencari ketenangan.

    Kalo ke Allah ditutup rapat Dikasih lagi solusinya

Kunjungan ke Panti Asuhan [06:33]

  • Ruben mengunjungi panti asuhan untuk melatih rasa syukur di tengah emosi yang meluap.
  • Ia berusaha mengubah amarah menjadi proses pendewasaan.

    Gue pengen ngajarin diri gue untuk bersyukur

Menghadapi Konflik [07:44]

  • Ruben kini lebih berhati-hati dan banyak berpikir sebelum mengambil keputusan atau membalas seseorang.
  • Ia mengakui proses pendewasaan ini sangat menyakitkan.

    Ketika gue sudah Menjadi seorang muslim Menurut gue Ya gue kan mau Ada tiang sanggahnya

Beban Pekerjaan [08:35]

  • Ruben harus tetap profesional menghibur penonton meski suasana hatinya sedang hancur.
  • Ia mengapresiasi para host yang mampu menjaga mood di tengah masalah hidup.

    Gue bertahun-tahun gitu dari gue kecil ya gue juga bukan hidup dari orang keluarga yang kalau mau apa-apa gampang minta

Penipuan oleh Karyawan [10:28]

  • Ruben ditipu oleh mantan karyawannya yang menggunakan kartu kredit kantor hingga 200 juta rupiah.
  • Aset kantor seperti harddisk dan kamera hilang dicuri oleh orang yang sama.

    Ternyata dia pake uang gue udah hampir berapa dia 200 200 juta

Kesempatan Kedua [12:35]

  • Ruben sempat mempekerjakan kembali orang yang menipunya karena rasa iba terhadap kondisi keluarganya.
  • Ia tetap memberikan kesempatan meski akhirnya dikhianati kembali.

    Semua orang itu kita harus kasih kesempatan untuk berubah

Kondisi dengan Anak [14:48]

  • Ruben menjaga jarak komunikasi dengan anak-anak agar tidak menambah beban mereka.
  • Ia menunggu waktu yang tepat untuk memperbaiki hubungan secara perlahan.

    Gue harus bisa jalan dulu sama dia pelan-pelan

Klarifikasi Hukum [16:45]

  • Ruben hanya ingin mengikuti aturan pengadilan terkait hak untuk bertemu anak-anak.
  • Ia merasa klarifikasi tidak perlu jika tujuannya hanya untuk bertemu buah hati.

    Yang gue mau itu waktu ketemu anak itu doang tok that's it

Perjuangan Betrand Peto [19:50]

  • Ruben tidak ingin Betrand Peto terlibat dalam masalah orang dewasa.
  • Ia ingin Betrand fokus pada hidupnya sendiri tanpa harus memikirkan konflik ayah angkatnya.

    Ayah bisa selesaikan sendiri

Kehadiran Betrand [21:20]

  • Betrand menjadi sosok yang menghibur dan menenangkan bagi Ruben di rumah.
  • Ruben tidak membeda-bedakan kasih sayang antara Betrand dan anak-anak lainnya.

    Gue gak ada beda-bedain anak tuh gak ada. Demi Allah

Pembangunan Masjid [24:45]

  • Ruben sedang membangun masjid dan rumah tahfiz sebagai impian pribadinya.
  • Proyek ini menjadi sumber kebahagiaan dan ketenangan batin baginya.

    Kepengen aja. Karena gue belum. Mimpi itu. Ya mimpi. Mimpi gue banget gitu

Pesan untuk Anak [28:30]

  • Ruben meminta maaf kepada anak-anaknya atas situasi yang terjadi.
  • Ia berharap mereka selalu sehat dan bahagia di mana pun berada.

    Maaf untuk situasi yang terjadi tapi yang pasti ini semua adalah terpaksa salah satu cara ayah cuman ingin bersama-sama kalian

Other People Also See