Ali Akbar: Saya Lucu, Saya Pernah ke Eropa. Oki Masih Ngurus Toga di Kepalanya Pak!
Helmy Yahya Bicara
2,054 views • 12 hours ago Save 47 min 5 min read
Video Summary
Ali Akbar, yang dikenal sebagai "Prince of Culinary Comedy," mengungkapkan bahwa kesuksesannya saat ini berkat dorongan ayahnya dan dukungan ibunya, meskipun ia tidak menyelesaikan kuliahnya.
Perjalanan kariernya di dunia stand-up comedy dimulai dengan perjuangan selama setahun tanpa tawa, namun ia gigih berlatih hingga akhirnya memenangkan kompetisi SUCI dan menjadi bintang. Ia juga membandingkan dirinya dengan sesama komedian Oki, mengklaim lebih lucu dan memenangkan pertarungan komedi di Palu di hadapan 1.400 penonton. Ali menekankan bahwa materi komedinya berfokus pada kuliner, yang ia yakini aman dari kontroversi dan membuatnya dikenal sebagai ahli "you can eat."
Short Highlights
- Perjalanan Karier Ali Akbar: ** Awalnya tidak lucu selama setahun, lalu memenangkan kompetisi SUCI. ** Mendapat dukungan dari ayah dan ibu. ** Tidak menyelesaikan kuliah ekonomi akuntansi di UMY.
- Persaingan dengan Oki: ** Mengklaim lebih lucu dari Oki. ** Menang di pertarungan komedi di Palu di hadapan 1.400 penonton.
- Fokus Komedi Kuliner: ** Dikenal sebagai "Prince of Culinary Comedy" dan "ahli you can eat." ** Materi komedi berfokus pada makanan dan kuliner. ** Menganggap materi kuliner aman dari kontroversi.
Related Video Summary
Key Details
Perjuangan Awal dan Dukungan Keluarga [0:00]
- Ali Akbar memulai kariernya di stand-up comedy dengan penuh tantangan.
- Ia tidak lucu selama satu tahun pertama, namun terus berlatih dan berjuang.
- Dukungan dari ayah dan ibu menjadi motivasi utamanya.
"Bapak yang suruh kalau bisa selesain kuliah gitu."
Kegagalan Kuliah dan Fokus Stand-Up [1:00]
- Ali mengambil jurusan Akuntansi di UMY namun tidak menyelesaikannya.
- Ia menyesali keputusannya untuk tidak menyelesaikan kuliah.
- Namun, ia merasa kini sudah "all you can eat" untuk hidup.
"Terus abis itu berjalan kuliah. Nah sambil fokus ke stand up. Ikut komunitas, gabung komunitas. Akhirnya lebih serius ke stand up nya pak."
Kemenangan di SUCI dan Keraguan [2:00]
- Setelah melalui berbagai audisi, Ali akhirnya mengikuti kompetisi SUCI.
- Ia berhasil menjadi juara kedua di SUCI, kalah dari Rio.
- Awalnya ragu dengan masa depan stand-up comedy di Indonesia.
"Terus kenapa kau tidak ikut suci? Apa prestasi dalam hidupmu yang kau dapat? Yang pernah kau dapat deh kata Bintang."
Persaingan dengan Oki [3:00]
- Ali membandingkan dirinya dengan komedian Oki, mengklaim lebih lucu.
- Ia menceritakan kemenangan di pertarungan komedi di Palu di hadapan 1.400 penonton.
- Oki panik dan marah di panggung saat tampil setelah Ali.
"Dia panik di rumah sendiri. Dia masuk tiba-tiba marah-marah dia di panggung, dia bilang ini rumahku. Mau apa kau?"
Materi Komedi Kuliner [4:00]
- Ali dikenal sebagai "Prince of Culinary Comedy."
- Ia sering membahas materi tentang kuliner dalam penampilannya.
- Nama "All You Can Eat" diberikan oleh Bintang Emon.
"Karena saya merasa ini pak, dari awal saya stand up. Saya tuh sering sekali bahas materi-materi tentang kuliner."
Kritik Terhadap Fakta Tidak Penting [5:00]
- Ali mengkritik Oki yang sering menyampaikan fakta tidak penting di podcast.
- Contohnya, fakta tentang mini soccer Witan Sulaiman dan kos-kosan Sandi Sute.
- Ia merasa fakta-fakta tersebut tidak relevan bagi penonton.
"Maksud saya semua kota juga ada mini soker kali."
Misteri "Mas Faiz" [6:00]
- Ali membahas tentang sosok "Mas Faiz" yang sering disebut Oki.
- Ternyata Mas Faiz adalah seorang mantan polisi yang kini berjualan pecel lele.
- Materi ini membuat penonton tertawa karena relatable.
"Dan saya bilang, ternyata setelah saya tahu, ya Mas Faiz ini mas-mas biasa. Cuman mas-mas yang Faiz udah."
Pengaruh Spontanitas dan Jam Terbang [7:00]
- Spontanitas dalam stand-up comedy sangat dipengaruhi oleh jam terbang.
- Ali mengaku lebih suka menyiapkan materi secara detail.
- Ia belajar banyak dari komedian seperti Bang Panji yang jago crowd work.
"Nah kalau saya tuh mungkin lebih, saya harus siapkan Pak. Saya harus siapkan detail-detailnya semua, set-setnya ditulis semua."
Top 3 Kuliner Indonesia Versi Ali Akbar [8:00]
- Ali Akbar membagikan top 3 kuliner favoritnya di Indonesia.
- Nomor 3: Sate Rembiga dari Lombok.
- Nomor 2: Sate Kelatak dari Jogja.
- Nomor 1: Palubasa Serigala dari Makassar.
"Nomor tiga ada satirembige. Dari Lombok."
Pengalaman Makan Steak dan Tingkat Kematangan [9:00]
- Ali menceritakan pengalamannya makan steak wagyu.
- Ia memesan "medium well" dan menjelaskan tingkat kematangan daging.
- Oki dan MC perempuan lain tidak mengetahui arti tingkat kematangan daging.
"Saya bilang medium well. Terus setelah itu Oki. Mas ini mau tingkat kematangan yang kayak apa?"
Perjalanan ke Eropa dan Budapest [10:00]
- Ali pernah ke Eropa, tepatnya Budapest, Hungaria, untuk menonton final Liga Champions.
- Ia mengunjungi Buda dan Pest, serta nongkrong di jembatan hijau.
- Ia membayangkan bermain ice skating di Sungai Danube saat musim salju.
"Kita main kayak kota Buda sama kota Pes, main. Nongkrong, saya nongkrong di jembatan itu pak."
Harapan untuk Tampil di Jepang [11:00]
- Ali memiliki keinginan untuk mengadakan pertunjukan stand-up di Jepang.
- Alasannya, banyak materi komedinya yang bertema kuliner Jepang.
- Ia berharap bisa bekerja sama dengan Stand Up Indo Tokyo.
"Karena All You Can Eat kan kebanyakan memang makanan-makanan di Jepang."
Makanan Jepang Favorit dan Pengalaman Kuliner Lain [12:00]
- Ramen adalah makanan Jepang favorit Ali yang masuk dalam materinya.
- Ia juga pernah mencoba sushi dan sashimi.
- Ia membandingkan rasa gohu ikan dari daerahnya dengan sashimi.
"Kalau yang saya suka mungkin cuman ramen pak. Cuman ramen ya."
Pengalaman Roasting dan Materi Sensitif [13:00]
- Ali mengaku tidak terlalu nyaman melakukan roasting.
- Ia takut materinya menyinggung orang lain.
- Ia lebih memilih membahas kuliner yang dianggap aman.
"Roasting, saya malah kadang lemah pak. Di roasting, gak terlalu."
Perdebatan tentang Siapa yang Paling Lucu [14:00]
- Ali diminta menyebutkan tiga komedian paling lucu di Indonesia.
- Urutan ketiga: Bang Awe.
- Urutan kedua: Bang Hivzi Hoyer.
- Urutan pertama: Arif Brata.
"Untuk sekarang kali bangan. Sekarang saya mas, Pemurutan ketiga ada, Bang Awe."
Peran Bang Ajis sebagai Presiden Stand Up Indo [15:00]
- Bang Ajis menjabat sebagai Presiden Stand Up Indo.
- Di bawah kepemimpinannya, banyak terobosan baru seperti Combat.
- Ali merasa beban menjadi presiden terlalu besar dan belum berniat.
"Banyak hal-hal yang dia bikin, terobosan-terobosan baru. Termasuk combat kemarin."
Harapan untuk Kesehatan dan Keberkahan [16:00]
- Ali berharap semua orang selalu sehat.
- Ia menekankan pentingnya kesehatan.
- Ia juga berharap agar "cahaya senternya" makin besar.
"Jujur saya bingung. Jadi sehat-sehat deh. Itu buat kalian semua sehat-sehat."