Menu
DELON “SETELAH ERA IDOL,TITIK TERENDAH GUE SAAT..”

DELON “SETELAH ERA IDOL,TITIK TERENDAH GUE SAAT..”

Melaney Ricardo

81,734 views 7 months ago Save 39 min 9 min read

Video Summary

Video ini adalah wawancara mendalam dengan penyanyi Delon, yang berbagi tentang perjalanan hidupnya, dari masa kejayaannya di Indonesian Idol hingga tantangan finansial saat pandemi COVID-19. Ia mengungkapkan bahwa sebelum menjadi terkenal, ia pernah berprofesi sebagai salesman, dan kesederhanaan keluarganya. Delon juga menyoroti pentingnya ketekunan dalam mengasah bakat, meskipun ia memiliki God-given talent dalam bernyanyi. Ia membagikan pengalamannya saat berada di puncak popularitas, di mana privasinya hilang, serta masa terendahnya ketika tawaran pekerjaan kosong melompong. Delon menekankan bahwa baginya, pernikahan adalah komitmen seumur hidup, dan ia belajar dari kegagalan masa lalu untuk membangun rumah tangga yang langgeng dengan istri keduanya. Ia juga mengungkap bahwa selama pandemi, ia dan istrinya berbisnis kue nastar untuk bertahan hidup, yang kini telah berkembang pesat.

Salah satu fakta menarik yang terungkap adalah bahwa Delon sempat ditawari cek kosong oleh sebuah rumah produksi untuk bermain film, namun menolaknya karena ingin fokus pada karier menyanyinya.

Short Highlights

  • Delon pernah mencapai puncak popularitas pada tahun 2004-2005, di mana ia merasakan hilangnya privasi.
  • Masa terberat finansial Delon terjadi saat pandemi COVID-19, di mana ia terpaksa mengajar vokal dan menjual kue nastar bersama istrinya.
  • Ia berprofesi sebagai salesman plastic wear dan spring bed sebelum mengikuti Indonesian Idol.
  • Delon menekankan bahwa kesuksesan dalam pernikahan membutuhkan kerja keras dan komitmen, belajar dari kegagalan pernikahan pertamanya.
  • Bisnis kue nastar yang dimulai saat pandemi kini berkembang pesat dan masuk ke supermarket.

Key Details

Puncak Popularitas dan Kehidupan Awal [00:00]

  • Delon merasakan puncak popularitas yang luar biasa pada tahun 2004, di mana ia kehilangan privasi karena semua orang memperhatikannya.
  • Masa terberat finansialnya terjadi saat pandemi COVID-19, yang membuatnya tidak memiliki pekerjaan dan terpaksa mengajar vokal serta berjualan kue nastar.
  • Ia berasal dari keluarga sederhana dan sebelum menjadi idol, ia pernah bekerja sebagai salesman plastic wear dan spring bed.

"Gila deh pokoknya ee sampai enggak ada privacy deh."

Perjalanan Menjadi Guru Vokal dan Bisnis Kue [03:03]

  • Delon kini mengajar vokal secara privat, di mana ia mengaku terus mengasah ilmunya sebagai seorang guru.
  • Pandemi COVID-19 menjadi pemicu baginya untuk memberanikan diri mengajar vokal demi memenuhi kebutuhan dapur.
  • Ide mengajar vokal muncul atas dorongan istrinya, meskipun awalnya ia merasa hanya sebagai penyanyi biasa.
  • Pengalaman mengajar yang seru membuatnya mulai memposting dan akhirnya membuka sekolah musik/vokal, meskipun sekolah tersebut kini telah tutup karena kontrak 2 tahun berakhir.
  • Tarif mengajarnya masih satu digit, antara satu hingga dua juta rupiah per jam.

"Nah, dan juga ee ee dapur-dapur yang harus dikebulin gitu loh."

Bakat Alami dan Latihan Keras [05:09]

  • Delon meyakini bahwa ia memiliki God-given talent dalam bernyanyi sejak kecil, yang didukung oleh lingkungan keluarganya yang juga bermusik.
  • Kakak-kakaknya adalah pemain keyboard dan piano, sementara ia sendiri sangat menyukai bernyanyi dari kecil.
  • Ia mengakui bahwa ada orang yang memang berbakat sejak lahir, namun ada juga yang harus mengasah dan belajar.
  • Meskipun memiliki bakat alami, ia tetap aktif berlatih dan mengajar vokal, yang membantunya mempertahankan kualitas suaranya.

"Betul gua talentanya memang nyanyi sih ya gua bilang dari kecil."

Latar Belakang Musik dan Perjalanan Kompetisi [06:40]

  • Delon bergabung dengan paduan suara gereja Katolik sejak SMP dan menjadi pemazmur selama belasan tahun.
  • Ia kemudian memberanikan diri merambah ke dunia musik sekuler dengan mengikuti lomba pop pada tahun 1993 dan memenangkan penghargaan best male vocal.
  • Ia mengenal banyak rekan sesama musisi seperti Judika dan Lucky Octavian bahkan sebelum mengikuti Indonesian Idol.
  • Delon mengikuti berbagai jenis lomba musik, termasuk pop, keroncong, dan klasik.

"Nah, terus ee memenanikan diri, coba deh, ada satu murid yang benar-benar tuh pengin banget gua diajarin, enggak diajarin sama gua gitu."

Kemenangan di Indonesian Idol dan Ketenaran [08:50]

  • Delon menjadi juara satu Indonesian Idol pada tahun 2004, sementara Judika menjadi juara dua pada tahun 2005.
  • Ia menjelaskan bahwa meskipun Joy Tobing yang memenangkan idol tahun itu, ia yang lebih banyak mendapatkan tawaran pekerjaan dan dianggap sebagai juara satu oleh publik.
  • Pada masa jayanya, ia merasa sangat kaya dan populer, hingga mendapat tawaran tak terbatas untuk bermain film.
  • Ia merasakan euforia ketenaran yang luar biasa, namun juga menyadari pentingnya mengelola finansial.

"Jadi, El tuh benar-benar nyampai di on the top popularity. El tuh pernah ya pernah, Pak. Gua gua pernah ngerasain itu benar-benar semua memandang gua waktu itu."

Kehidupan Sebelum Idol dan Perubahan Diri [11:39]

  • Delon berasal dari keluarga sederhana dan telah mandiri sejak SMA, membiayai kuliahnya sendiri.
  • Sebelum menjadi terkenal, ia tinggal di daerah Mangga Besar dan merasa dirinya "cupu", hitam, dekil, dan kurus.
  • Perubahan penampilannya setelah menjadi idol tidak melalui grooming intensif, melainkan seiring berjalannya waktu dan perawatan diri.
  • Ia pernah bekerja sebagai salesman di perusahaan ekspor-impor dan perusahaan Jepang, serta sempat bekerja di bidang plastic wear dan spring bed.

"Dulu mah cupu, waak. Masa dulu mah hitam, dekil kurus. Ah."

Tantangan Menjadi Public Figure dan Sifat Pribadi [16:04]

  • Delon menghadapi tudingan sombong setelah ketenarannya, namun ia menjelaskan bahwa ia hanya menyukai ketenangan dan kesendirian, serta tidak suka keramaian.
  • Ia tidak memiliki karakter sombong dalam dirinya dan selalu berusaha menghindar dari hal-hal yang membuatnya tidak nyaman.
  • Ia merasa terintimidasi oleh banyaknya orang yang harus ia temui dan eluelukan saat masa kejayaannya.
  • Cita-citanya menjadi penyanyi sukses telah ia panjatkan sejak kecil, dan ia percaya doa-doanya terjawab melalui kemenangannya di Idol.

"Karakter sombong gua buang jauh-jauh karena enggak ada dalam kamus gua tuh sombong."

Perjalanan Spiritual dan Doa [18:02]

  • Delon percaya pada kekuatan doa dan permintaan kepada Tuhan, yang ia yakini membuahkan hasil setelah menunggu selama 22 tahun sejak kecil.
  • Ia melayani Tuhan sebagai penyanyi gereja dan pemazmur sejak kecil tanpa pamrih, yang ia yakini sebagai cara Tuhan mencatat kebaikannya.
  • Pelayanannya selama puluhan tahun di gereja menjadi jalan baginya untuk menerima berkat kesuksesan dari Tuhan.
  • Ia tidak pernah meminta imbalan saat bernyanyi di gereja, hanya bersyukur atas kesempatan yang diberikan.

"Nah, gua udah meskipun gua bukan pendoa atau Legio Maria, kalau di Katolik kan ada tuh pendoa namanya Legio Maria atau seorang pendoa, syafaat dan sebagainya. Gua cuman penyanyi gereja."

Pengalaman Kompetisi Awal dan Kemenangan Idol [21:37]

  • Sebelum Idol, Delon sempat mengikuti Asia Bagus bersama Rio Febrian, namun kalah.
  • Ia tidak mengharapkan lolos di awal Indonesian Idol, hanya ingin masuk televisi.
  • Ia terkejut bisa terus lolos padahal merasa suaranya biasa saja dibandingkan peserta lain yang memiliki vokal dahsyat.
  • Titi DJ adalah salah satu juri yang menyukai suara Delon dan memberikan warna berbeda dalam kompetisi.

"Gua ngarepin tuh cuman pikiran dalam dalam pikiran gua cuma satu, gua harus masuk TV."

Tantangan Terberat Pasca-Idol dan Pernikahan [25:08]

  • Tantangan terberat setelah menjadi idol adalah mempertahankan apa yang sudah didapat, seperti uang, tahta, dan nama baik.
  • Ia belajar untuk tidak sombong dan menghormati semua orang, termasuk para event organizer (IO).
  • Delon memilih istri keduanya karena ia adalah sosok yang tepat untuk menemaninya seumur hidup, berbeda dengan banyaknya wanita yang mendekatinya saat populer.
  • Ia pernah menikah sebelumnya dan mengalami perceraian, namun belajar dari kegagalan tersebut untuk membangun pernikahan kedua yang lebih langgeng.

"Uang bisa dicari, uang bisa hilang, gitu aja. Wanita bisa hilang, iya. Tahta bisa hilang."

Pembelajaran dari Pernikahan dan Kehidupan [29:09]

  • Delon belajar dari kegagalan pernikahan pertamanya dan bertekad untuk tidak gagal lagi di pernikahan keduanya.
  • Ia tidak bisa hidup sendiri dan membutuhkan sosok pendamping yang penuh perhatian, komunikasi, dan bahkan bisa memarahinya.
  • Pernikahan keduanya dengan sosok yang bukan public figure memberikan warna tersendiri karena keduanya memiliki cerita masing-masing untuk dibagikan.
  • Ia tidak memiliki trauma dari pernikahan sebelumnya, melainkan menjadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran.

"Yang kedua nih cukup ya. Ini adalah the last and emperor. Emperor the last."

Keinginan Memiliki Anak dan Adopsi [34:12]

  • Delon dan istrinya ingin memiliki anak, namun karena faktor usia yang sudah senior, mereka mempertimbangkan adopsi.
  • Mereka menginginkan adopsi anak yang benar-benar yatim piatu, bukan anak yang ditinggalkan orang tuanya.
  • Delon menekankan pentingnya tidak memaksakan kehendak dalam memiliki anak, terutama bagi sang istri.
  • Ia membandingkan penantian anak dengan kisah Abraham dalam Alkitab yang baru dikaruniai anak di usia tua.

"Mau sih, Wa. Mau tapi kan memang dari faktor Rusia kan memang udah hampir gimana gitu ya?"

Masa Terberat Finansial dan Bisnis Kue Nastar [37:04]

  • Masa terberat finansial Delon terjadi saat pandemi COVID-19, di mana ia tidak memiliki pekerjaan selama kurang lebih 4 tahun dan harus menggunakan tabungan untuk bertahan hidup.
  • Ia dan istrinya kemudian mulai berjualan kue nastar untuk memenuhi kebutuhan dapur, sebuah bisnis yang kini telah berkembang pesat dan masuk ke supermarket.
  • Resep kue nastar didapatkan dari ibu mertuanya, yang kini telah dikembangkan oleh istrinya menjadi produk yang laris manis.

"Jualan kue nastar itu ya. Jadi mikir ya kota kita ya. Jadi mikir jadi pokoknya gimana nih?"

Tantangan Menjadi Entertainer dan Kunci Sukses [41:05]

  • Delon tidak pernah merasa iri atau cemburu melihat pekerjaan rekan sesama artis, fokus pada rezekinya sendiri yang diberikan Tuhan.
  • Ia tidak ingin mempublikasikan jadwal manggungnya di media sosial demi menjaga privasi dan menghindari sorotan yang tidak perlu.
  • Kualitas performa yang baik dan hubungan profesional yang terjaga menjadi kunci rezeki dari mulut ke mulut.
  • Ia percaya pada konsep perpuluhan (memberikan 10% dari penghasilan untuk Tuhan) sebagai bentuk rasa syukur atas berkat yang diterima.

"Gua enggak pernah ee apa ya? Gua enggak pernah ngintip-ngintip mereka sih job-job mereka ya."

Pendekatan Perpuluhan dan Kehidupan Batin [44:08]

  • Delon mempraktikkan perpuluhan dengan memberikan langsung kepada orang-orang yang membutuhkan atau orang terdekat, bukan hanya ke gereja atau panti asuhan.
  • Ia percaya bahwa Tuhan tidak buta dan selalu memberikan rezeki bagi mereka yang taat.
  • Sebagai entertainer, pegangan terpenting baginya adalah Tuhan, yang memberikan segala kesempatan.
  • Ia menyederhanakan riders saat manggung, hanya meminta makan, minum, dan satu kamar hotel, serta kelas tiket pesawat yang fleksibel.

"Karena gua ee bingung aja kalau kita ada perpuluhan ee donasi apa di TV ya. Kalau ditilep sama mereka gimana?"

Refleksi Kehidupan dan Pesan Inspiratif [46:00]

  • Delon menutup wawancara dengan menyanyikan lagu gereja "Hidup Ini Adalah Kesempatan" sebagai pengingat untuk tidak menyia-nyiakan berkat Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama.
  • Ia menekankan pentingnya terus bersyukur dan memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan yang diberikan Tuhan.
  • Delon berharap perjalanannya dapat memberikan pembelajaran bagi banyak orang tentang ketekunan, iman, dan arti kehidupan.

"Jadi ee apa yang sudah Tuhan kita kasih kita jangan sia-siain deh. Benar. Harus jadi berkat."

Other People Also See