Nonton Ini Kalo Bisnis Lo Sepi Pengunjung‼️ Bongkar Rahasia 100 UMKM Bisa Bangkit Dari Kebangkrutan
kasisolusi
32,547 views • 9 days ago Save 66 min 8 min read
Video Summary
Seorang kreator konten bernama Harbi Kurnia viral karena membantu UMKM restoran yang sepi pembeli. Dengan kekuatan basis pengikutnya, ia mampu meningkatkan penjualan restoran tersebut secara drastis, bahkan ada yang dari nol penjualan seminggu menjadi 130 porsi sehari.
Harbi menjelaskan bahwa ia memilih restoran sepi yang makanannya enak namun kurang promosi. Ia mendatangi langsung restoran tersebut, mencoba makanannya, dan jika cocok, ia akan membuat konten review. Pendekatannya yang "anti-jelek-jelekin resto" membuatnya disukai banyak pemilik UMKM. Ia bahkan rela menggunakan dana pribadi untuk membantu mereka, menunjukkan kepeduliannya terhadap nasib para pengusaha kecil.
Short Highlights
- Harbi Kurnia, seorang kreator konten, membantu restoran UMKM yang sepi pembeli.
- Ia menggunakan kekuatan basis pengikutnya untuk memviralkan restoran tersebut.
- Pendekatan "anti-jelek-jelekin resto" membuat Harbi disukai pemilik UMKM.
- Salah satu restoran yang dibantu mengalami peningkatan penjualan dari 0 menjadi 130 porsi sehari.
- Harbi menggunakan dana pribadi untuk membantu UMKM.
- Ia fokus pada restoran dengan makanan enak namun kurang promosi.
- Harbi juga memiliki bisnis sepatu basket bernama Boller Bro.
Related Video Summary
- Nabung Haji Puluhan Tahun Tapi Gagal Berangkat?! Ini Solusi Berangakat Haji Muda!! - Harry A. (BPKH)
- ASEEM!! ABIS GUA KENA OMEL‼️😬- AMPUN MAH😅🙏🏻- Mamah Dedeh
- KALAU GUE SUDAH BEGINI, INI SUDAH FATAL‼️ - RUBEN ONSU
- BREAKING NEWS! Ashanty Tetap Digugat Rp100 Miliar Meski Ayu Eks Karyawannya Sudah Ditahan Kepolisian
Key Details
Harbi Kurnia: Sang Penyelamat UMKM Restoran Sepi [0:00]
- Kreator konten Harbi Kurnia memiliki misi unik: membantu restoran UMKM yang sepi pembeli.
- Ia mendatangi restoran-restoran tersebut, mencoba makanan mereka, dan memviralkannya melalui kontennya.
- Pendekatannya yang positif dan "anti-jelek-jelekin resto" membuatnya berbeda dari food vlogger lain.
"Coba gue penasaran deh Hubungin dong telpon atau mungkin video call Restoran yang tadinya sepi banget"
Kisah Nyata: Dari Nol Menjadi 130 Porsi Sehari [0:00]
- Harbi menceritakan kisah salah satu restoran yang ia bantu, yang penjualannya sempat nol seminggu.
- Setelah konten Harbi tayang, penjualan restoran tersebut melonjak drastis menjadi 130 porsi sehari.
- Hal ini menunjukkan dampak besar kekuatan konten dan promosi yang dilakukan Harbi.
"Pokoknya Harbi akan sudah berjanji Pokoknya yang akan diterima Untuk tanya-tanya kasih solusi Yang hanya komen di bawah"
Filosofi "Anti-Jelek-Jelekin Resto" [0:00]
- Harbi menjelaskan filosofi di balik kontennya yang selalu positif.
- Ia percaya bahwa setiap restoran memiliki cerita dan keunikannya masing-masing.
- Alih-alih mengkritik, ia memilih untuk menyoroti kelebihan dan membantu mempromosikan.
"Berarti kalau gak enak Tetep lu bilang enak Enggak Jadi kalau misalnya Kan restoran kan banyak ya Banyak Mereka menu nya banyak ya"
Kriteria Pemilihan Restoran [0:00]
- Harbi memiliki kriteria khusus dalam memilih restoran yang akan dibantu.
- Ia mencari restoran yang makanannya enak, namun terkendala masalah marketing atau lokasi.
- Ia juga melakukan riset kecil-kecilan, seperti mencoba makanan melalui GoFood atau meminta timnya mencoba.
"Jadi tuh Aku tuh pas mencari Resto Sepi itu Kalau awal banget Jadi kan Kalau sekarang kan episode Mungkin udah Mau seratus Siting Kayak seratus Restoran Sepi selama Tiga tahun ini"
Latar Belakang Harbi: Teknik Mesin yang Menjadi Kreator Konten [0:00]
- Mengejutkan, Harbi ternyata lulusan teknik mesin dan tidak memiliki latar belakang F&B.
- Ia memulai konten ini murni karena hobi makan dan keinginan membantu orang lain.
- Bisnis utamanya adalah brand sepatu basket bernama Boller Bro.
"Jadi lu review Ngecek mesin-mesin freezernya gitu Iya Orang-orang juga pas tau Jurusanku juga mereka pada shock sih"
Pengalaman Membantu UMKM di Bali dan Jakarta [0:00]
- Sebelum fokus ke restoran sepi di Jakarta, Harbi pernah membantu hotel dan restoran di Bali pasca-COVID.
- Ia melihat kesulitan yang dialami para pelaku usaha saat itu dan tergerak untuk membantu.
- Pengalaman ini memberinya motivasi untuk terus berkontribusi melalui media sosial.
"Aku pikir ya kenapa gak sekali di konten-in aja Ini Kan lagian mereka juga Sekarang kan berat ya Kayak Banyak Restor-restor hits Kayak Dan mereka kan Maksudnya juga udah lebih senior"
Kisah Om Teo: Pemilik Bakmi Cengkareng yang Terbantu [0:00]
- Harbi menghubungi Om Teo, pemilik warung bakmi di Cengkareng yang sepi.
- Om Teo bercerita bahwa sepinya pembeli disebabkan oleh marketing yang kurang dan lokasi yang di dalam komplek.
- Penjualannya yang dulunya hanya 30 porsi seminggu, melonjak drastis setelah konten Harbi tayang.
"Wah sehari Kadang-kadang kita Cuman jualan satu mangkok Malah kadang-kadang Nggak jualan sama sekali Jadi seminggu berapa Kalau misalnya Nggak jualan sehari"
Tantangan Om Teo: Introvert dan Kurang Berani Tampil [0:00]
- Om Teo mengaku sebagai orang yang introvert dan kurang berani membuat konten.
- Ia merasa kesulitan dalam melakukan promosi melalui media sosial.
- Harbi memberikan masukan agar Om Teo mencoba membuat konten yang lebih menarik.
"Saya itu Orangnya Termasuk orang yang Agak introvert Jadi saya kurang Berani gitu Untuk bikin-bikin Apa Konten-konten Kayak begitu"
Masalah Supply Chain Akibat Lonjakan Permintaan [0:00]
- Lonjakan pembeli yang tiba-tiba membuat Om Teo kewalahan dalam hal supply chain.
- Persediaan daging sempat habis karena permintaan yang melebihi kapasitas.
- Ini menunjukkan bahwa marketing yang sukses perlu didukung oleh operasional yang siap.
"Hari pertama Sesudah dia naik konten Itu penjualan setnya Tiba-tiba 130 Uuuuh 130 Dari yang seminggu 30 Ini sehari 130"
Fenomena Karyawan "Strawberry Generation" [0:00]
- Pembicaraan beralih ke fenomena sulitnya mencari karyawan yang loyal dan berdedikasi.
- Banyak pemilik bisnis mengeluhkan karyawan yang mudah menyerah atau memiliki ekspektasi terlalu tinggi.
- Harbi dan narasumber berdiskusi tentang penyebab dan solusi dari masalah ini.
"Karyawan keluar masuk Susah Baru kerja sebentar Mindsetnya udah digaji Kayak bos Habis itu Dia Baru kerja sehari Dua hari Pulang kampung Kayak begitu-begitu tuh"
Solusi Mendapatkan Karyawan yang Tepat [0:00]
- Harbi membagikan pengalamannya dalam merekrut karyawan.
- Ia menekankan pentingnya memiliki proses hiring yang jelas, KPI yang tepat, dan onboarding yang baik.
- Dengan sistem yang baik, ia merasa lebih jarang menemukan karyawan yang kurang kompeten.
"Ketika kita punya hiring yang Lebih jelas Kita punya flow hiring Lebih jelas Contoh tes-tes yang lebih efektif Lalu kita juga punya Pas lagi probation KPI-KPI yang tepat Saya merasa Belakangan lebih jarang sih Ketemu karyawannya"
Bisnis Sepatu Basket Boller Bro [0:00]
- Harbi memperkenalkan bisnis utamanya, Boller Bro, sebuah brand sepatu basket lokal.
- Ia memulai bisnis ini karena keprihatinan terhadap cedera pemain basket akibat kurangnya perlengkapan yang aman dan terjangkau.
- Boller Bro memproduksi sepatu, pelindung, dan pakaian olahraga basket.
"Aku pengen punya brand Yang kayak memang bisa helpful Supaya Orang-orang tuh Atlet-atlet muda tuh Bisa Lebih jarang cedera"
Inovasi dan Keterjangkauan Produk Boller Bro [0:00]
- Boller Bro menawarkan produk berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan brand luar.
- Mereka memiliki berbagai ukuran sepatu, termasuk untuk kaki lebar, dan juga produk pelindung seperti knee pad dan elbow pad.
- Brand ini telah digunakan oleh beberapa pemain profesional dan Timnas.
"Dan kita juga ada Tiga offline store Sekarang Wah ngeri Size banyak itu Berarti lu Itu punya molding sendiri Dari China"
Perbandingan Bisnis FNB dan Produk Olahraga [0:00]
- Harbi membandingkan tantangan bisnis FNB yang berisiko basi dengan bisnis produk olahraga.
- Ia mengakui bahwa FNB memiliki risiko produksi yang lebih tinggi.
- Namun, ia tetap melihat potensi besar di kedua sektor jika dikelola dengan baik.
"Yang perlu di Titik beratkan Yang hati-hati adalah Ketika yang udah ngeluarin Produksi gitu loh bro Contoh Memang kalau e-book Ada produksiannya Tapi kan gak basi ya Betul"
Perjalanan Harbi: Dari Bali ke India, Membantu UMKM Global [0:00]
- Harbi tidak hanya membantu UMKM di Indonesia, tetapi juga di luar negeri.
- Ia pernah membuat konten tentang restoran Indonesia yang sepi di Bali, Tiongkok, dan bahkan India.
- Pengalaman traveling ini memperkaya wawasan dan kreativitasnya sebagai entrepreneur.
"Aku merasa kalau masih Buddha Travel-travel yang Unik-unik tuh Lebih ini ya Lebih enak aja gitu Melakukan kalau pas Sebelum Inilah Sebelum menjadi lebih tua gitu"
Kriteria Meminta Bantuan dan Keterbukaan Harbi [0:00]
- Harbi menekankan bahwa ia tidak memungut biaya untuk membantu UMKM yang benar-benar sepi.
- Ia menerima masukan melalui komentar atau DM, namun tidak selalu bisa merespon cepat.
- Ia juga terbuka untuk kolaborasi konten dengan UMKM lain.
"Jadi Tapi Ya Gak selalu bisa langsung cepat Didatengin ya Karena kan tergantung Situasi juga Tapi Tulis aja nanti Pasti Aku akan Sebisa mungkin Aku akan coba Untuk bisa Datangin"
Tips untuk UMKM: Jaga Kualitas dan Terus Berinovasi [0:00]
- Harbi memberikan tips kepada UMKM untuk selalu menjaga kualitas produk.
- Ia juga menyarankan untuk terus belajar tentang marketing era digital dan berani berinovasi.
- Kualitas produk yang baik adalah kunci utama agar pelanggan kembali.
"Pasti sih Kalau pendapat saya sih Untuk UMKM UMKM Pasti produk kalian juga yakin Dengan produk kalian Produk kalian oke Pasti kayak Kalau misalnya makanan Sebisa mungkin Pasti produknya Di improve terus"
Bocoran Konten Mendatang dan Kolaborasi [0:00]
- Harbi memberikan bocoran bahwa ia akan segera merilis konten tentang restoran Thai food, ramen, ayam bakar, dan kopi shop.
- Ia juga berencana untuk melakukan perjalanan ke luar kota untuk membantu UMKM di daerah lain.
- Harbi mengajak penonton untuk memberikan saran restoran sepi yang perlu ia bantu.
"Nanti ada beberapa Restoran luar kota Yang mau aku up juga Sama ada beberapa Restoran-restoran yang Sekala sekarang tuh Mulai banyak ini juga Temen-temen yang nge-comment juga ya"