Saling Gempur AS Iran, Ketahanan Alutsista Diuji | AKIP tvOne
tvOneNews
821 views • 9 days ago Save 17 min 3 min read
Video Summary
Diskusi ini membahas eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, serta dampaknya terhadap keamanan global. Mayor Jenderal Purnawirawan TNI Budi Pramono dan analis Ridwan Habib menyoroti strategi Iran dalam menghadapi serangan AS, memanfaatkan geografi pegunungan dan gua untuk menyembunyikan aset militer. Mereka berpendapat bahwa klaim AS mengenai kehancuran fasilitas Iran mungkin hanya "bluffing" karena Iran masih mampu membalas serangan dan mengganggu pelayaran internasional serta keamanan energi global. Diskusi juga menyentuh potensi Iran untuk melancarkan serangan ofensif baru, bukan lagi defensif, serta dampak ketegangan regional seperti yang melibatkan Houthi dan Arab Saudi terhadap stabilitas energi dunia. Selain itu, potensi kemenangan kelompok radikal kanan dalam pemilu Israel dibahas sebagai faktor yang dapat memicu konflik yang lebih luas.
Short Highlights
- Iran memanfaatkan geografi untuk pertahanan rudal dan drone.
- Klaim AS tentang kehancuran fasilitas Iran diragukan.
- Iran mampu mengganggu pelayaran dan keamanan energi global.
- Potensi Iran beralih ke strategi ofensif.
- Ketegangan regional memperkeruh situasi.
Related Video Summary
Key Details
Keunggulan Geografis Iran dalam Pertahanan [01:02]
Iran memanfaatkan medan pegunungan dan gua untuk menyembunyikan aset militer seperti drone dan rudal, membuat sasaran sulit dideteksi oleh Amerika Serikat.
"Jadi dalam ee strateginya dia untuk masalah drone dan rudal ini dia sebarannya ee sangat dia hitung."
Klaim Serangan AS Dipertanyakan [01:48]
Menurut pengamatan, klaim Amerika Serikat mengenai kehancuran fasilitas militer Iran mungkin hanya sepihak dan bersifat "bluffing", karena Iran masih mampu meluncurkan rudal.
"Nah, menurut pengamatan saya kalau di Iran hal ini bagaimana bisa terlihat apabila dia mempunyai di bawah gunung bukan di bawah sulit begitu."
Strategi Iran: Perang Mahal dan Gangguan Global [02:56]
Strategi Iran bukan untuk memenangkan perang konvensional, melainkan membuat perang menjadi "very costly" bagi lawan, mengganggu pelayaran internasional, dan konstelasi keamanan energi global.
"Yang terstrategikan adalah mampu membalas, mampu membuat e very costly."
Kelelahan Perang dan Perhitungan Amerika [04:02]
Amerika Serikat telah menghabiskan banyak amunisi dalam konflik ini, menyebabkan kelelahan bagi kedua belah pihak. Iran berusaha membuat Amerika Serikat berhitung bahwa Iran bukan negara yang mudah dikalahkan.
"Jadi sekali lagi apakah Amerika tidak kehabisan? Sangat, Mbak."
Pergeseran Strategi Iran ke Ofensif [08:32]
Iran mengumumkan strategi baru yang bersifat ofensif, tidak lagi hanya defensif. Target-target ofensif akan mulai diluncurkan, termasuk pangkalan-pangkalan Amerika yang belum diserang.
"Tapi sekarang mereka mengumumkan strategi baru yakni offensif."
Dampak Ketegangan Regional pada Keamanan Energi [11:18]
Ketegangan antara Houthi dan Arab Saudi memperkeruh situasi perang Iran-AS, yang berdampak pada strategic energy security dunia, terutama jika jalur pelayaran seperti Bab el Mandeb terganggu.
"Dunia ini akan keruh apabila dua chuk poin itu bermasalah."
Potensi Serangan Total Iran [16:01]
Jika terus ditekan dan diserang, Iran mungkin terpaksa menggunakan seluruh sumber daya nasionalnya, termasuk potensi nuklir, untuk membalas demi kepentingan nasional.
"Ya mau enggak mau harus menyerang."
Pengaruh Pemilu Israel dan Potensi Konflik Lebih Luas [18:36]
Mayoritas pemuda Israel menginginkan Iran dan Palestina musnah, yang dapat mendorong kemenangan partai radikal kanan dan strategi Israel yang lebih ofensif, berpotensi memicu perang yang lebih besar.
"Jadi voter Israel ini, voter anak-anak muda Israel ini adalah anak-anak muda yang sangat radikal kanan."