KERUSUHAN LEBIH BESAR DI INDONESIA AKAN MENYUSUL?? - Gema Goeyardi
CERITA UNTUNGS
119,847 views • 2 days ago Save 64 min 12 min read
Video Summary
Seorang narasumber berpendapat bahwa Indonesia, meskipun memiliki tantangan ekonomi, masih menikmati kebebasan yang signifikan dibandingkan negara lain. Ia menyoroti bahwa kritik terhadap pemerintah, bahkan yang bersifat menghina, masih bisa terjadi di media sosial, menunjukkan adanya kebebasan berekspresi.
Diskusi juga menyentuh potensi kerusuhan yang didanai oleh pihak-pihak berkepentingan, baik domestik maupun asing, yang merasa terganggu oleh kebijakan pemerintah, terutama terkait sumber daya alam dan perdagangan. Kebijakan "satu pintu" dalam ekspor dan hilirisasi sumber daya alam disebut sebagai pemicu ketidakpuasan oligarki yang selama ini mengambil keuntungan dari Indonesia.
Short Highlights
- Kebebasan Berekspresi
- Potensi Kerusuhan dan Dalangnya
- Kebijakan Sumber Daya Alam
- Perang Ekonomi dan Spionase
- Korupsi dan Dampaknya
- Peran Media Sosial
- Pentingnya Komunikasi Pemerintah
Related Video Summary
- DAN PRESIDEN BAYANGANNYA ADALAH…. Wow ngeri😬 - FERI AMSARI - Muslim - Coki - Adriano
- "JANGAN CUMA BIKIN RESEP, TAPI MANAJEMEN GOBLOK!" INI CARA KING ABDI BIKIN F&B LADANG CUAN MILYARAN🤑
- Profesi Unik & Langka, Dokter Ini Spesialisasi Mengobati Iklan! | Helmy Yahya Bicara
- BABAH ALUN SAMPAI NANGIS BICARA INI🥲, Teman2 saya minta tolong.. Jusuf Hamka
Key Details
Kebebasan di Tengah Keterbatasan [00:03:07]
- Indonesia masih menikmati kebebasan hak asasi dan bergerak, kontras dengan kondisi di negara lain seperti Hong Kong.
- Kebebasan ini bahkan memungkinkan pelanggaran hukum tanpa sanksi tegas, yang dianggap sebagai privilese.
"Jadi apakah itu Adalah kemerdekaan Yang sesungguhnya Ya menurut gue Itu adalah Kemerdekaan Untuk kamu Melanggar hukum Tanpa diciduk Sama pemerintah Itu Langgar hukumnya merdeka ya Iya kan itu kan Suatu apa ya Kalau gue bilang itu Privilege yang ada disini aja"
Kritik dan Penghinaan di Media Sosial [00:04:00]
- Meskipun ada kritik terhadap pemerintah, kebebasan di media sosial memungkinkan adanya penghinaan yang semakin tidak terkendali.
- Jarak antara jempol dan ponsel dianggap sebagai faktor yang mempermudah tindakan tersebut.
"Orang yang mengkritik dia Pasti akan ditangkap Ya enggak Buktinya Yang makin hari Yang mengkritik Makin kurang ajar Bukan mengkritik Sudah masuk penghinaan kan Sosmet Karena kan Jaraknya Antara jempol Sama HP aja bro Iya Tanggung jawabnya Maksud gitu doang"
Satu Kapal Indonesia [00:05:28]
- Semua pihak berada dalam satu kapal yang sama, yaitu Indonesia, dan tidak seharusnya saling merusak.
- Ajakan untuk rusuh atau merusak dianggap sebagai tindakan yang merugikan negara sendiri.
"Waktu kita podcast dulu Bulan-bulan April Itu kan gue bilang Kita tuh satu kapal Iya bener Ada yang bilang Wah gue enggak Sudi sekapal sama lo Yaudah lo pindah negara aja Kan kabur aja dulu Kan maunya kabur Ya udah kabur Sok"
Demo dan Anarkisme [00:07:45]
- Demo diperbolehkan selama tidak mengganggu ketertiban umum, namun ancaman untuk menggulingkan rezim secara konstitusional dianggap sebagai perang.
- Jika demo berubah menjadi anarkis dan merusak, tindakan perlawanan dengan kekerasan bisa dibenarkan sebagai bentuk perang.
"Kalau sampai ancamannya adalah Tumbangkan rezim Ganti presiden dan wakilnya Tidak secara konstitusi, ya Dengan cara kudeta gitu"
Menghindari Kerusakan Fasilitas Umum [00:09:00]
- Perusakan fasilitas umum saat demo merugikan semua pihak karena menggunakan uang rakyat.
- Demo besar terkadang didanai oleh pihak-pihak tertentu untuk tujuan tertentu.
"Tapi kalau sampai Anda rusak Sampai mal-mal itu Bikin pagar itu kan Itu mal bikin pagar Gara-gara Takut di Antisipasi ini Antisipasi Oh beneran itu Beneran"
Potensi Kerusuhan dan Dalangnya [00:13:00]
- Kerusuhan yang bertujuan mengganti presiden dapat dianggap sebagai kudeta, baik dilakukan dari dalam maupun intervensi negara lain.
- Kudeta semacam itu seringkali didalangi oleh negara-negara kuat yang memiliki kepentingan.
"Kudeta itu dua kan Kudeta yang benar-benar dilakukan Oleh Orang terdekat ring satu Daripada presiden sendiri Seperti yang di film-film Ya Atau Kudeta yang dilakukan oleh Infansi negara lain Seperti misalnya Amerika terhadap Venezuela Kan gitu Itu Itu jatuhnya Kayanya"
Kebijakan Ekonomi yang Mengganggu Oligarki [00:15:30]
- Presiden Prabowo dianggap mengganggu kepentingan oligarki asing dan domestik dengan kebijakan yang tidak hanya bergantung pada satu negara.
- Kerjasama alutsista dengan berbagai negara dan upaya memecah poros monopoli dagang Amerika Serikat menjadi contohnya.
"Presiden kita Itu adalah presiden Paling usil Sebenarnya Paling mengganggu Kepentingan oligarki Asing dan domestik Itulah Pak Prabowo Makanya musuhnya banyak"
Kontrol Senjata dan Teknologi [00:17:30]
- Indonesia dibatasi dalam pengembangan senjata generasi kelima (Gen 5) oleh negara-negara sekutu, yang menimbulkan kekhawatiran dalam pertahanan negara.
- Kerjasama dengan Prancis dalam pembelian pesawat tempur Rafale dan Airbus 400M memberikan transfer ilmu untuk produksi mandiri.
"Nah makanya kan Pak Prabowo bilang Ini gimana kita Mempertahankan negara ini Kalau senjata alusista kita aja Dikontrol Nah terus kemudian yang kedua Kita kalau misalnya Mau beli alat-alat perang Kita gak bisa mereproduksi Karena gak punya teknologinya"
Dampak Kebijakan Perdagangan [00:20:00]
- Kebijakan "satu pintu" ekspor sumber daya alam Indonesia bertujuan untuk solusi, namun merugikan oligarki yang selama ini mengambil keuntungan.
- Kebijakan hilirisasi yang dimulai sejak era Jokowi juga menuai protes dari pihak-pihak yang kepentingannya terganggu.
"Jadi simpelnya begini Yang namanya kerusuhan Sampai endingnya adalah Presiden diganti itu kan Masuk kudeta Sebenarnya Oke Kudeta itu dua kan Kudeta yang benar-benar dilakukan Oleh Orang terdekat ring satu Daripada presiden sendiri Seperti yang di film-film Ya Atau Kudeta yang dilakukan oleh Infansi negara lain Seperti misalnya Amerika terhadap Venezuela Kan gitu Itu Itu jatuhnya Kayanya"
Manuver Ekonomi dan Gejolak Politik [00:22:30]
- Kebijakan ekonomi Indonesia yang mengganggu oligarki dapat memicu manuver ekonomi dari negara lain, seperti Singapura, yang merasa dirugikan.
- Penarikan dana besar-besaran dan penyebaran ketakutan (fear) di pasar keuangan dapat melemahkan nilai tukar rupiah.
"Jadi ketika mereka Fund manager-fund manager itu Dibuat takut Mereka melakukan sell off Di equity maupun di bond Itu setali tiga uang Jadi ibaratnya mereka jual saham Pasar sahamnya turun Duitnya kan berbentuk rupiah Cash tuh Ditarik balik ke sana"
Perang Informasi dan Spionase Digital [00:26:00]
- Perang modern tidak hanya melibatkan senjata, tetapi juga perang tarif, perang dagang, dan penggunaan media sosial sebagai alat perang.
- Data warga negara Indonesia rentan terhadap penyadapan dan peretasan, menunjukkan kerapuhan keamanan siber.
"Perang yang sekarang dihantam Itu adalah Social media itu Menjadi alat perang sekarang Ya Termasuk kayak TikTok Yang kita curigain Dia itu adalah Milik China Yang menyedot Customer behavior Di seluruh negara Nah itulah perang Sesungguhnya sekarang"
Kebutuhan Undang-Undang Spionase [00:28:00]
- Penting untuk segera membuat undang-undang spionase untuk memantau dan melindungi negara dari ancaman spionase digital.
- Negara lain seperti Singapura, Inggris, Australia, dan Jepang telah memiliki kesadaran dan regulasi terkait spionase.
"Makanya Gue lagi Lagi bahas nih Konten gue berikutnya Dua hari setelah Kita syuting ini Akan keluar tentang Rekomendasi gue ke pemerintah Untuk segera membuat Undang-undang spionase Bagaimana caranya Memantau spionase itu Ya kan kita juga punya Intelijen negara Iya ya Kan ada CIA Ada KGB Kita ada BIN Intinya spionase itu Harus ada undang-undangnya"
Kritik Terhadap Pejabat Tidak Kompeten [00:30:30]
- Pejabat publik yang tidak kompeten seharusnya dipecat demi efisiensi dan perbaikan tata kelola negara.
- Ego sektoral dan tata kelola yang berantakan diibaratkan seperti anak TK yang mengelola negara.
"Ada beberapa hal yang kemudian Menjadi bahan Untuk membakar Panasnya ya Secara media gitu ya Tapi banyak juga statement-statement Dari yang berada di circle Circle dari pemerintahan ini Kadang-kadang bikin statementnya Justru Ya men Ya nambah makin Bahan lagi Kan banyak statementnya Yang gak proporsional Menurut ya"
Kesalahpahaman Konteks Pidato Presiden [00:33:00]
- Pernyataan presiden seringkali dipelintir dan disalahpahami karena kurangnya konteks atau gaya penyampaian yang dianggap tidak pantas.
- Penting untuk memahami bahwa gaya komunikasi setiap pemimpin berbeda, dan substansi pidato harus menjadi fokus utama.
"Nah mari kita bedah disitu 10 tahun lagi boleh pacaran Artinya umur 20 Kenapa presiden bilang itu? Karena ini anak berprestasi Jangan sampai pacaran itu mengganggu sekolahnya"
Peran Ibu dalam Komunikasi Publik [00:43:00]
- Dibutuhkan peran "ibu" dalam kabinet untuk menjelaskan perjuangan dan kebijakan pemerintah kepada masyarakat, layaknya seorang ibu menjelaskan kepada anak.
- Tanpa peran penerangan yang efektif, masyarakat akan terus salah paham dan mengkritik pemerintah.
"Nah di kabinet kita Yang mengambil peran si ibu ini Siapa Nah pertanyaannya itu Kalau gak ada si ibu ini Anak ini salah paham terus Benar Bapaknya ngerasa Lu anak gak berbakti Gue udah berjuangan gitu kan Benar Udah berjuang kayak gini Lu gak tau Lu gak berbakti Lu mengritik gue doang gitu kan"
Kondisi Ekonomi dan Keluhan Masyarakat [00:49:00]
- Ekonomi Indonesia tidak pernah benar-benar "baik-baik saja" sejak krisis 1998, namun masyarakat seringkali mengeluh karena membandingkan dengan kondisi ideal yang tidak realistis.
- Keluhan ekonomi seringkali bersumber dari kemalasan individu untuk bekerja keras dan harapan untuk mendapatkan kekayaan tanpa usaha.
"Tolong tunjukin ke gue Sejak kapan ekonomi baik-baik saja Kalau tiba-tiba nanti ada demo Turun dengan anarkis itu mah bukan demo Itu perang Oke apa kabar semua pemirsa cerita untung Kita kembali lagi ngobrol di sesuatu Yang ngeri-ngeri sedap Agak-agak panas-panas dingin"
Korupsi sebagai Akar Masalah [00:53:00]
- Korupsi yang merajalela, mencapai ratusan triliun rupiah, menjadi sumber kemarahan masyarakat yang kesulitan ekonomi.
- Upaya pemberantasan korupsi, meskipun mengganggu kepentingan pihak tertentu, adalah langkah positif yang harus didukung.
"Yang namanya kerusuhan Sampai endingnya adalah Presiden diganti itu kan Masuk kudeta Sebenarnya Oke Kudeta itu dua kan Kudeta yang benar-benar dilakukan Oleh Orang terdekat ring satu Daripada presiden sendiri Seperti yang di film-film Ya Atau Kudeta yang dilakukan oleh Infansi negara lain Seperti misalnya Amerika terhadap Venezuela Kan gitu Itu Itu jatuhnya Kayanya"
Industri Penerbangan dan Kondisi Negara [00:57:00]
- Industri penerbangan Indonesia, termasuk Garuda Indonesia, tertinggal jauh dibandingkan negara tetangga seperti Vietnam, meskipun memiliki sumber daya alam yang melimpah.
- Kondisi ini menggambarkan bagaimana Indonesia seolah "hidup segan mati tak mau" di berbagai industri karena adanya kekuatan yang mengendalikan.
"Tapi kalau kita lihat tetangga Mereka udah kemana-mana kan Kenapa kok Indonesia itu Pesawatnya triple seven Baru dua tiga unit Tiga empat lima Atau mungkin sepuluh unit pertama Kok masih kalah Sama negara-negara Kayak Vietnam Yang udah sampai kemana-mana gitu Kalah kita Kalah jauh Jauh bro"
Ancaman dari Luar dan Dalam [01:02:00]
- Ada kekuatan dari luar maupun dalam negeri yang merasa dirugikan oleh kebijakan pemerintah dan berpotensi menciptakan kekacauan.
- Kekuatan ini dapat memanfaatkan sentimen negatif masyarakat dan isu-isu yang ada untuk memprovokasi kerusuhan.
"Jadi berarti gini Selama ini ada yang Mengambil keuntungan Dari negara kita Tiga dekade Tiga dekade Tanpa disadari Masyarakat Indonesia Kenapa kekayaan alam kita Gampang Dikeruk abis Dikeruk abis Tanpa memberikan Impact ke negara Yes Udah tiga dekade berjalan Dan Pak Jokowi Mulai membetulkan itu Dari hilirisasi Di mana Biji nikel itu Gak boleh langsung Raw material Dia ini Harus dijadikan Bahan setengah jadi dulu Teriak-teriak kan mereka Waktu dijawabin Pak Jokowi Langsung teriak ke WTO lah Apa segala macam Ngamuk Nah kan kalau sekarang nih Dengan adanya satu pintu Ya misalnya dijalankan Ya Dengan ada satu pintu Berarti yang selama ini bermain Gak bisa main lagi kan Gak bisa main Sebenarnya pemain yang paling dekat Itu Singapur kan"
Pentingnya Komunikasi dan Dialog [01:07:00]
- Pemerintah perlu memperbaiki cara berkomunikasi agar lebih mudah dipahami masyarakat, menggunakan bahasa yang sederhana dan merangkul.
- Dialog dan penyampaian aspirasi secara elegan, seperti melalui kajian atau surat resmi, lebih efektif daripada demo anarkis.
"Yang penting Masih ada orang-orang waras Di Indonesia Yang mau mendengarkan Gemah dan Ari Jadi ibaratnya Kalau kita kasih analogi guys Dari penggambaran dari Bro Gemah ini adalah Misalnya ada seorang bapak nih Seorang bapak Mencari nafkah di luar Dia menggempur Mungkin ya Banyak gempuran dalam keluarga ya Termasuk mungkin Banyak hutang di keluarga tersebut juga Yang kemudian diberusaha keras Untuk bisa bayar hutang itu Kemudian bisa menghidupi keluarga Tapi dengan Apa Effortnya tersebut Maka sering pulang malam Waktunya kekurang buat keluarga Anaknya gak tahu Pertempuran bapaknya Iya Tahunya bapaknya Gak ada di rumah Bapaknya tidak hadir Di setiap kehidupan dia Dan permasalahan dia Betul Gitu kan Makanya dalam keluarga itu Dibutuhkan ibu Nah ibu ini kan Bapak kamu kerja anak Iya Bapak kamu berjuang Kamu disini sabar Kamu kuliah yang benar Bagus tuh analoginya Kamu belajar yang benar Gitu ya Jadi ibaratnya Inilah peran ibu Untuk menjelaskan Apa namanya Bagaimana Perjuangan dari ayahnya Gitu Kalau di Pucayang Ingo kan ada Nabi Ibrahim Iya Nabi Ismail ini Ketemunya ketika mau Di semblih Selama ini kan Ini tanpa bapaknya Tapi anaknya ini Tahu perjuangan bapaknya Karena peran ibu Nah di kabinet kita Yang mengambil peran si ibu ini Siapa Nah pertanyaannya itu Kalau gak ada si ibu ini Anak ini salah paham terus Benar Bapaknya ngerasa Lu anak gak berbakti Gue udah berjuangan gitu kan Benar Udah berjuang kayak gini Lu gak tau Lu gak berbakti Lu mengritik gue doang gitu kan"
Pesan Persatuan dan Perjuangan [01:10:00]
- Masyarakat tidak boleh saling menyalahkan atau memecah belah, karena kapal Indonesia bisa tenggelam jika tidak bersatu.
- Setiap individu harus berjuang untuk diri sendiri dan tidak hanya berharap pada pemerintah untuk kesejahteraan.
"Jadi ibaratnya Kalau kita kasih analogi guys Dari penggambaran dari Bro Gemah ini adalah Misalnya ada seorang bapak nih Seorang bapak Mencari nafkah di luar Dia menggempur Mungkin ya Banyak gempuran dalam keluarga ya Termasuk mungkin Banyak hutang di keluarga tersebut juga Yang kemudian diberusaha keras Untuk bisa bayar hutang itu Kemudian bisa menghidupi keluarga Tapi dengan Apa Effortnya tersebut Maka sering pulang malam Waktunya kekurang buat keluarga Anaknya gak tahu Pertempuran bapaknya Iya Tahunya bapaknya Gak ada di rumah Bapaknya tidak hadir Di setiap kehidupan dia Dan permasalahan dia Betul Gitu kan Makanya dalam keluarga itu Dibutuhkan ibu Nah ibu ini kan Bapak kamu kerja anak Iya Bapak kamu berjuang Kamu disini sabar Kamu kuliah yang benar Bagus tuh analoginya Kamu belajar yang benar Gitu ya Jadi ibaratnya Inilah peran ibu Untuk menjelaskan Apa namanya Bagaimana Perjuangan dari ayahnya Gitu Kalau di Pucayang Ingo kan ada Nabi Ibrahim Iya Nabi Ismail ini Ketemunya ketika mau Di semblih Selama ini kan Ini tanpa bapaknya Tapi anaknya ini Tahu perjuangan bapaknya Karena peran ibu Nah di kabinet kita Yang mengambil peran si ibu ini Siapa Nah pertanyaannya itu Kalau gak ada si ibu ini Anak ini salah paham terus Benar Bapaknya ngerasa Lu anak gak berbakti Gue udah berjuangan gitu kan Benar Udah berjuang kayak gini Lu gak tau Lu gak berbakti Lu mengritik gue doang gitu kan"