Menu
Dari Panggung Ke Dirut PFN - Ifan Seventeen: "Dulu Gaji Nunggak, Sekarang Gue Beresin Semua"

Dari Panggung Ke Dirut PFN - Ifan Seventeen: "Dulu Gaji Nunggak, Sekarang Gue Beresin Semua"

kasisolusi

371 views 16 hours ago Save 44 min 5 min read

Video Summary

Direktur Utama Perum Produksi Film Negara (PFN), Ifan Seventeen, mengungkapkan ambisi besar untuk mendirikan bioskop negara pertama di Indonesia sebagai solusi atas minimnya akses film di kota-kota sekunder dan tersier. Dengan hanya 2.400 layar bioskop di seluruh negeri—80 persen di antaranya terkonsentrasi di Pulau Jawa—mayoritas penduduk Indonesia masih terpinggirkan dari akses sinema. PFN, yang kini berstatus persero di bawah Kementerian BUMN, berupaya mengubah model bisnisnya menjadi kreatif hub yang tidak hanya menayangkan film, tetapi juga memberdayakan UMKM lokal dan memberikan ruang bagi sineas daerah untuk memutar karya mereka.

Transformasi ini menjadi upaya penyelamatan bagi PFN yang sebelumnya sempat terpuruk tanpa kejelasan status kelembagaan setelah era Departemen Penerangan berakhir. Dengan kepemimpinan baru yang berfokus pada manajemen profesional dan efisiensi aset, PFN kini mulai melunasi tunggakan gaji karyawan dan berkolaborasi dengan BUMN lain untuk mengoptimalkan lahan idle menjadi infrastruktur kreatif. Langkah ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi kreatif nasional dan mengakhiri ketergantungan pada pasar luar negeri dengan mengoptimalkan potensi pasar domestik yang sangat besar.

Short Highlights

  1. Membangun bioskop negara pertama sebagai kreatif hub di kota sekunder dan tersier.
  2. Mengintegrasikan pemberdayaan UMKM lokal dan ruang tayang khusus sineas daerah.
  3. Mengoptimalkan aset lahan BUMN yang terbengkalai untuk infrastruktur bioskop.
  4. Mengatasi ketimpangan distribusi layar bioskop yang 80% masih berpusat di Pulau Jawa.
  5. Mengubah PFN menjadi entitas bisnis yang mandiri tanpa bergantung pada dana APBN.
  6. Mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional melalui optimalisasi pasar domestik.
  7. Menyelenggarakan 888 Padel Cup sebagai ajang networking dan apresiasi pejuang ekonomi kreatif.
  8. PFN kini telah melunasi tunggakan gaji karyawan setelah dua tahun mengalami kesulitan finansial.
  9. Ifan Seventeen menekankan pentingnya manajemen profesional dalam mengelola perusahaan negara.
  10. PFN berkomitmen menyediakan fasilitas pendukung kesehatan seperti fisioterapi bagi komunitas kreatif.

Key Details

Krisis Layar Bioskop [04:18]

  • Indonesia hanya memiliki 2.400 layar bioskop untuk populasi yang sangat besar, jauh di bawah standar negara maju.
  • 80 persen layar bioskop terpusat di Pulau Jawa, menyebabkan masyarakat di kota kecil tidak memiliki akses ke sinema.

    Jadi, kalau hari ini kita berbicara soal film agak lain, atau Dilan, gitu ya. Atau film-film yang ada di... yang lagi hits lah. Oke. Kalau kita tanya teman-teman yang ada di, I don't know, Luwuk Utara misalnya gitu. Oke. Nggak relate mereka, mereka nggak tahu.

Visi Bioskop Negara [05:27]

  • Negara harus hadir untuk menyediakan layar bioskop agar industri film lebih berkembang secara bisnis.
  • Bioskop negara bukan hanya tempat menonton, tapi kreatif hub yang melibatkan UMKM lokal.

    Makanya solusinya adalah kasih solusi. Maksudnya, jadi gue yang beban ya. Solusinya adalah, ya memang negara harus hadir dalam hal pengadaan layar bioskop.

Transformasi PFN [07:15]

  • PFN sempat mengalami masa sulit dan tidak memiliki kejelasan instansi setelah era Departemen Penerangan berakhir.
  • Di bawah Menteri BUMN Erick Thohir, PFN diubah menjadi persero agar lebih mandiri dan profit-oriented.

    Jadilah PFN ini layang-layang putus, jadi tidak under Departemen maupun instansi apapun.

Kemandirian Finansial [08:14]

  • PFN tidak menerima anggaran APBN satu rupiah pun, sehingga harus menghasilkan profit untuk menggaji karyawan.
  • Selama dua tahun sebelum masa jabatan Ifan, gaji karyawan tidak dibayar penuh karena krisis keuangan.

    Jadi kalau tidak menghasilkan profit ya, pegawai dan karyawannya ya tidak makan, tidak bergaji.

Kepemimpinan Ifan Seventeen [11:13]

  • Ifan menegaskan bahwa jabatan Direktur Utama membutuhkan kompetensi manajerial, bukan sekadar latar belakang sebagai seniman.
  • Ia membawa pengalaman mengelola perusahaan sebelumnya untuk diterapkan di PFN.

    Berarti, yang kita kuasai, yang memang harus dikuasai, kalau dirutnya, pertama, yang priority adalah, ilmu tentang managerial.

Kolaborasi Aset BUMN [06:26]

  • PFN berencana bekerja sama dengan BUMN lain, seperti PT POS, untuk memanfaatkan lahan-lahan idle.
  • Kepala daerah juga dilibatkan untuk menyediakan lahan bagi pembangunan bioskop.

    Ada beberapa BUMN, yang memang punya lahan-lahan yang idle. Oke. Nah itu, willing to do collaborate with PFN, untuk pendaya gunaan, daripada lahan mereka.

Sineas Lokal Sebagai Prioritas [06:05]

  • Bioskop negara akan menyediakan slot khusus penayangan film karya sineas lokal di kota mereka sendiri.
  • Hal ini bertujuan menggerakkan roda ekonomi kreatif dan kebanggaan daerah.

    Dalam penayangan satu minggu, misalnya kita di bioskop, ada satu waktu yang memang diperuntukkan khusus untuk filmmaker lokal tayang di bioskop kota mereka.

Turnamen 888 Padel Cup [12:35]

  • Turnamen padel terbesar di Indonesia ini diadakan sebagai ajang kolaborasi dan networking bagi pejuang ekonomi kreatif.
  • Total hadiah mencapai lebih dari 88 juta rupiah dalam bentuk uang tunai dan peralatan konten.

    Ini kompetisi padel, yang gue fahamin ya, adalah terbesar, se-Indonesia, dan sekitarnya, hadiahnya.

Mitigasi Cedera Atlet [17:35]

  • Ifan menekankan pentingnya perawatan medis profesional seperti fisioterapi bagi para pelaku ekonomi kreatif yang aktif berolahraga.
  • Ia merekomendasikan jasa fisioterapi berbasis rumah untuk mempermudah akses kesehatan.

    Fisioterapi itu bukan hanya membetulkan otot-otot ataupun otot-otot bagian tubuh yang cedera. Sebenarnya bukan. Contoh misalnya begini deh. Postur nih.

Optimalisasi Aset PFN [19:55]

  • Gedung-gedung PFN yang dulunya mangkrak kini telah kembali berfungsi sebagai studio podcast dan produksi konten.
  • PFN mulai aktif memonetisasi aset untuk mendukung keberlangsungan perusahaan.

    Ada beberapa yang jadi studio podcast. Ada beberapa yang studio untuk produksi konten siunyil. Ada beberapa yang disewakan untuk syuting-syuting juga.

Komitmen Masa Depan [20:46]

  • Ifan tetap menjaga keseimbangan antara tugas di PFN, kegiatan di Gekraf, dan karier bermusiknya.
  • PFN menargetkan pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja melalui proyek-proyek kreatif.

    Berkontribusi, kenaikan 8% pertumbuhan ekonomi buat negara. Amin, ya Allah. Membuka lapangan pekerjaan.

Other People Also See