Menu
Dr. GIA DIAJAK NONGKRONG YA GINI JADINYA‼️😂 TRETAN: USIR AJA OM!! WKWKW - VADI, NINO

Dr. GIA DIAJAK NONGKRONG YA GINI JADINYA‼️😂 TRETAN: USIR AJA OM!! WKWKW - VADI, NINO

Deddy Corbuzier

2,988,704 views • 17 days ago Save 74 min 7 min read

Video Summary

Dr. Gia, seorang mantan perawat, mengungkapkan bagaimana ia membuktikan bumi tidak datar saat SMA menggunakan metode ilmiah sederhana. Ia menghitung keliling bumi sekitar 40.000 km, yang kemudian digunakan untuk menghitung diameter bumi sekitar 12.700 km, membantah teori bumi datar.

Diskusi berlanjut ke pengobatan alternatif, termasuk PAZ (Pengobatan Akhir Zaman), yang diklaim efektif menyembuhkan berbagai penyakit seperti ambeien dan kelainan jantung melalui manipulasi tulang belakang. Meskipun ada keraguan, Dr. Gia mengakui keajaiban metode ini, sementara Tretan Muslim menyoroti pentingnya akses kesehatan dan peran BPJS, serta membahas fenomena pengobatan alternatif seperti Ponari dan Haji Naim sebagai bentuk harapan bagi masyarakat yang kesulitan akses medis.

Short Highlights

  • Bumi terbukti tidak datar melalui perhitungan ilmiah sederhana.
  • PAZ, pengobatan alternatif, diklaim menyembuhkan penyakit melalui manipulasi tulang belakang.
  • BPJS menjadi sorotan sebagai penolong masyarakat yang kesulitan akses medis.
  • Fenomena Ponari dan Haji Naim menawarkan harapan bagi pasien.
  • Pentingnya tidur berkualitas untuk kesehatan tubuh.

Key Details

Pembuktian Bumi Tidak Datar [00:00:00]

  • Dr. Gia menceritakan pengalamannya saat SMA yang membuktikan bumi tidak datar.
  • Ia menggunakan metode pengukuran sederhana dengan tongkat dan bayangan matahari.
  • Hasil perhitungan menunjukkan keliling bumi sekitar 40.000 km.

    "Oke tinggal aku cari dua kota aku pilih waktu itu Semarang dan Bantul Jogja itu kan garis lurus ya"

Perhitungan Diameter Bumi [00:05:00]

  • Berdasarkan keliling bumi yang sudah dihitung, diameter bumi dapat dihitung.
  • Diameter bumi diperkirakan sekitar 12.700 km.
  • Perhitungan ini sesuai dengan data ilmiah yang ada.

    "Jadi 40 ribu dibagi 3,14 Iya Tapi kan 3,14 Dapetlah angka, hitungan aku, 12.700"

Kecepatan Bumi Berputar [00:06:00]

  • Dengan mengetahui keliling bumi, kecepatan rotasi bumi dapat dihitung.
  • Kecepatan bumi berputar diperkirakan sekitar 1.600 km per jam.
  • Informasi ini dibagikan untuk menambah pengetahuan tentang bumi.

    "Berarti kecepatan bumi berputar hitungan aku 1.600an boleh tolong di search berapa?"

Obesesi Sains Sejak Dini [00:08:00]

  • Dr. Gia memiliki ketertarikan pada sains sejak kecil, bahkan bercita-cita menjadi astronot.
  • Kegagalannya menjadi astronot karena kacamata tidak memadamkan semangatnya dalam belajar sains.
  • Obsesinya pada fisika dan astronomi membawanya pada pemahaman mendalam tentang alam semesta.

    "Jadi bokap itu terlalu cinta kerjaan sampe gak punya ide lain buat ngasih nama anaknya bokap itu pilot Garuda"

Pengobatan Alternatif PAZ [00:24:00]

  • Dr. Gia memperkenalkan metode pengobatan alternatif bernama PAZ (Pengobatan Akhir Zaman).
  • Metode ini menggabungkan teknik seperti chiropraktik dan pilates untuk menyembuhkan.
  • PAZ diklaim dapat menyembuhkan berbagai penyakit dengan memperbaiki struktur tulang belakang.

    "Jadi orang sakit itu kuncinya di struktur tulang belakang Kalau kita tulang belakang lurus, semua organ tubuh akan normal gitu."

Klaim Kesembuhan PAZ [00:27:00]

  • Terdapat testimoni mengenai kesembuhan dari penyakit seperti ambeien dan kelainan jantung setelah menjalani terapi PAZ.
  • Dr. Gia mengakui keajaiban metode ini, meskipun ia tidak sepenuhnya memahami mekanisme medisnya.
  • Ia menyatakan bahwa terapis PAZ banyak yang memiliki latar belakang medis.

    "Dia ambayen harus operasi, dibawa ke PAZ ini Oke Diterapi 4 kali, hilang"

Perdebatan BPJS dan Akses Kesehatan [00:35:00]

  • Tretan Muslim menyoroti pentingnya BPJS dalam memberikan akses kesehatan bagi masyarakat.
  • Muncul pertanyaan apakah BPJS membuat masyarakat lalai menjaga kesehatan.
  • Fenomena pengobatan alternatif seperti Ponari dan Haji Naim dibahas sebagai alternatif bagi yang kesulitan akses medis.

    "Kenapa bisa terjadi Ponari itu booming, dasyat banget Yang antri itu pernah di paling puncak itu kira-kira 50 ribu orang"

Dampak BPJS terhadap Akses Pengobatan [00:40:00]

  • Diskusi berlanjut mengenai bagaimana BPJS mempengaruhi jumlah pasien yang berobat.
  • Muncul argumen bahwa BPJS membuat orang lebih berani mengambil risiko kesehatan.
  • BPJS dinilai membantu banyak orang, namun ada kekhawatiran tentang pembatasan cakupan.

    "Karena aksesnya terbuka jadinya kelihatannya makin banyak Jadi Jadi Bukan Bukan karena akses terbuka Orang jadi Ah gampang lah sakit ada BPJS"

Pengobatan Alternatif dan Sains [00:45:00]

  • Perdebatan mengenai pengobatan alternatif seperti akupunktur dan bekam yang kini mulai terintegrasi dengan medis.
  • Sains didefinisikan sebagai hal yang tidak dapat dibantah dan teruji secara klinis.
  • Perlu adanya riset dan pencatatan yang jelas untuk pengobatan alternatif agar dapat diakui secara medis.

    "Tapi jinaim juga 20.000 orang Benar sih Iya benar Jinaim yang Kau tercatat ya Semuanya efek sampingnya nggak ada"

Kebiasaan Sehat dan Tidur Berkualitas [01:05:00]

  • Dr. Gia menekankan pentingnya tidur berkualitas sebagai kunci kesehatan.
  • Ia menyarankan untuk melepaskan gadget satu jam sebelum tidur dan satu jam setelah bangun.
  • Tretan Muslim juga berbagi kebiasaannya yang mirip, yaitu tidak memegang HP sebelum tidur.

    "Jadi aku sangat percaya Leokosit kita Tentara kita ini Darah putih kita Lebih kuat daripada antibiotik apapun"

Mitos Masuk Angin dan Kerokan [01:15:00]

  • Mitos tentang 'masuk angin' sebagai penyebab berbagai keluhan kesehatan dibahas.
  • Kerokan sebagai metode pengobatan tradisional dikaitkan dengan pelebaran kapiler darah.
  • Dr. Gia menjelaskan bahwa istilah 'angin duduk' tidak memiliki dasar medis yang kuat.

    "Di Indonesia itu Apapun gejalanya Semua nyalahin angin Masuk angin"

Pengobatan Herbal dan Fitofarmaka [01:25:00]

  • Diskusi mengenai pandangan medis terhadap pengobatan herbal dan jamu.
  • Konsep fitofarmaka, yang memiliki dosis standar dan teruji, mulai diakui.
  • Pentingnya dosis yang tepat dalam penggunaan herbal agar tidak menjadi racun.

    "Siapa rebusan cengkeh Dosisnya berapa Dan standar gak kakmu ke Mam Dedy gitu"

Minyak Tanah sebagai Obat? [01:28:00]

  • Muncul klaim eksperimental tentang penggunaan minyak tanah untuk mengobati benjolan atau tumor.
  • Dr. Gia mengingatkan bahwa klaim tersebut belum teruji secara medis dan berpotensi berbahaya.
  • Perbedaan antara tumor dan kanker dijelaskan secara sederhana.

    "Karena ini prinsipnya ini Tumor tuh kan mengakar dok Bener gak dulu? Salah lagi om"

Peran UMKM dalam Kesehatan [01:40:00]

  • Berbagai produk UMKM yang berkaitan dengan kesehatan dan gaya hidup diperkenalkan.
  • Mulai dari parfum, bumbu masak instan, hingga announcement board untuk bayi.
  • Dukungan terhadap UMKM diharapkan dapat memajukan perekonomian dan kesehatan masyarakat.

    "Support UMKM support UMKM selalu gue bilang ini bukti TNI bersama rakyat"

Tantangan Regulasi Kesehatan di Indonesia [01:50:00]

  • Diskusi mengenai perlunya regulasi kesehatan yang lebih tegas di Indonesia.
  • Contoh kasus makanan berbahaya seperti baso formalin dan gorengan plastik sampah diangkat.
  • Pentingnya edukasi dan regulasi yang jelas untuk melindungi masyarakat dari makanan tidak sehat.

    "Jadi yang maunya anda lidi-lidian cireng dilarang? kasih susu protein lebih banyak minum susu protein daripada makan"

Keyakinan pada Hal Gaib dan Medis [01:55:00]

  • Dr. Gia tidak menutup kemungkinan adanya hal gaib yang mempengaruhi kesehatan, namun menekankan keterbatasan pandangan manusia.
  • Ia mencontohkan kasus pasien yang datang dengan keluhan 'disantet', namun ternyata menderita Tuberkulosis.
  • Pentingnya pendekatan medis yang objektif dalam menangani pasien.

    "Dia bilang demam naik turun Keringet dingin Dan berat badannya nggak naik-naik Batuk terus menerus"

Perjuangan Menuju Kehamilan [02:05:00]

  • Dr. Gia berbagi pengalamannya dalam perjuangan mendapatkan keturunan.
  • Ia menjalani embrio transfer dan menantikan hasilnya.
  • Kebahagiaan tidak hanya bergantung pada memiliki anak, tetapi juga pada penerimaan diri.

    "Terus dia membelah diri satu jadi dua dua jadi empat gitu drrrr gemeteran sendiri kan calon baby namanya embryo"

Pentingnya Kebijakan Kesehatan yang Diktator [02:10:00]

  • Tretan Muslim mengusulkan agar pemerintah lebih tegas dalam regulasi kesehatan.
  • Ia membandingkan dengan negara lain yang memiliki aturan ketat terkait asupan makanan.
  • Pentingnya edukasi dan regulasi yang jelas untuk melindungi masyarakat, terutama dari makanan yang tidak sehat.

    "Jadi anda mau ya diangkat jadi staff khusus Menteri Kesehatan? saya? hmm nanti kalau saya bilang mau"

Keterbatasan Pandangan Manusia [02:15:00]

  • Dr. Gia kembali menekankan keterbatasan pandangan manusia terhadap dunia.
  • Ia mencontohkan bagaimana kita tidak bisa melihat mikroba, gelombang radio, atau sinar gamma.
  • Hal ini membuka kemungkinan adanya fenomena yang belum bisa dijelaskan oleh sains saat ini.

    "Bahkan kita tidak sadar Kita tuh hidup di dunianya mikroba Bakteri, virus jamur kan dimana-mana"

Mitos Nyamuk dan Penyakit [02:20:00]

  • Nyamuk diidentifikasi sebagai pembunuh manusia nomor satu, bukan hewan buas.
  • Dibahas kemungkinan asal-usul malaria yang dikaitkan dengan VOC.
  • Peran nyamuk dalam ekosistem dan rantai makanan.

    "Dan danaunya dangkal rawak itu dikasih nyamuk banyak disana dikasih ya sama VOC?"

Pengobatan Alternatif dan Haters [02:25:00]

  • Dr. Gia menghadapi haters yang mencari-cari kelemahan dan mengomentari kehidupan pribadinya.
  • Ia memilih untuk tetap positif dan tidak terpancing emosi.
  • Kesabaran dan penerimaan diri menjadi kunci dalam menghadapi kritik.

    "Terus dia bales dok mendingan nanya 2029 lu bisa hamilin istri lu gak dok?"

Peran Konten Kreator dalam Edukasi Kesehatan [02:30:00]

  • Konten kreator seperti Dr. Gia dan Tretan Muslim memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat tentang kesehatan.
  • Mereka menggunakan platform mereka untuk berbagi informasi yang bermanfaat dan inspiratif.
  • Kolaborasi antara tenaga medis dan konten kreator dapat meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat.

    "Jadi aku sangat percaya Leokosit kita Tentara kita ini Darah putih kita Lebih kuat daripada antibiotik apapun"

Other People Also See