Menu
PERANG USAI! AKHIRNYA AMERIKA NYERAH, DOLLAR TURUN - Ust. Pizaro Gozali

PERANG USAI! AKHIRNYA AMERIKA NYERAH, DOLLAR TURUN - Ust. Pizaro Gozali

CERITA UNTUNGS

12,552 views 1 month ago Save 15 min 2 min read

Video Summary

Amerika Serikat kemungkinan menyetujui proses perdamaian dengan Iran untuk memulihkan akses ke Selat Hormuz, meskipun rekam jejak Donald Trump meragukan. Perang telah memakan biaya yang sangat besar, mencapai $100 miliar USD menurut Demokrat AS, dan diperkirakan akan terus meningkat. Negosiasi ini muncul karena tekanan finansial dan militer yang dialami Amerika Serikat, termasuk jatuhnya aset militer mereka. Iran sendiri bersikap hati-hati, meminta pencairan sebagian asetnya dan penghentian serangan ke Lebanon sebagai syarat negosiasi. Namun, Netanyahu menghadapi dilema politik internal dan tuntutan hukum, membuatnya enggan mengikuti arahan Trump, sementara kelompok garis keras di Israel dan Lebanon terus memicu konflik.

Short Highlights

  • Perkiraan biaya perang AS mencapai $100 miliar USD, dengan potensi kerugian triliunan dolar jika berlanjut.
  • Iran meminta pencairan 25% dari total asetnya sebesar $100 miliar USD sebagai syarat negosiasi.
  • Sekitar $10 miliar USD dilaporkan telah diberikan kepada Iran melalui Uni Emirat Arab, dibungkus sebagai pembayaran kepada Iran agar tidak menyerang Uni Emirat Arab.
  • Iran menyatakan kesediaan bernegosiasi jika serangan ke Lebanon dihentikan dan tentara Israel menarik diri dari Lebanon Selatan.
  • Donald Trump dianggap sebagai pemimpin yang mudah berubah pikiran dan upayanya mencari perdamaian belum terbukti berhasil di Gaza, Ukraina, dan Lebanon.

Key Details

akatan Perdamaian AS-Iran dan Akses Selat Hormuz [0:00]

  • Amerika Serikat tampak dalam posisi untuk menyetujui proses perdamaian dengan Iran untuk memulihkan akses ke Selat Hormuz.
  • Optimisme terhadap kesempatan ini ada, namun rekam jejak Donald Trump membuat kepercayaan penuh sulit diberikan.
  • Negara-negara cenderung menghentikan aktivitas senjata jika biaya perang terlalu mahal.

"Tapi kalau kita lihat track recordnya Donald Trump, kita enggak bisa 100% percaya."

Other People Also See