Modal Ilmu dari Mertua, Usaha Jajanan Pagi Ini Bertahan 22 Tahun Tanpa Hutang
PecahTelur
67,362 views • 9 months ago Save 13 min 8 min read
Video Summary
Pasangan suami istri ini memulai usaha berjualan kue dan nasi keliling setelah sang suami menganggur selama setahun. Berawal dari modal R3.000 pada tahun 2003, mereka gigih berusaha hingga akhirnya mendapat tempat berjualan yang lebih stabil. Kunci keberhasilan mereka adalah kejujuran, pelayanan yang baik, dan tidak memiliki hutang. Mereka juga menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua dan mengajarkan kedisiplinan kepada anak-anak. Salah satu fakta menariknya adalah bahwa pendapatan harian mereka, saat ramai, bisa mencapai Rp500.000 di masa lal
Short Highlights
- Memulai usaha jualan kue dan nasi keliling dengan modal awal Rp3.000 pada tahun 2003.
- Suami pernah menganggur selama satu tahun setelah menikah, membuat istri berjualan nasi keliling.
- Kunci sukses utama adalah tidak memiliki hutang, kejujuran, dan pelayanan yang baik kepada pelanggan.
- Pendapatan harian saat ramai bisa mencapai Rp500.000.
- Memiliki cita-cita untuk memiliki usaha di rumah sendiri dengan lahan yang luas agar tidak perlu lagi berpindah-pindah tempat berjuala
Key Details
Awal Mula Usaha dan Tantangan Menganggur [00:02]
- Sang suami mengalami masa menganggur yang berat selama sekitar satu tahun setelah menikah, sementara istrinya berjualan nasi keliling.
- Keinginan untuk berwirausaha muncul setelah mendapat izin dari mertua untuk berjualan jajanan.
- Modal awal berjualan pada tahun 2003 hanya sebesar Rp3.000.
- Ada rasa takut dan tidak bisa tidur karena memikirkan hutang dan kewajiban pembayaran, berbeda dengan jika mengonsumsi makanan sederhana yang tidak menimbulkan beban pikiran.
- Prinsip utama adalah hidup secukupnya, membeli jika mampu, dan tidak memaksakan diri jika tidak bisa.
"Tapi saya ndak suka tapi utangnya Mas dari dulu ndak suka."
Perjalanan Bisnis dan Dukungan Mertua [01:10]
- Nama pasangan ini adalah Gigir Yuono dan Siti Aminah, berasal dari Tulungagung.
- Aktivitas sehari-hari adalah berjualan kue, jual beli motor, dan juga berjualan burung perkutut.
- Usaha utama adalah berjualan kue, yang awalnya dijalankan oleh mertua.
- Suami sempat bekerja di pabrik sepatu dengan banyak libur, yang kemudian memotivasinya untuk ikut berjualan kue.
- Mertua mengajarkan cara berjualan keliling dan membelikan gerobak serta sepeda untuk berjualan nasi.
- Awalnya berjualan nasi dengan gerobak ditarik sepeda, dengan istri yang menyiapkan nasi dan suami yang berkeliling berjualan.
- Pendapatan awal saat jualan kue pada tahun 2003 sekitar Rp33.000.
Perkembangan Usaha dan Pindah Lokasi [03:04]
- Pengalaman awal berjualan memberikan rasa senang meskipun penghasilan masih kecil.
- Suami sempat bekerja dengan orang lain dan mendapat upah Rp10.000 per hari, yang membuatnya merasa jualan lebih menguntungkan.
- Berjualan keliling naik becak selama kurang lebih 10 tahun di area Patian dan pasar sore.
- Mendapatkan tempat berjualan di area perkantoran dan akhirnya mendapat "rumah" (tempat tetap) di sana.
- Pernah mengalami kesulitan saat berjualan di trotoar karena razia Satpol PP, sehingga mencari tempat baru.
- Akhirnya mendapat izin untuk berjualan di depan sebuah ruko setelah bertanya kepada pemiliknya.
"Akhirnya saya tanya depan itu, 'Cik, apa boleh cik saya jualan di depan rumahnya sampean?' Ya ndak apa-apa gitu akhirnya."
Variasi Produk dan Skala Penjualan [05:20]
- Penjualan dilakukan dengan sistem antar pesanan, seperti kirim roti kukus dan onde-onde, dengan jumlah bervariasi per pesanan.
- Total jumlah item kue yang terjual bisa mencapai ribuan dalam berbagai jenis seperti roti kukus, onde-onde, bikang, dan pastel.
- Besaran pesanan bervariasi, dari 20 hingga 80 item per pesanan.
Pengalaman Menjadi Guru dan Fokus Bisnis [06:00]
- Dari hasil berjualan, suami sempat mengenyam pendidikan hingga menjadi guru (GTT) selama 8 tahun.
- Merasa proses pengangkatan menjadi guru tetap memakan waktu lama, sehingga memutuskan untuk fokus kembali ke bisnis jualan.
- Keputusan untuk keluar dari GTT dilakukan agar bisa menerima semua jenis pesanan, termasuk kerdusan dan nampan, untuk menghindari kerugian.
- Menerima pesanan dari berbagai instansi, termasuk kantor polisi.
- Meskipun bangga menjadi guru karena interaksi dengan anak-anak, bisnis jualan memberikan keleluasaan waktu.
- Suami memegang peran makelar dan mencari peluang usaha lain, sementara istri fokus mengurus pesanan kue.
"Uang itu ndak bisa dinilai, Mas. Tapi ii kebanggaan kalau jadi guru itu kan seperti suka gitu loh sama anak-anak gitu."
Refleksi Kegagalan dan Titik Balik [07:21]
- Mengulang cerita tentang masa menganggur setelah menikah dan betapa beratnya situasi tersebut, hingga menangis karena sulit mencari pekerjaan.
- Pertemuan dengan mertua membuka jalan untuk berjualan jajanan.
- Awalnya mengambil jajanan dari nenek yang berjualan tape, kemudian mengembangkan jenis kue sendiri seperti roti dan dadar gulung.
- Pendapatan harian saat ramai bisa mencapai Rp500.000.
- Harga jajanan dibuat terjangkau, sekitar Rp100 hingga Rp250 per item, untuk memastikan pelanggan kembali.
- Keuntungan dari nasi dan lauk pauk bisa mencapai Rp500-Rp1.000 per porsi, namun tetap mengutamakan harga yang wajar agar tidak memberatkan pelanggan.
Pelayanan dan Hubungan Pelanggan [08:54]
- Pelayanan yang baik menjadi kunci utama dalam berjualan.
- Setiap pelanggan diperhatikan dan ditanya asal-usulnya untuk membangun kedekatan.
- Pelanggan merasa puas dan cenderung kembali karena perhatian yang diberikan.
- Perbedaan dengan penjual lain adalah perhatian personal yang diberikan kepada setiap pelanggan.
"Pelayanan itu p setiap orang saya perhatikan saya tanya dari mana ngono gitu marem mas jadi lama nak ke sini padahal kemarin sudah datang karguyon jadi gitu wis mar kalau beli kan beli di mana-mana kan setiap makan yo wis bayar sudah tapi lek saya kan mesti selalu saya tanyakan tapi perhatikan."
Inisiatif Produksi dan Pengelolaan Stok [09:26]
- Roti gulung dan sepiku dibuat sendiri jika ada pesanan, namun jika tidak ada, mereka menganggur.
- Uang hasil penjualan ditabung setiap minggu.
- Prinsip tidak boros dan tidak memiliki hutang menjadi pegangan.
- Keinginan memiliki motor dicapai dengan menabung terlebih dahulu.
- Pengelolaan keuangan yang baik, dengan prinsip bahwa untuk membeli sesuatu, harus ada uangnya, bukan berhutang.
Strategi Investasi dan Keuangan Jangka Panjang [10:57]
- Pentingnya memiliki passive income untuk masa depan, seperti menyewakan rumah yang dibeli dari hasil tabungan.
- Membeli properti seharga Rp125 juta untuk dikontrakkan sebagai bentuk investasi.
- Menekankan untuk membeli sesuai kemampuan dan tidak berhutang.
"Jadi kalau sudah nabung banyak, Pak, kita itu harus punya passif income, punya sesuatu kalau kita sakit bisa bekerja sendiri."
Ketakutan Akan Hutang dan Kemampuan Mengontrol Diri [11:27]
- Tidak memiliki hutang sama sekali sejak awal usaha.
- Rasa takut berhutang sangat besar, sampai tidak bisa tidur memikirkan konsekuensinya.
- Lebih memilih untuk menahan diri dan tidak membeli barang jika tidak mampu, daripada berhutang.
- Anak-anak diajarkan untuk tidak menuntut barang jika orang tua tidak mampu.
Prinsip Kejujuran dan Empati dalam Bisnis Titipan [12:15]
- Menerima titipan barang dari pedagang lain, bahkan jika modelnya kurang menarik.
- Pengalaman pribadi dititipkan barang ke pedagang lain menjadi pengingat untuk berempati.
- Setiap barang titipan dicatat dan dikelola dengan baik, dengan pembayaran dilakukan setelah barang laku.
- Syarat utama adalah uang hasil penjualan harus diambil pada hari yang sama, tidak mau menyimpan uang orang lain.
"Jadi setiap orang nitip itu saya terima bah itu modele elek kan nanti mundur-mundur sendiri itu diterima setelah itu nanti sisanya setelah subuhan kan saya ke sana itu dititipkan nanti buat buku titipnya berapa harganya berapa bukunya ditumpuk ditumpuk di rumah saya."
Keterbatasan Produksi dan Fokus Pesanan [14:42]
- Tidak memproduksi barang tanpa pesanan khusus, seperti ruduk, karena keterbatasan waktu dan tenaga.
- Produksi roti gulung dan sepiku hanya dilakukan jika ada pesanan karena di rumah juga repot mengurus kardus dan membantu berjualan.
Kepercayaan dan Strategi Penjualan Barang Titipan [15:00]
- Menjelaskan konsep kepercayaan dalam bisnis titipan, yaitu bahwa barang tidak akan habis jika dikelola dengan baik.
- Bagi yang tidak percaya, akan ditunjukkan sisa barang titipan mereka.
- Pelanggan yang percaya akan mengikuti saran dan keputusan yang diambil.
- Adanya testimoni dari mulut ke mulut yang membantu menyebarkan informasi tentang tempat jualan.
Keputusan Keluar dari GTT dan Fokus Pada Istri [15:51]
- Alasan istri harus mundur dari status GTT adalah karena uang hasil jualan tidak ada yang menunggu saat diantar ke sekolah-sekolahan.
- Dengan istri menunggu uang, suami menjadi lebih tenang dan fokus berjualan.
- Kepala sekolah memahami situasi tersebut dan memberikan izin kepada istri untuk berhenti.
"Lah uang itu bingung saya. Akhirnya istri saya itu saya nunggu."
Kunci Sukses: Berbakti dan Kedisiplinan [16:22]
- Kunci sukses utama adalah berbakti kepada orang tua.
- Suami tidak pernah membantah orang tuanya, terutama ibu.
- Istri juga membantu ibunya yang seorang janda.
- Mengajarkan kedisiplinan yang keras kepada anak-anak, tidak mudah menuruti permintaan mereka meskipun mampu membelikan.
- Prinsip "kerja dulu" ditanamkan kepada anak-anak.
Pendidikan dan Pemberdayaan Anak [17:39]
- Kuliah dianggap sebagai penambah pengetahuan, bukan jaminan pekerjaan.
- Anak-anak diarahkan untuk berwirausaha, dengan memberikan alat dan pelatihan.
- Prinsip "memberikan pancing daripada membelikan ikan" diterapkan untuk kemandirian anak.
- Pentingnya perempuan untuk membantu suami dan tidak menganggur.
"Wong wedok i ora oleh nganggur kudu ngewangi sing lanang. Nganggur bagaikan roda yang nyeret kan seret toh, Mas."
Rencana Masa Depan dan Prinsip Hidup Sederhana [18:29]
- Rencana masa depan adalah memiliki usaha di rumah sendiri dengan lahan yang luas agar tidak perlu lagi berpindah-pindah.
- Mengutamakan kesederhanaan dan hidup sesuai kemampuan, tidak pamer atau bergaya.
- Kejujuran dalam mengelola keuangan adalah kunci penting.
- Tidak mengambil hak orang lain dan fokus pada apa yang dimiliki.
Manajemen Keuangan dan Kepercayaan [19:30]
- Membayar barang yang datang secara tunai, baik itu barang pesanan maupun titipan.
- Hal ini membuat pelanggan senang dan percaya, karena mereka menerima uang mereka segera.
- Menghindari penundaan pembayaran agar tidak menimbulkan kecurigaan.
"Barang pesanan datang saya beri. Kan senang Mas. Kecuali lak barangnya sudah datang uangnya gak saya kasih. Kan mikir loh Pak Geger kok ngene-ngene kan mikir."
Penutup dan Informasi Penjual [20:29]
- Pernyataan penutup dari Ibu Siti dan Bapak Gigir sebagai penjual kue.
- Alamat penjual adalah di Tulungagung, di barat Telkom dan di Jalan Igus Ngurah Rai, tepatnya di perempatan Rumah Sakit Bayangkara ke bara