Menu
KARHUTLA GAMBUT SUDAH TIDAK TERSELAMAKTKAN⁉️ - Iqbal Damanik

KARHUTLA GAMBUT SUDAH TIDAK TERSELAMAKTKAN⁉️ - Iqbal Damanik

CERITA UNTUNGS

15,918 views • 3 days ago Save 33 min 23 min read

Video Summary

Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia terus berulang setiap tahun, terutama di wilayah gambut yang rusak parah. Meskipun ahli telah memprediksi dan mengingatkan akan potensi bencana ini, termasuk dampak dari fenomena 'Godzilla El Niño', respons pemerintah dinilai lambat dan masih menggunakan metode lama seperti mencari kambing hitam alih-alih restorasi gambut yang efektif.

Ahli kebakaran hutan dan gambut di Indonesia sangat banyak, bahkan beberapa terlibat dalam forum internasional seperti IPCC. Namun, masukan mereka sering kali tidak didengar oleh pembuat kebijakan. Alih-alih fokus pada restorasi dan perlindungan lingkungan, pemerintah justru dinilai lebih berpihak pada korporasi besar melalui pemberian izin ekstraktif yang masif. Hal ini memperburuk kondisi gambut, meningkatkan risiko kebakaran, dan mengancam kesehatan masyarakat serta masa depan generasi mendatang.

Short Highlights

  • Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia terjadi berulang setiap tahun, terutama di wilayah gambut.
  • Ahli kebakaran hutan dan gambut di Indonesia sangat banyak, namun masukan mereka sering tidak didengar.
  • Fenomena 'Godzilla El Niño' memperparah kondisi kekeringan dan risiko kebakaran.
  • Pemerintah dinilai lambat dalam merestorasi gambut dan lebih berpihak pada korporasi besar.
  • Kebakaran hutan berdampak buruk pada kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.
  • Deforestasi terus terjadi, mengurangi luasan hutan yang tersisa di Indonesia.
  • Solusi utama adalah restorasi gambut dan perubahan pola pikir ekstraktif.

Key Details

Gambut yang Rusak Sulit Direstorasi [0:19]

  • Gambut yang sudah kering sulit untuk direstorasi atau diperbaiki agar kembali subur di tahun berikutnya.
  • Indonesia pernah memiliki Badan Restorasi Gambut, namun badan tersebut dikritik karena tidak memaksa perusahaan melakukan restorasi.
  • Badan Restorasi Gambut dan Mangrove kemudian dibubarkan.

    Tapi paling tidak dengan adanya badan restorasi gambut ini ada langkah-langkah untuk merestorasi gambut.

Kebakaran Meluas ke Sumatera [1:34]

  • Kebakaran hutan tidak hanya terjadi di Kalimantan, tetapi juga meluas ke wilayah Sumatera, seperti Riau.
  • Riau merupakan episentrum kebakaran hutan sejak dulu dan diharapkan tidak menjadi episentrum kembali.
  • Wilayah lain yang juga terdampak termasuk Lampung, Surabaya, dan Lombok.

    Loh guys jadi kebakaran nih ya kita ingetin dulu. Kebakaran bukan cuma di Kalimantan. Kebakaran sekarang udah di darah Sumatera.

Gambut Terbakar Sulit Dipadamkan [2:30]

  • Memadamkan api di lahan gambut sangat sulit, bahkan dengan sumber daya pemadaman yang melimpah.
  • Berbeda dengan tanah mineral, gambut membutuhkan waktu lebih lama untuk dipadamkan.
  • Teknik pemadaman di gambut berbeda dengan di Amerika atau Eropa.

    Tapi kita tahu bahwa ada beberapa titik-titik ya. Di beberapa kabupaten di Riau yang sekarang terjadi kebakaran hutan.

Kurangnya Pemahaman Pejabat tentang Gambut [3:11]

  • Edukasi mengenai perbedaan dampak kebakaran gambut dengan tanah lain tampaknya tidak dimiliki oleh para pejabat terkait.
  • Padahal, ahli kebakaran hutan dan gambut di Indonesia sangat banyak, tersebar di kementerian, BRIN, IPB, dan universitas.
  • Prediksi kebakaran hutan gambut sebesar ini sudah dilakukan sejak tahun lalu oleh institusi pemerintah sendiri.

    Tapi kebakaran hutan dan lahan di Indonesia itu ada di wilayah gambut.

Prediksi Kebakaran yang Diabaikan [4:17]

  • BMKG telah memprediksi akan terjadinya panas ekstrem akibat heatwave yang masuk ke wilayah Indonesia.
  • Seharusnya, jika kebakaran bisa diprediksi, dampaknya bisa diminimalisir.
  • Kebakaran yang terjadi setiap tahun seharusnya bisa dicegah dengan antisipasi yang tepat.

    Jadi sebenarnya sangat bisa diprediksi gitu. Dan harusnya kalau seandainya bisa diprediksi, mungkin kebakaran hutan dan lahannya mungkin akan tetap terjadi.

Kerusakan Gambut sebagai Akar Masalah [5:15]

  • Kebakaran hutan dan lahan selalu terjadi di wilayah gambut yang sama, menunjukkan bahwa gambut sudah rusak.
  • Hampir semua kebakaran hutan adalah area yang terulang (repeated burn area).
  • Krisis iklim dan fenomena 'Godzilla El Niño' memperparah kondisi.

    Jadi kalau seandainya ini gambutnya itu baik, gini. Kebakaran hutan dan lahan ini sesimpel bahwa gambut kita udah rusak.

Lingkaran Setan Krisis Iklim [6:00]

  • Krisis iklim akibat emisi besar menyebabkan cuaca ekstrem (bencana hidrometeorologis).
  • 'Godzilla El Niño' menggambarkan panas ekstrem yang akan memperbesar kebakaran.
  • Kebakaran gambut menghasilkan emisi lagi, memperparah suhu panas, menciptakan siklus.

    Jadi terjadi krisis iklim. Yang diakibatkan oleh emisi yang sangat besar. Dan bentuknya adalah extreme weather event.

Simplifikasi Masalah dan Kriminalisasi Masyarakat [7:39]

  • Pendekatan yang salah adalah menyalahkan masyarakat adat atau orang yang memancing karena merokok.
  • Persoalan sebenarnya adalah kerusakan dan kekeringan gambut yang parah.
  • Restorasi gambut membutuhkan waktu yang lama, namun pembasahan bisa dilakukan dengan cepat.

    Padahal persoalan sebenarnya nggak di situ. Persoalan sebenarnya adalah gambut kita sudah sangat rusak dan sangat kering gitu mas.

Pembubaran Badan Restorasi Gambut [8:41]

  • Badan Restorasi Gambut dibubarkan pada tahun 2025.
  • Muncul pertanyaan apakah dana untuk pengendalian kebakaran hutan dan lahan dipotong, sehingga kemampuan restorasi maksimal tidak tercapai.
  • Anggaran untuk restorasi ada, tetapi pertanyaannya adalah apakah cukup dan mampu mencegah kebakaran sebesar sekarang.

    Tapi badan ini dibubarkan sama Pak Prabowo mas tahun 2025 melalui keputusan sesnek kalau tidak salah ya ada surat keputusannya bahwa beliau memubarkan badan ini.

Teknik Restorasi Gambut [10:00]

  • Restorasi gambut membutuhkan waktu lama, namun pembasahan bisa dilakukan dengan cepat.
  • BRGM memiliki tiga cara restorasi: rewetting (pembasahan), revegetasi (penanaman kembali), dan pemanfaatan ekonomi.
  • Gambut harus tetap basah agar tidak kering kembali, misalnya dengan menutup kanal.

    Pertama adalah rewetting, pembasahan, kemudian meristur atau penanaman revegetasi atau melakukan penanaman lilai gambut.

Penyebab Kebakaran di Berbagai Wilayah [11:49]

  • Sekitar 80% wilayah kebakaran hutan dan lahan berada di wilayah gambut.
  • Kebakaran di Palembang disebabkan asap dari wilayah gambut di OKI.
  • Kebakaran di Wekambas terjadi karena lahan yang sudah dibuka sebelumnya, bahkan dulunya HPH.

    Tapi kalau kita lihat hampir 80% wilayah yang kebakaran hutan dan lahan ini adalah berada di wilayah gambut gitu Mas.

Dampak El Niño dan Heatwave [13:40]

  • Fenomena 'Godzilla El Niño' atau panas yang sangat tinggi mempercepat penyebaran api.
  • Kebakaran di Lombok dan Surabaya juga dipengaruhi oleh panas ekstrem.
  • Di wilayah tanpa gambut seperti Papua atau NTT, kebakaran terjadi di savana besar atau area kering.

    Tapi kalau untuk yang di Lombok, yang di Desa Sade, saya juga belum punya informasi sih ya Mas. Apakah dia disebabkan dari adanya kebakaran di satu rumah lalu kemudian merembet.

Titik Api di Kalimantan dan Dampak Lintas Batas [15:35]

  • Titik api (hotspot) menyebar di seluruh Kalimantan, terutama di wilayah gambut terbesar seperti Kalimantan Barat.
  • Kebakaran di Kalimantan berpotensi berdampak ke negara tetangga seperti Sarawak, Malaysia, dan Singapura.
  • Indonesia memiliki ASEAN Agreement on Transboundary Haze untuk mengatasi masalah asap lintas batas.

    Jadi titik-titik api ini menyebar di beberapa wilayah gitu ya. Dan hampir kita lihat, kalau kita lihat titik apinya hampir disuruh Kalimantan tertutup.

Kebakaran yang Terus Berulang [18:00]

  • Kebakaran hutan dan lahan akan terus terjadi setiap tahun di wilayah gambut yang sama.
  • 'Godzilla El Niño' hanya memperbesar dampaknya, bukan penyebab utama.
  • Tanpa restorasi gambut, siklus kebakaran akan terus berlanjut.

    Jadi gini, kalau untuk melihatnya di lapangan ya, misalnya terjadi kebakaran hutan dan lahan, tapi dalam situasi yang masih ada hujan, jadi bisa segera terselesaikan.

Solusi Restorasi dan Perlindungan Konsesi [20:00]

  • Solusi utama adalah merestorasi dan mengembalikan fungsi gambut.
  • Perlu dilakukan tinjau ulang konsesi, mengeluarkan wilayah gambut yang mungkin dilindungi, dan mewajibkan perusahaan melakukan perlindungan mutlak.
  • Tindakan membakar lahan bisa jadi untuk membuat lahan baru bagi pertanian tertentu, seperti sawit.

    Ya, berarti memang solusinya adalah bagaimana kita merestore, mengembalikan fungsi dari gambut tadi, gitu kan.

Dampak Ekstraktivisme dan Hutang Ekologis [22:49]

  • Bencana hidrometeorologis adalah hutang ekologis dari kelakuan ekstraktif di masa lalu.
  • Indonesia memiliki banyak ahli klimatologi yang terlibat dalam forum PBB (IPCC).
  • Namun, masukan para ahli ini seringkali tidak didengarkan oleh pembuat kebijakan.

    Jadi kita sedang membayar hutang-hutang ekologis. Dan itu kenapa kami, saya, dan kawan-kawan selalu bersuara untuk cukupkan melakukan ekstraktifisme ini dan cukupkan dengan apa yang sudah ada karena suatu saat hutang ekologis ini juga akan kita bayar sebenarnya dan yang menjadi korbannya adalah generasi-generasi sebelum kita yang akan hidup di muka bumi ini.

Keterbatasan Birokrasi dan Kebutuhan Pemimpin Pro-Lingkungan [25:50]

  • Ahli banyak, kejadian berulang, menunjukkan adanya hambatan birokrasi atau ketidakpedulian.
  • Dibutuhkan pemimpin yang pro-lingkungan dan tidak menjadikan sumber daya alam sebagai satu-satunya topangan ekonomi.
  • Krisis iklim sudah terjadi, bukan lagi perubahan iklim, dan dampaknya bisa berlipat ganda.

    Menurut saya disinilah kita sebenarnya butuh pemimpin yang memiliki pro terhadap lingkungan-lingkungan hidup. Dan tidak meletakkan hutan, laha, hutan dan lahan, batubara, nikel, itu sebagai topangan ekonomi kita.

Penanganan Kebakaran yang Masih Metode Lama [28:00]

  • Penanganan kebakaran masih menggunakan metode lama, yaitu mencari tersangka.
  • Kebijakan pemerintah yang memberikan izin pembukaan lahan juga berkontribusi pada kebakaran.
  • Greenpeace sering menyalahkan pemerintah karena memiliki kewenangan untuk melindungi gambut.

    Salah satunya adalah dengan mencari tersangkanya, dengan mencari orangnya. Padahal situasinya adalah memungkinkan sebenarnya kebijakan atau kebakaran hutan.

Keberpihakan pada Korporasi [30:30]

  • Sebagian besar hutan Indonesia telah diberikan kepada korporasi untuk industri berbasis lahan seperti hutan tanaman industri, kelapa sawit, dan pertambangan.
  • Pemerintah lebih berpihak pada korporasi besar daripada masyarakat kecil.
  • Contoh kasus perusahaan di Sumatera Selatan yang didenda besar namun kemudian dikurangi melalui proses hukum.

    Tapi kalau kita lihat kita buat kita overlay wilayah-wilayah ekstraktivisme industri berbasis lahan ya mas mulai dari hutan tanaman industri lalu kemudian pertambangan lalu perkubunan kelapa sawit hutan-hutan kita itu sebenarnya udah tertimpa-timpa jadi kalau kita menyebut bahwa kita punya hutan sangat luas sekali kita gak tahu sebenarnya itu suatu saat akan berubah menjadi tidak hutan lagi dan terdeforestasi kenapa?

Dampak Kesehatan dari Kebakaran [34:00]

  • Kebakaran hutan menghasilkan partikel halus (PM2.5) yang berbahaya bagi kesehatan.
  • Partikel ini dapat menyebabkan ISPA jangka panjang, infeksi pada janin, dan menurunkan kemampuan kognitif.
  • Mencegah kebakaran hutan penting untuk menciptakan masyarakat yang cerdas.

    Dan ketika ini sudah masuk ke tubuh manusia itu membuat kita bisa itu bisa membuat kita sakit ispa dalam jangka yang panjang bahkan anak-anak yang ada di dalam rahim tempat teraman di muka bumi ini itu akan bisa terinfeksi lalu kemudian bisa menyebabkan kematian gini dan yang paling parah adalah berkurangnya kemampuan kognitif jadi kalau kita mau masyarakat Indonesia ini cerdas kita mau anak-anak kita cerdas salah satunya adalah tidak hanya dengan memberikan mereka makan NBG tapi dengan mencegah kebakaran hutan dan wata

Luasan Hutan Tersisa dan Alih Fungsi [35:50]

  • Indonesia memiliki sekitar 90 juta hektare hutan tersisa, menjadikannya negara ketiga terbesar pemilik hutan rainforest setelah Amazon dan Kongo.
  • Hutan rainforest Indonesia memiliki kemampuan penyimpanan karbon yang jauh lebih besar.
  • Alih fungsi hutan terbesar adalah untuk industri berbasis lahan: hutan tanaman industri, kelapa sawit, dan pertambangan.

    Tapi kalau kita lihat total total remaining forest ya hutan tersisa saat ini tuh 90 jutaan 90 jutaan yang remaining ya sisa hutan tersisa artinya yang masih yang masih dalam bentuk hutan jadi kita kan punya dua istilah yang kawasan hutan itu belum tentu berhutan semuanya tapi kalau kita sebut hutan atau hutan tersisa itu sekitar 90 jutaan sebenarnya itu angka yang besar kan mas dan kita tuh terbesar ketiga kalau tidak salah ya dari negara rainforest lainnya dan kita tuh rainforest ya mas bukan sekedar hutan boreal ya rainforest itu tuh penyimpanan karbonnya jauh lebih lebih besar jadi kalau jadi yang pertama itu adalah Amazon lalu kemudian Kongo Basin lalu kemudian Indonesia dan Indonesia itu Kalimantan dan Papua jadi dan tiga tiga ini adalah apa namanya paru-paru dunia dunia tadi jadi bayangkan mas kalau seandainya cara pikir pemerintah kita masih ekstraktif 90 juta ini mungkin akan berkurang setiap tahun bukan mungkin hampir bisa dipastikan berkurang setiap tahun untuk ketika kita melihat data bahwa hampir deforestasi di Indonesia itu di angka rata-rata itu 200-400 ribu hektare setiap tahun

Nilai Ekonomi dan Ekologi Gambut [38:00]

  • Gambut merupakan sumber protein bagi masyarakat lokal, terutama ikan.
  • Kanal-kanal di wilayah gambut digunakan untuk menangkap ikan.
  • Menganggap gambut sebagai lahan tidur adalah pemahaman yang ekstraktif.

    Gambut itu sumber protein mas banyak ikan di sana bawah itu banyak ikan itu masya Allah mas kalau mau makan ikan air tawar yang enak itu ya digambut mas kemudian itu besar-besar dan banyak kalau kita tahu gambut itu tempat protein masyarakat di orang yang tinggal di sekitar hutan dan sekitar gambut jadi bahkan wilayah-wilayah gambut itu menjadi makanya disebut sebagai wilayah kelola rakyat atau ruang hidup mas kan kita berpikir bahwa gambut ini gak ada gunanya kan mas banyak yang ngomong kayak gitu lahan tidur gitu padahal memang mereka gak tinggal di situ mereka tidak nanam padi di situ mereka nanam padi di tempat lain mereka tinggal di tempat lain tapi itu adalah tempat yang mereka kunjungin untuk mereka mendapatkan protein ikan dan sebagainya mereka karena kan gak ada pasar di sana ada pasar tapi tentu mereka kalau mau butuh mereka mancing mereka ngambil makanya mas banyak kanal-kanal di wilayah Sumatera Selatan Lampung yang di dalam gambut itu itu ya memang mereka untuk menangkap menangkap ikan jadi itu mas jadi belum lama saya lihat si postingan viral yang ngobrolin mengenai masalah ini kalau gambut itu bukan sesuatu yang penting gitu ya dan ternyata langsung dibuktikan oleh alam dalam waktu beberapa waktu saja langsung beberapa ini bu ketakutannya disitu ya mas aku sering sekali saya sering sekali berharap bahwa para orang-orang yang mengikuti isu-isu krisis iklim klimatologi bencana ini omongannya sering salah tapi ternyata omongannya sering benar bukan omongannya yang benar tapi alam akhirnya membuktikan sendiri untuk memberitahu kita bahwa kalau kita mengeksploitasi berlebihan dan tidak tahu kapan cukup maka kita harus membayar hutang ekologis jadi kita mungkin akan berpikir bahwa nah aku mau mention ini juga ya mas ada satu menteri yang bilang bahwa dia menyulap satu juta lahan tidur gambut dan rawa di Kalimantan Tengah dan menjadi lahan produktif untuk menanam panu inilah pemahaman yang sangat ekstraktif sekali dan fakta membuktikan mas kebakaran hutan dan lahan salah satu yang terbesar bahkan yang terbesar di Indonesia itu di tahun 97 ya tahun 97 itu 50% lebih dari 50%nya berada pada lahan yang dibuka untuk penanaman sawah dan padi pada masa suhat gitu jadi fakta sebenarnya udah sejarah data fakta udah memberitahu kita bahwa udah mengingatkan kita jangan dibuka tapi kita selalu menganggap sesuatu yang tidak mendapat kita bukan kita yang mendapatkan ekonominya kita menganggap lahan itu adalah lahan tidur gitu ya sebenarnya kan di di keyakinan saya untuk mengatakan sesuatu ikro ya dibelajari atau dianalisa dan karena semuanya pengulangan kan sebenarnya sebenarnya sejauh ini semua itu cuma memahami pola sih kalau kita tidak dibilang memahami pola polanya sebenarnya udah kelihatan polanya udah seperti ini dan kalau kita tetap melakukan hal ini maka polanya akan terjadi lagi kalau kita akan mau gak seperti ini harus ada perubahan dalam pola itu kan gitu nah ini ini sepertinya hal yang lama-lama kalau ini adalah kejadian tahunan itu rasanya kayak seperti menormalisasi kebakaran ini adalah hal yang wajar jadi kayak musiman gitu udah kayak musim hujan atau kemarau kan gitu uniknya adalah kalau kalau kita masih menganggap bahwa hutan kita baru-baru dunia eh baru-baru negara ini kalau hujan kebanjiran kalau panas kekeringan ada Godzilla kebakaran gitu gak bisa jadi filter gitu atau juga mungkin gak memaksimalkan fungsinya nah kalau tadi Bang Iqbal bilang ada proses deforestasi di hutan kita udah berapa persen Bang totalnya yang Bang Iqbal tahu ya ya ya aku ada data detailnya ya Mas ya tapi nanti aku mungkin bisa kirimkan ya data data tabelnya ya aku takut salah di angka sih ya tapi kalau kita lihat kalau apakah kemudian remaining forest kita tuh masih bisa diandalkan kita tuh hampir punya sekitar 90 juta hutan tersisa di Indonesia dan itu masih mungkin ya itu yang tersisa dari sekitar itu kan 90 juta ya seratusan lebih dari dari kita tuh paling besar itu kita tuh kehilangan hutan itu rata-rata 400 pernah lalu pernah 3 jutaan dan itu angka yang sangat besar sekali tapi nanti aku bisa kirim ya data trend deforestasi tapi kalau kita mau lihat total kita hutan kita berapa sih totalnya kalau belum deforestasi awalnya lupa lagi nanti aku bisa kirim sih mas tapi kalau kita lihat total total remaining forest ya hutan tersisa saat ini tuh 90 jutaan 90 jutaan yang remaining ya sisa hutan tersisa artinya yang masih yang masih dalam bentuk hutan jadi kita kan punya dua istilah yang kawasan hutan itu belum tentu berhutan semuanya tapi kalau kita sebut hutan atau hutan tersisa itu sekitar 90 jutaan sebenarnya itu angka yang besar kan mas dan kita tuh terbesar ketiga kalau tidak salah ya dari negara rainforest lainnya dan kita tuh rainforest ya mas bukan sekedar hutan boreal ya rainforest itu tuh penyimpanan karbonnya jauh lebih lebih besar gitu jadi kalau jadi yang pertama itu adalah Amazon lalu kemudian Kongo Basin lalu kemudian Indonesia dan Indonesia itu Kalimantan dan Papua jadi dan tiga tiga ini adalah apa namanya paru-paru dunia dunia tadi jadi bayangkan mas kalau seandainya cara pikir pemerintah kita masih ekstraktif 90 juta ini mungkin akan berkurang setiap tahun bukan mungkin hampir bisa dipastikan berkurang setiap tahun untuk ketika kita melihat data bahwa hampir deforestasi di Indonesia itu di angka rata-rata itu 200-400 ribu hektare setiap tahun pengalih fungsian hutan buat apa aja sih yang paling 10 terbesar lah buat apa aja tuh ya yang paling besar itu adalah industri berbasis lahan pertama itu didorong sama hutan tanaman industri yang untuk pop and paper kita tuh makanya kita sebenarnya tidak menyebutnya hutan tanaman industri tapi kebun kayu itu dimulai dari jaman-jaman dulu ya mas 90-an ke atas lalu kemudian ada perusahaan kelapa sawit atau untuk membuka perkebunan kelapa sawit lalu di level berikutnya ada lalu kemudian di level berikutnya itu ada pertambangan jadi ini adalah tiga sektor ekonomi atau usaha yang berbasis yang berbasis lahan selebihnya itu kecil-kecil sebenarnya makanya makanya saya bilang tadi kita tuh sering sekali menyalahkan pekebun sering sekali menyalahkan masyarakat adang sering sekali menyalahkan orang yang membuka dengan lahan di bawah 2 hektare padahal persoalan utamanya gak di mereka tapi mereka yang kita tangkap mereka yang padahal mereka ini kan tulang-tulang punggung ekonomi jadi disini sebenarnya kita melihat keberpihakan pemerintah kita itu sebenarnya tidak pada masyarakat kecil tapi berpihak pada korporasi-korporasi besar saya buktikan ada satu perusahaan di Sumatera Selatan yang hari ini terbakar juga dan itu terbakar bertahun-tahun tahun 2015 2016 ya perusahaan ini pernah diputus diputus untuk didenda untuk melakukan pemulihan lingkungan 7,9 triliun 7,9 triliun lalu oleh KLHK KLHK menang dimenangkan dan mereka berkewajiban memberikan denda pemulihan itu sekitar 3,9 triliun eksekusinya atau kemudian mereka banding kalau tidak salah pada tingkat kasasi dan pengadilan tinggi perusahaan menang dan menjadi 78 miliar gendanya gendanya dan sampai sekarang beberapa teman-teman masih meminta data apakah uang itu sudah diserahkan dan sudah dilakukan melakukan pemulihan itu yang pertama mas berikutnya Greenpeace tahun lalu selama 2 tahun melakukan bugatan salah satunya perusahaan ini di Sumatera Selatan mas ada perusahaan ini kami meminta mereka bertanggung jawab karena mereka punya tanggung jawab karena mereka mendapatkan keuntungan dari kebakaran hutan ini tapi kita di kalahkan oleh pengadilan jadi bahkan warga negara yang bukan cuma Greenpeace ini sama masyarakat Palembang Oki dan di beberapa kampung kita melakukan menuntut perusahaan ini 3 perusahaan sebenarnya dan kita kalah bahkan kalah oh jadi di Kalimantan bahkan di Kalimantan Tengah tahun 2015 setelah keluar kebakaran hutan masyarakat Kalimantan Tengah mengeluarkan yang namanya citizen lawsuit Presiden Jokowi kalah waktu itu mas dan Presiden Jokowi dinyatakan bersalah dan bertanggung jawab terhadap kebakaran hutan tau gak mas apa yang dilakukan oleh pemerintah saat itu dipimpin oleh Presiden Jokowi karena waktu itu langsung Presidennya Presiden melakukan banding terhadap putusan itu dan beliau menolak untuk dipersalahkan lalu kemudian di tingkat kasasi masyarakat menang kembali lalu kemudian menang kembali lalu beliau waktu itu di kasasi menang lalu kemudian beliau mengajukan PK terhadap putusan itu dan masyarakat di ujungnya kalah dan memenangkan Presiden padahal masalah satu yang diminuta masyarakat Kalimantan Tengah adalah dibangunnya rumah sakit paru di Kalimantan Tengah karena mereka adalah epicentrum kebakaran terlindungan bayangkan mas jika pada saat itu Pak Jokowi bersedia menerima pengakuan bahwa pengadilan udah memutuskan dia kalah dan dia membangun rumah sakit paru bayangkan berapa banyak orang yang mungkin untuk bisa diselamatkan saat terjadi kebakaran dan lahan seperti saat ini tapi pemerintah kita menolak bahkan itu adalah keputusan pengadilan tadi boleh buat lawan disana akhirnya dibangun gak masyarakat paru setahu saya belum ada sampai sekarang sekarang kan kalah dikasasi di peninjauan kembali bukan dari situ tapi ada yang lain mungkin ada yang membangun gak sampai sekarang aku belum tahu ada rumah sakit khusus paru dari Kalimantan Tengah tapi setahu saya enggak ada belum ada ya rumah sakit khusus paru ya rumah sakit tentu ada di sana dan disini kan ya kita juga ngomong panjang lebar juga sepertinya terbentur sana-sini ya teman-teman semuanya seperti kita tahu ya saya rasa juga Bang Ibal juga banyak tertahan ngomongin Bang itu pengalihan-pengalihan fungsi tersebut itu kebanyakan untuk masyarakat atau untuk bisnis kepentingan masyarakat atau kepentingan bisnis bilang itu untuk bisnis mas angkanya ada kok lahan-lahan yang dikuasai korporasi itu kejutan aku sebut ya mas tiga perusahaan yang digugat sama Greenpeace di di Sumatera Selatan tadi itu mereka punya penguasaan lahan itu hampir 3 juta hektare 3 juta hektare 3 juta hektare besar juga ya ada masyarakat yang punya 3 juta hektare nggak ada ya misalnya gini contoh misalnya tadi yang disebutkan Bang Iqbal salah satunya adalah mungkin pengelolaan sawit itu pengelolaan sawit itu total berapa hektare untuk sawit misalnya kalau total sawit di itu data terhadap beberapa perbedaan data ya mas tapi tidak kurang lebih itu di 16,7 juta hektare dan sekitar 3,2 atau 3,3 hektare itu di dalam kawasan hutan 16,7 juta hektare itu se-apa ya iya aku baru kemarin aku ngobrol juga ya sama Ustadz Felix soal ini pas aku hitung itu hampir kemarin aku ngobrolnya hampir sesumatera ya jadi itu lebih dari setengah pulau sumatera sumatera itu kan sekitar 4 kalau jadi gini kalau ukuran pulau itu kan kilometer persegi ya mas ya jadi kalau 16,7 juta hektare itu sekitar 160 ribu kilometer persegi kan ya jadi sumatera itu itu berarti hampir 400an ribu jadi ya hampir setengah dari pulau sumatera besar itu ya kalau digabung ya mas jadi kalau semua digabung itu besar banget dan sebenarnya itu udah cukup sih ya untuk kebutuhan sawit kita di Indonesia sebesar itu memang kalau emang buat kebutuhan sawit masyarakat sih sebenarnya ya ya head-head lah karena kebutuhannya kan segitu jadi ya diproduksinya segitu mungkin ini adalah satu upaya untuk apa namanya mengakomodir kebutuhan masyarakat untuk sawit sendiri gitu kan emang kebutuhannya berapa di kita itu kan sebenarnya cuma sekitar 2-30% dari total produksi yang ada sebagian besar itu kita ekspor kan jadi kalau untuk kebutuhan dalam negeri itu lebih dari cukup sebenarnya di Indonesia CPO-nya yang masih truth pump oil-nya yang kita ekspor tapi kalau misalnya disebut sawit-sawit rakyat bahkan menurut itu enggak sampai 10% dari total perkubunan sawit di Indonesia itu dimiliki olahra sebagian besar itu dimiliki oleh perusahaan-perusahaan besar ya ini mungkin bisa menjadi diskusi teman-teman semuanya ya mungkin ada yang bisa mungkin apa namanya memberikan jalur diskusi yang terbuka seperti ini bagaimana caranya apa yang dilakukan itu kembali juga ke masyarakat dan juga untuk kebutuhan masyarakat karena disini kalau kita lihat dari Bang Iqbal tadi kalau kebutuhan sebenarnya cuma 30% dari sawit tersebut kemudian berarti ada 70% yang kemudian digunakan untuk perniagaan misalnya di ekspor atau juga untuk kebutuhan yang bukan kebutuhan masyarakat ya tentunya ada benefit yang bisa dikembalikan kepada masyarakat jadi ibaratnya no free lunch ibaratnya gini kalau kita ngambil sesuatu ke alam pasti alam akan minta bayarannya maksudnya ada sesuatu yang akan terjadi gitu kayak saya dengar cerita dari pelaku tambang waktu itu kalau kita gali kita harus balikin lagi tuh hutannya kita harus apa namanya mengembalikan kepada posisi semula gitu jangan ngambil terus tinggal karena pasti akan terjadi sesuatu disitu ini kayak kita kayak punya hutang dibilang begitu ini ada hutangnya ini kita gak ngambil gratis begitu aja semua tuh ada hutangnya kalau kita lakukan sesuatu kita lakukan tempat lain atau bagaimana oh begitu ya gak bisa ngambil terus kabur gitu gak bisa gitu nah berarti kan sebenarnya kalau 16 juta yang dilakukan berarti kan ada 16 juta 16 juta hal baik lainnya yang harus dilakukan sebagai membayar hal-hal tersebut gitu kan misalnya jadi lebih dari cukup kalau untuk mungkin mengembalikan gambut jauh lebih murah kan sebenarnya kan murah banget gitu murah banget untuk mencegah minimal gitu misalnya minimal ya atau juga mungkin hal baik lain yang mungkin bisa dilakukan gitu mungkin ini bisa menjadi bahan diskusi kali ini untuk pihak-pihak terkait ya karena tentunya juga apa yang dilakukan oleh Bang Iqbal juga masyarakat yang pertanyakan lalu untuk kebaikan bersama karena hidup bareng gitu kan terus Bang kira-kira apa nih yang yang akan menjadi saran dari Bang Iqbal untuk menyaksikan ini atau juga mungkin ada pihak terkait yang mencegahlah untuk supaya gak gak begini terus gitu loh Indonesia gitu kita negara yang secara ya apalagi di jenis indis ekonomi ya ini keadaan kita ini kan lagi ya jujur aja lagi semua orang lagi berjuang lah dengan berbagai keadaan ditambah ujian-ujian yang seperti ini kan gak berhenti-berhenti gitu habis gempak ada lagi kebakaran habis kebakaran kebakaran di tempat lain kebakaran yang kita sorot di sini kebakaran di sisi lain gak berhenti-berhenti gitu sosial media kayaknya kalau misalnya sampai mau buka sosial media kayak tegang bener gitu isinya ada aja berita aneh-aneh gitu gimana ada himbawan apa gak atau juga mungkin masukan apa gak untuk bisa pihak terkait mendengarkan hal ini masukan-masukan teknis saya rasa pementerian terkait gitu ya mas dan para ahli sudah banyak memberikan dan maka masukan saya berikutnya adalah dengarkan mereka dengarkan para ahli ini kenapa Pak Prabowo dan jajaran pementeriannya itu mendengarkan mereka karena kalau Pak Prabowo punya target Indonesia Sejahtera Indonesia Emas 2045 gak akan ada Indonesia Emas tidak akan ada Indonesia Sejahtera kalau lingkungan Indonesia ini gak layak untuk dihiri jadi gak akan ada pertumbuhan ekonomi tidak akan ada kesejahteraan di bumi yang udah sakit dan di bumi yang udah bisa berikutnya gini seberhasil berhasilnya seberhasil berhasilnya kita memandangkan api kebakaran hutan dan lahan saat ini orbannya akan ada terus dan berlanjut kenapa karena kebakaran hutan dan lahan ini ada yang namanya PM2 setengah PM2 setengah ini ada partikel halus akibat dari kebakaran yang dia itu partikel halusnya itu 25 kali dari diameter lebih kecil dari diameter rambut kita lebih tipis dari 7 kali helai rambut di belak dan ketika ini sudah masuk ke tubuh manusia itu membuat kita bisa itu bisa membuat kita sakit ispa dalam jangka yang panjang bahkan anak-anak yang ada di dalam rahim tempat teraman di muka bumi ini itu akan bisa terinfeksi lalu kemudian bisa menyebabkan kematian gini dan yang paling parah adalah berkurangnya kemampuan kognitif jadi kalau kita mau masyarakat Indonesia ini cerdas kita mau anak-anak kita cerdas salah satunya adalah tidak hanya dengan memberikan mereka makan NBG tapi dengan mencegah kebakaran hutan dan wata ya mudah-mudahan didengar oleh pihak-pihak terkaitan nah makasih maksimal ya yang terus menyuarakan hal ini dan juga terus sibuk di hal-hal seperti ini ya karena kita tahu ya ini sudah ratusan tahun bumi kita ini alamnya dieksploitasi dan alamnya realnya alamnya ini makin lama makin berkurang ini sudah pasti kan karena yang di dalam bumi diambil yang di atas di keruk segala macam berarti sangat dibutuhkan darurat para ahli-ahli kehutanan atau ahli-ahli alam lah guys kalau mau cari jurusan mau kuliah cari lulusan-lulusan kehutanan yang asli jadi untuk teman-teman semuanya agar bisa kemudian melihat ini sebagai suatu opportunity karena kita sudah sering dengar sesuatu hal yang diberikan tanggung jawab kepada orang yang tidak atau bukan ahlinya maka tinggal tunggu waktu kehancurannya jadi apakah saat ini sudah termasuk waktu kehancuran atau belum tinggal teman-teman aja yang menilai terima kasih banyak kembali waktunya ya sama teman-teman semuanya nanti insya Allah mungkin kita ada waktu untuk bisa sama-sama ngobrol sambil bawa data gitu ya ke studio ya terima kasih banyak aku masari terima kasih banyak selamat teman-teman semua disana assalamualaikum assalamualaikum teman-teman semua jika rasa menarik silakan share link ini ke circle teman-teman semuanya dan jangan kemana-mana tunggu update-update informasi berikutnya masih di channel kita cerita untung assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh selamat menikmati selamat menikmati

Other People Also See