Menu
Gencatan Senjata AS dan Iran Resmi Batal!! Aliansi Israel dan Amerika Terpecah - Ust. Pizaro Gozali

Gencatan Senjata AS dan Iran Resmi Batal!! Aliansi Israel dan Amerika Terpecah - Ust. Pizaro Gozali

CERITA UNTUNGS

107,871 views 3 months ago Save 13 min 9 min read

Video Summary

Perjanjian gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan batal, menimbulkan ketegangan yang semakin meningkat di kawasan. Iran meminta agar wilayah yang memiliki proksi seperti Lebanon tidak diserang oleh Amerika Serikat, namun serangan justru semakin besar. Netanyahu melihat kesepakatan ini sebagai kesempatan untuk mewujudkan "Negara Israel Raya" melalui perang, bukan diplomasi. Ketegangan meningkat dengan ancaman Donald Trump yang siap membumihanguskan peradaban Iran, namun kemudian menarik ancaman tersebut dan menyatakan gencatan senjata.

Kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan oleh Pakistan tidak memiliki tanggal pasti, sehingga implementasinya sangat bergantung pada kemauan politik masing-masing pihak. Iran mensyaratkan gencatan senjata berlaku jika Amerika Serikat berhenti menyerang, sementara Amerika Serikat mensyaratkan pembukaan Selat Hormuz.

Short Highlights

  • Perjanjian gencatan senjata Amerika Serikat dan Iran batal, meningkatkan ketegangan di kawasan.
  • Iran meminta agar wilayah proksinya seperti Lebanon tidak diserang oleh AS.
  • Netanyahu melihat perang sebagai jalan untuk mewujudkan "Negara Israel Raya".
  • Donald Trump sempat mengancam akan membumihanguskan peradaban Iran, namun kemudian menarik ancaman dan mengumumkan gencatan senjata.
  • Gencatan senjata yang diumumkan Pakistan tidak memiliki tanggal pasti dan bergantung pada kemauan politik.
  • Iran mensyaratkan gencatan senjata jika serangan AS berhenti, sementara AS mensyaratkan pembukaan Selat Hormuz.
  • Cina dan Rusia memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang meminta pembukaan Selat Hormuz secara paksa.
  • Pakistan mengusulkan resolusi gencatan senjata dengan dugaan adanya peran Cina.

Key Details

Perjanjian Gencatan Senjata AS-Iran Batal [00:00]

  • Perjanjian gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan batal.
  • Perang melawan Iran semakin intensif, dan perlawanan Iran semakin keras seiring dengan semakin seringnya Iran diperangi.
  • Dalam 10 poin yang diajukan Iran dan disebut disepakati Trump, termasuk isu Lebanon.
  • Iran meminta agar wilayah di kawasan yang memiliki proksi, seperti Lebanon, tidak diserang oleh Amerika Serikat.
  • Serangan justru semakin besar, dan Netanyahu menganggap kesepakatan ini sebagai celah untuk mewujudkan "Negara Israel Raya" melalui perang.

"Negara Israil Raya hanya bisa diwujudkan melalui perang. Enggak akan ada melalui diplomasi."

Ketegangan Meningkat dan Ancaman Trump [01:08]

  • Eskalasi ketegangan antara AS dan Iran semakin meningkat, naik turun.
  • Donald Trump sempat mengeluarkan ancaman untuk membumihanguskan satu peradaban dari Iran.
  • Meskipun dunia melihat ancaman tersebut, tidak ada hukuman yang dijatuhkan kepada Trump.
  • 90 menit sebelum masa perjanjian berakhir, Amerika mengokohkan keinginan Iran, namun kemudian dilaporkan batal.

"Ini dunia lihat tapi kenapa enggak dihukum nih orangnya? Maksudnya jelas-jelas ya akan menghabisi semuanya dan warga Iran sudah siap-siap."

Ketidakjelasan Gencatan Senjata [02:00]

  • Ketika gencatan senjata disahkan, tidak ditetapkan secara jelas kapan mulainya.
  • Setelah Pakistan mengumumkan adanya gencatan senjata, tidak dijelaskan secara rinci kapan mulai berlakunya.
  • Tidak terlihat adanya tanggal yang pasti, berbeda dengan perjanjian sebelumnya antara Israel dan Hamas di Gaza yang memiliki tanggal yang jelas.
  • Gencatan senjata sangat bergantung pada political will masing-masing pihak.

"Ini yang emang enggak jelas dalam gigitan senjata yang sekarang ini. Karena apa? Setelah Pakistan mengumumkan adanya genjatan senjata itu tidak dijelaskan secara rinci kapan mulai berlakunya genjatan senjata."

Syarat Gencatan Senjata yang Bertentangan [02:35]

  • Iran memberikan syarat bahwa gencatan senjata bisa berlaku jika Iran berhenti diserang oleh Amerika Serikat.
  • Amerika Serikat menyatakan gencatan senjata akan berlaku jika Selat Hormuz dibuka.
  • Masing-masing pihak memiliki keinginan yang berbeda mengenai syarat gencatan senjata.
  • Iran masih diserang oleh Amerika Serikat bahkan setelah Pakistan mengumumkan gencatan senjata.

"Lah masing-masing sesuai keinginan masing-masing dong. Masalahnya Iran sampai kemudian Pakistan mengumumkan ada getar senjata itu masih diserang oleh Amerika."

Peran Netanyahu dan Doktrin "Clean Break" [03:37]

  • Netanyahu menganggap kesepakatan antara Amerika dan Iran ini merugikannya karena ia merasa tidak dilibatkan.
  • Netanyahu memiliki visi "Negara Israel Raya" yang hanya dapat diwujudkan melalui perang, bukan diplomasi.
  • Israel memiliki doktrin "Clean Break" sejak 1996, di mana perang menjadi tujuan utama Netanyahu untuk melumpuhkan wilayah Timur Tengah.
  • Netanyahu merasa memiliki kesempatan untuk menguasai Timur Tengah di bawah kepemimpinannya.

"Visinya Netanyahu itu negara Israel Raya. Negara Israel raya hanya bisa diwujudkan melalui perang. Enggak akan ada melalui diplomasi."

Netanyahu Memanfaatkan Celah Kesepakatan [05:03]

  • Netanyahu merasa tidak dilibatkan dalam kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran, dan hanya diberikan informasi mendadak.
  • Media Israel melaporkan bahwa hal ini membuat Netanyahu terkejut.
  • Netanyahu melihat ada celah yang bisa dimanfaatkan karena namanya tidak tercantum dalam 10 poin Iran.
  • Pertanyaannya adalah siapa yang memerangi Lebanon, Amerika atau Israel?

"Dia ngambil celah bolongan di situ tuh ya. Is bukan Amerika. Perjanjiannya sama Amerika biar enggak boleh ada lagi. Enggak tahunya dia nganggap dia enggak ikutan perjanjian itu."

Perlawanan Hizbullah dan Kebutuhan Pasukan Cadangan [06:30]

  • Netanyahu marah kepada jenderalnya yang mengatakan Hizbullah masih memiliki kemampuan untuk melawan Israel.
  • Hal ini menunjukkan bahwa perlawanan Hizbullah masih sangat kuat.
  • Pasukan cadangan Israel yang sedang dirawat karena PTSD dipaksa untuk berperang lagi karena kekurangan staf.
  • Situasi ini menunjukkan tekanan psikologis yang dialami pasukan Israel akibat perang di Gaza, Iran, dan Lebanon Selatan.

"Gitu. Dia marahin itu di sidang kabinetnya netanya Israel dia marahin Jenderal Israel itu. Anda jangan bicara seperti itu."

Komunikasi Trump-Netanyahu Merenggang dan Alasan Gencatan Senjata Trump [07:29]

  • Komunikasi antara Netanyahu dan Trump tampak tidak lagi seperti dulu.
  • Trump mengumumkan gencatan senjata kemungkinan karena adanya dorongan dari berbagai pihak dan perhitungan ekonomi.
  • Trump mengancam akan mengirim kiamat ke Iran, namun 80 menit kemudian menarik ancaman tersebut dan mengusulkan gencatan senjata.
  • Trump pasti menghitung risikonya jika melancarkan serangan besar-besaran, termasuk potensi kerugian ekonomi.

"Ini yang kenapa dia akhirnya mundur gitu karena gini dia kan sebenarnya gertetak doang ini orang."

Gertakan Trump dan Perlawanan Iran [08:46]

  • Trump berharap Iran akan melunak dan mengikuti keinginannya untuk menyerahkan Selat Hormuz dan cadangan uranium.
  • Namun, Iran semakin tertantang dan melawan ketika digertak.
  • Perang melawan Iran tidak kunjung usai karena perlawanan Iran semakin keras.
  • Iran merasa tidak bisa ditantang dan telah diblokade selama 40 tahun.

"Semakin Iran diperangi, semakin Iran dilawan semakin keras pula perlawanan Iran."

Kekecewaan Iran terhadap Trump dan Pengaruh Cina [09:30]

  • Iran telah berkali-kali menjadi korban "scamming" Trump, sehingga tidak percaya padanya.
  • Iran menyatakan bahwa gencatan senjata bukanlah akhir dari peperangan, dan mereka masih memegang kendali ("masih megang pelatuk").
  • Trump dianggap tidak bisa dipercaya dan memiliki perilaku yang tidak stabil.
  • Keputusan Trump untuk membatalkan ancaman "mengiamatkan" Iran bukan karena alasan kemanusiaan, melainkan ekonomi, karena takut rugi lebih banyak.

"Ini kan orang enggak bisa dipercaya. Ini kan orang gila ini gitu."

Strategi Trump yang Ambigu dan Dampak Ekonomi [10:47]

  • Trump dianggap licik karena menerima gencatan senjata namun dengan bahasa yang ambigu, seolah hanya "buying time".
  • Adanya ambiguitas dalam kesepakatan memungkinkan penafsiran ulang di kemudian hari.
  • Selat Hormuz tetap ditutup, dan Iran meminta "upeti" sebesar 2 juta dolar dari kapal yang melintas, yang belum pernah terjadi sebelumnya.
  • Beban finansial ini tidak hanya dirasakan oleh Trump, tetapi juga oleh semua negara, termasuk Indonesia.

"Wah didomelin banyak negara itu ya gitu ya kan. Ini semua loh termasuk Indonesia satu kapal 2 juta dolar berarti 20 miliar."

Dominasi Netanyahu dan Tekanan Publik Israel [12:37]

  • Di Israel, ada tekanan dari Yair Lapid yang menyatakan bahwa warga Israel telah dibohongi oleh Netanyahu mengenai strategi perang.
  • Namun, oposisi di Israel tidak kuat, dan ucapan Yair Lapid tidak mengubah status kekuasaan Netanyahu.
  • Netanyahu berhasil mengkonsolidasikan dukungan dengan menjual isu serangan Iran.
  • Meskipun banyak warga Israel yang marah akibat penutupan 60.000 bisnis dan stagnasi ekonomi, Netanyahu masih mendapatkan dukungan dari parlemen dan kalangan kanan.

"Marah sama sama Netanyahu. Cuman selama dia masih menduk mendapatkan dukungan parlemen, masih dapat dukan dari seara orang-orang saf kanan."

Proses Impeachment Trump dan Kelemahan Demokrasi [14:14]

  • Demonstrasi di Amerika Serikat mengarah pada impeachment terhadap Trump, namun secara praktis sulit dilakukan.
  • Impeachment membutuhkan dukungan mayoritas di DPR dan 2/3 suara di Senat, yang sulit tercapai karena Partai Republik masih mengontrol mayoritas.
  • Sistem demokrasi yang ada saat ini dinilai memiliki kelemahan, seperti adanya veto yang dapat menggagalkan keputusan mayoritas.
  • Trump pernah mencoba di-impeach pada 2019, dinyatakan bersalah di DPR, namun lolos di Senat.

"Berarti demokrasi itu sudah fail juga sebenarnya sih. Satu, ada yang namanya veto itu bikin demokrasi fail. Mau suar terbanyak juga sudah diveto selesai."

Peran Rusia dan Cina dalam Kebuntuan Diplomasi [16:24]

  • Rusia dan Cina mulai bersuara mengenai situasi impeachment Trump.
  • Bahrain dan Uni Emirat Arab mengusulkan resolusi Dewan Keamanan PBB agar Selat Hormuz dibuka paksa, namun di-veto oleh Rusia dan Cina.
  • Rusia dan Cina berargumen bahwa resolusi tersebut tidak seimbang karena hanya meminta pembukaan Selat Hormuz tanpa meminta AS menghentikan agresinya ke Iran.
  • Diduga otak di balik usulan gencatan senjata Pakistan adalah Cina, yang mendorong Iran untuk menerima tawaran Trump.

"Resolusi ini tidak imbang. Dia hanya meminta Selat Hormos dibuka tanpa meminta Amerika Serikat menghentikan agresinya ke Iran."

Strategi Ekonomi Cina Melalui Konflik Timur Tengah [19:36]

  • Perang di Timur Tengah ini bertujuan untuk melemahkan pengaruh ekonomi Cina.
  • Ini adalah pertarungan ekonomi antara Tiongkok dan Amerika Serikat, dengan Timur Tengah sebagai panggungnya.
  • Amerika Serikat ingin menghabisi pengaruh Cina di Timur Tengah.
  • Trump dianggap tidak melakukan kalkulasi yang tajam, melainkan lebih didorong oleh nafsu karena saran dari penasihat konservatif dan lobi pro-Zionis.

"Ujungnya pelat pertarungan geekonomi antara Tiongkok dengan Amerika Serikat. Tetapi memakai panggung Persia, negara goldf countries kay gitu."

Perbandingan Pendekatan Obama dan Trump Terhadap Iran [20:37]

  • Berbeda dengan Trump, Obama lebih menekankan pada diplomasi dan negosiasi, yang menghasilkan kesepakatan nuklir JCPOA pada 2015.
  • Dorongan untuk menyerang Iran sudah ada sejak era Obama, namun Obama memilih jalan diplomasi.
  • Trump membatalkan perundingan damai tersebut dan memilih jalur kekerasan.
  • Pendekatan Trump lebih didorong oleh saran penasihatnya yang cenderung konservatif dan pro-Israel.

"Kan dorongan untuk menyerang Iran itu bukan hanya terjadi di era Trump bahkan era dari eranya Obama itu sudah mulai didorong perang melawan Iran."

"Decapitation" Strategi dan Ketidakpastian Perang [21:37]

  • Perang yang tidak dipikirkan secara matang oleh Trump akan menjadi panjang.
  • Ideologi Iran yang menganut "Imamat" (supreme leader) seperti nabi, diprediksi oleh Trump jika dieksekusi, akan menyebabkan keruntuhan kepemimpinan.
  • Strategi "dekapitasi" atau memotong kepala agar buntutnya bisa dipegang, diprediksi akan menjadi awal dari rencana Trump.

"Dipikir akan begitu awalnya. Betul. Akan kayak gitu. Itu decapitation. Dekapitasi itu motong kepalanya agar buntutnya bisa kita pegang."

Other People Also See