KALAU GUE SUDAH BEGINI, INI SUDAH FATAL‼️ - RUBEN ONSU
Deddy Corbuzier
499,029 views • 10 hours ago Save 79 min 6 min read
Video Summary
Ruben Onsu mengungkapkan perjuangannya dalam menghadapi masalah pribadi dan profesional, termasuk perceraian, masalah bisnis, dan fitnah. Ia menekankan pentingnya kekuatan mental dan spiritual dalam melewati cobaan hidup, seringkali melarikan diri ke ibadah sebagai pelipur lara.
Dalam percakapan mendalam, Ruben berbagi tentang bagaimana ia belajar menyelesaikan masalah sendiri karena terbiasa tidak didengarkan sejak kecil. Ia juga menyinggung pengalamannya dikhianati oleh orang yang pernah ia bantu, yang justru ikut memfitnahnya. Ruben kini fokus pada pembangunan masjid dan rumah tahfiz sebagai impian terbesarnya, serta bagaimana ia menemukan kebahagiaan dalam hal-hal sederhana di tengah badai kehidupan.
Short Highlights
- Perjuangan menghadapi masalah pribadi dan profesional.
- Belajar menyelesaikan masalah sendiri karena terbiasa tidak didengarkan.
- Pengalaman dikhianati dan difitnah oleh orang yang pernah dibantu.
- Fokus pada pembangunan masjid dan rumah tahfiz sebagai impian.
- Menemukan kebahagiaan dalam hal sederhana di tengah kesulitan.
Related Video Summary
- Dari Panggung Ke Dirut PFN - Ifan Seventeen: "Dulu Gaji Nunggak, Sekarang Gue Beresin Semua"
- Al-Quran Memuliakan Manusia | Ustaz Dr. Hj Mohamad Zaki Abdul Halim
- Kaya Itu Urusan Rasa, Bukan Usaha. Pahami Ini Kalau Mau Naik Level!
- "JANGAN CUMA BIKIN RESEP, TAPI MANAJEMEN GOBLOK!" INI CARA KING ABDI BIKIN F&B LADANG CUAN MILYARAN🤑
Key Details
Perjuangan Pribadi dan Profesional [00:00]
- Ruben Onsu mengungkapkan rasa gagalnya ketika menghadapi masalah yang berdampak pada anak-anaknya.
- Ia menekankan bahwa anak adalah prioritas utama, namun beberapa situasi membuatnya merasa "fatal".
"Tapi kalo gue sampe kayak begini, ini udah fatal"
Persahabatan dan Prinsip [01:25]
- Ruben dan Ben, teman lamanya, membahas lamanya persahabatan mereka.
- Ben menyatakan prinsipnya dalam berteman: jika tidak bisa membantu, lebih baik diam dan memberikan dukungan.
"Kalo gua ga bisa bantu, mending gua diem"
Kekuatan Menghadapi Masalah [02:38]
- Ben memuji kekuatan Ruben dalam menghadapi segala sesuatu.
- Ruben mengungkapkan bahwa ia terbiasa menyelesaikan masalahnya sendiri dan tidak ingin merepotkan orang lain.
"Gua terbiasa untuk Menyelesaikan masalahnya sendiri"
Trauma Masa Kecil [03:40]
- Ruben menjelaskan bahwa ia terbiasa tidak didengarkan sejak kecil, yang membuatnya memendam masalah sendiri.
- Ia merasa trauma untuk bercerita karena merasa tidak akan didengarkan.
"Gua sudah terbiasa gak didengar orang"
Pengalaman Masa Kecil [04:20]
- Ruben menceritakan pengalamannya saat kecil, di mana ia melihat orang lain makan tanpa menawari, meskipun ia lapar.
- Pengalaman ini membentuk perilakunya untuk selalu menawarkan makanan kepada orang lain.
"Gue kalo seandai gue retawarin gue kepengen tuh itu tuh Itunya tuh gitu"
Menghadapi Ketidakadilan [05:15]
- Ruben mengakui bahwa hidup terkadang tidak adil, dengan adanya fitnah dan masalah.
- Ia mencari pelampiasan melalui ibadah, terutama sholat.
"Sekarang ini gue sholat aja"
Kekuatan Spiritual [05:45]
- Ruben menemukan ketenangan dalam sholat dan merasa Allah memberinya kekuatan.
- Ia mengungkapkan bahwa ia sering curhat kepada Allah, terutama di waktu tahajud hingga subuh.
"Lu cerita ke Tuhan Cerita semuanya"
Proses Pendewasaan [07:20]
- Setelah perceraian, Ruben membutuhkan waktu hampir 2 tahun untuk bangkit kembali.
- Ia berusaha untuk tidak terbawa emosi negatif dan fokus pada pendewasaan diri.
"Ini proses pendewasaan yang Allah mau kasih berubah gue sendiri"
Menjelaskan dan Meluruskan [08:30]
- Ruben merasa perlu menjelaskan dan meluruskan beberapa hal, namun melalui pertimbangan yang matang.
- Ia melihat betapa sulitnya bagi seseorang untuk menjelaskan sesuatu.
"Harusnya dia berpikir Berapa ribu kali nih Untuk menjelaskan"
Mengatasi Masalah Kompleks [09:30]
- Ruben menghadapi masalah perceraian, bisnis, hinaan, dan masalah netizen secara bersamaan.
- Ia harus tetap bekerja menghibur orang lain meskipun dalam kondisi mood swing.
"Nge mood swingnya itu ngarahnya aduh itu itu sama kayak orang abis ketawa tiba-tiba dapet kabar mendadak ada berita meninggal"
Perjuangan Sejak Kecil [10:45]
- Ruben menceritakan bahwa ia tidak hidup dari keluarga yang mudah meminta.
- Ia selalu berusaha memenuhi permintaan orang lain karena sering mengalami penolakan di masa lalu.
"Karena gue sering dilakukan, gue sering mendapatkan penolakan"
Membalas dengan Kebaikan [11:40]
- Ruben selalu berpikir panjang sebelum membalas perbuatan orang lain.
- Ia tidak ingin menyakiti orang lain, meskipun orang tersebut salah.
"Gue gak akan pernah bawa makanan ke tempat Ke satu tempat Kalo ada yang gak makan gitu"
Penipuan di Kantor [13:00]
- Ruben menceritakan pengalaman kantornya ditipu hingga ratusan juta rupiah.
- Pelaku adalah mantan karyawan yang menyalahgunakan kartu kredit kantor.
"Dia pake uang gue udah hampir berapa dia? 200 200 juta"
Kehilangan Aset [14:30]
- Kantor Ruben mengalami kerugian besar, termasuk hilangnya hard disk dan kamera.
- Mantan karyawan tersebut menjual aset-aset kantor.
"Hard disk harddisk ini yang paling semua udah abis masuk kamera"
Memberi Kesempatan Kedua [15:45]
- Ruben memberikan kesempatan kedua kepada mantan karyawan yang menipu.
- Ia mempekerjakannya kembali di bagian HRD, meskipun tahu kesalahannya.
"Semua orang itu kita harus kasih kesempatan untuk berubah"
Kondisi Hubungan dengan Anak [17:45]
- Ruben bisa berkomunikasi dengan anak-anaknya melalui WhatsApp, namun terbatas.
- Ia merasa sulit untuk dekat karena anak-anak terbiasa bersamanya sejak kecil.
"Kalo kondisi sama anak-anak gua sebenernya bisa gua whatsappan gitu ya tapi ya cuman sekedar begitu doang ga bisa untuk ini ga bisa"
Perasaan Terhadap Anak [18:45]
- Ruben merasa tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya dalam hubungannya dengan anak.
- Ia merasa ada tembok yang memisahkan mereka.
"Gua gak tau jadi kalo ada orang yang bilang lebay ada orang yang bilang drama ini bapak kandungnya gak masuk akal"
Perjuangan untuk Anak [19:45]
- Ruben menegaskan bahwa ia adalah ayah kandung yang mengurus anak-anaknya.
- Ia merasa tidak masuk akal jika ada yang menuduhnya tidak peduli pada anak.
"Ini bapak kandung yang ngurus dari kecil yang sayang dari kecil"
Netizen dan Fanbase [20:30]
- Ruben merasa netizen dan fanbase tidak memahami cerita sebenarnya.
- Ia menyamakan komentar netizen dengan ibu-ibu zaman dulu yang menjodoh-jodohkan orang.
"Orang-orang yang komen itu tidak tau cerita aslinya"
Klarifikasi dan Keinginan [22:30]
- Ruben merasa sudah lelah diam dan ingin mengklarifikasi beberapa hal.
- Keinginannya hanya bertemu anak-anak sesuai peraturan pengadilan.
"Yang gue mau itu waktu ketemu anak itu doang"
Trauma dan Ketidakpercayaan Diri [25:00]
- Ruben memiliki trauma masa kecil terhadap intimidasi.
- Ia merasa tidak percaya diri di mata anak-anaknya jika mereka mengetahui tindakannya.
"Gue mau ngomong apa jadi bukan anak gak tau anak udah tau mau ngomong gimana"
Perjuangan Kesehatan [27:00]
- Ruben harus menjaga kesehatannya demi anak-anaknya, terutama setelah didiagnosis empty cellar syndrome.
- Ia harus tetap kuat meskipun merasa lelah dan tertekan.
"Gue harus harus oke untuk anak gue harus oke"
Kehidupan Profesional dan Pribadi [28:30]
- Ruben harus berakting ceria di depan kamera meskipun sedang sedih atau tertekan.
- Ia menggunakan topeng profesionalisme untuk menghibur orang lain.
"Tapi gue harus riam gue gitu dalam hati gue topeng inilah topeng ya"
Kebahagiaan dalam Kesederhanaan [31:00]
- Ruben tidak mencari kebahagiaan dalam barang mewah atau jalan-jalan.
- Ia menemukan kebahagiaan dalam hal-hal sederhana seperti memilih karpet masjid.
"Gua tuh gak pinginan macem-macem juga gitu"
Peran Onyo [35:30]
- Onyo, anak angkat Ruben, menjadi sumber ketenangan dan hiburan baginya.
- Onyo berusaha membuat Ruben tertawa dan bahagia.
"Dia itu bisa bikin gue ketawa kalo kita lagi makan makan dengan budaya timurnya"
Pembangunan Masjid dan Rumah Tahfiz [38:30]
- Ruben memiliki impian membangun masjid dan rumah tahfiz.
- Proyek ini sudah mencapai 80% penyelesaian dan memberinya kebahagiaan.
"Pengen punya masjid dan rumah tafis"
Pesan untuk Anak-anak [43:00]
- Ruben menyampaikan pesan permintaan maaf kepada anak-anaknya atas situasi yang terjadi.
- Ia berharap anak-anaknya selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan kebahagiaan.
"Ini adalah hal yang Ya Pertama minta maaf"
Perjuangan Bahasa Inggris [45:00]
- Ruben menceritakan kesulitan berkomunikasi dalam bahasa Inggris saat bepergian.
- Ia hanya bisa mengucapkan "Water please" dan mengandalkan orang lain.
"Gue cuma water please"
Kebahagiaan Relatif [47:30]
- Ruben menyadari bahwa kebahagiaan bersifat relatif dan tergantung pada cara otak memprosesnya.
- Ia menemukan kebahagiaan dalam hal-hal kecil di tengah masalah hidup.
"Kebahagiaan kebahagiaan yang sekarang ini Ya Buat gue juga udah ada kebahagiaan ya"