Jualan Sarung Saat Jadi Anggota DPR⁉️ Miing Bagito: “Gue Masuk Politik Bukan Buat Cari Kekayaan”
kasisolusi
187 views • yesterday Save 57 min 7 min read
Video Summary
Politikus dan mantan pelawak, Deddy Gumelar alias Miing, mengkritik keras sistem politik Indonesia yang dinilainya telah dikuasai oleh "money politics". Ia menyoroti bagaimana pemilu kini lebih ditentukan oleh siapa yang mampu "memberi uang" kepada pemilih, bukan berdasarkan kecerdasan, keberanian, atau integritas calon.
Miing membandingkan era politik sekarang dengan masa lalu, di mana fungsi perwakilan rakyat di parlemen tampaknya tersumbat karena suara masyarakat tidak lagi didengar. Ia mencontohkan kasus korupsi di lembaga penanggulangan bencana di tengah kebakaran hutan, serta banyaknya operasi tangkap tangan (OTT) yang terjadi hampir setiap hari. Menurutnya, untuk memperbaiki kondisi negara, akar masalahnya harus dibenahi mulai dari parlemen, anggota DPR, partai politik, hingga undang-undang kepartaian.
Short Highlights
- Politik uang mendominasi pemilu, mengalahkan kecerdasan dan integritas.
- Fungsi perwakilan rakyat di parlemen tidak berjalan optimal.
- Korupsi merajalela, bahkan di lembaga penanggulangan bencana.
- Solusi perbaikan dimulai dari parlemen, anggota DPR, partai politik, dan UU kepartaian.
- Pengusaha berlomba masuk politik untuk melindungi bisnis dan membangun jaringan.
- Pemberian suap oleh oknum politisi dan penerimaan oleh masyarakat menciptakan lingkaran setan.
- Edukasi politik dan literasi masyarakat penting untuk memilih pemimpin yang baik.
Related Video Summary
- BREAKING NEWS! Ashanty Tetap Digugat Rp100 Miliar Meski Ayu Eks Karyawannya Sudah Ditahan Kepolisian
- Skenario Terburuk!! Megathrust Selat Sunda Tinggal Tunggu Waktu? - Dr. Daryono
- TERKUAK DUNIA KITA DIKENDALIKAN OLEH SECRET SOCIETY‼️ - Jagad Purbawati
- BLUEPRINT UMAR BIN KHATTAB UNTUK PALESTINA SETELAH MERDEKA‼️
Key Details
Politik Uang dan Rusaknya Fungsi Perwakilan [00:00:00]
- Miing mengkritik bahwa suara rakyat tidak lagi terwakili dengan baik di parlemen.
- Jika masyarakat berteriak, itu menandakan ada fungsi yang tersumbat.
- "> Suara kita udah kita serai sama mereka. Nggak perlu kita teriak-teriak, maki-maki, itu nggak perlu. Tapi kalau sekarang rakyat teriak, berarti kan ada satu fungsi yang tersumbat, tidak berjalan."
Korupsi di Tengah Bencana [00:00:00]
- Lembaga yang seharusnya mengurus bencana malah tertangkap tangan korupsi.
- Hal ini sangat menyedihkan dan menunjukkan betapa rakyat sudah muak.
- Hampir setiap hari berita OTT (Operasi Tangkap Tangan) muncul.
- "> Dan hampir tiap hari kita baca OTT itu."
Identitas dan Politik [00:00:00]
- Miing bercerita tentang kebingungannya saat masuk DPR, apakah dipanggil Deddy atau Miing.
- Ia pernah bergurau agar tidak dipanggil KPK.
- Menjelang pemilu, nama Miing lebih dikenal daripada Deddy Gumelar.
- "> Saya bilang, santai aja. Mau dipanggil Deddy boleh, panggil miing boleh. Asal jangan dipanggil KPK."
Perubahan Paradigma Pemilihan Politik [00:00:00]
- Dulu orang memilih berdasarkan nama atau nasab.
- Sekarang, orang memilih berdasarkan siapa yang "mau ngasih berapa dia ke gue".
- "Money talk" menjadi variabel tertinggi untuk menang atau kalah dalam politik.
- "> Orang itu memilih karena mau ngasih berapa dia ke gue."
Jiwa Wirausaha dan Etika Politik [00:00:00]
- Miing memiliki jiwa entrepreneur sejak kecil, pernah jualan sarung di gedung DPR.
- Ia memilih tidak mengambil proyek BUMN karena alasan etis dan tidak piawai.
- Menjadi pejabat negara yang sudah digaji negara, mengambil keuntungan dari proyek BUMN dianggap tidak etis.
- "> Bagaimanapun juga pasti kita ngambil keuntungan di situ. Sementara kita pejabat negara yang sudah digaji juga gitu oleh negara. Dari sisi etis aja kan nggak dapat di situ."
Perjuangan Politik Tanpa Uang Pribadi [00:00:00]
- Miing maju ke DPR tanpa menggunakan uang pribadi yang besar.
- Ia dibiayai operasional politiknya oleh almarhum Bapak Taufik Emas (suami Ibu Megawati) saat masuk PDI.
- Ia tidak mau menghamburkan uang untuk politik seperti "jor-joran jual sawah jual ini".
- "> Saya sampaikan biar biaya kita lebih ringan itu harus menjumpai atau menemui pemilih yang mengerti tentang apa itu politik."
Kekuasaan untuk Kebijakan, Bukan Uang [00:00:00]
- Miing ingin masuk DPR untuk memiliki kekuasaan yang bisa membantu masyarakat melalui kebijakan.
- Ia menekankan bahwa pemerintah seharusnya memudahkan hidup rakyat dengan kebijakan, bukan memberi gratifikasi.
- Contohnya, kebijakan yang memudahkan pedagang kaki lima atau akses pendidikan.
- "> Rakyat itu kan tidak minta dibeliin mobil. Berikanlah kebijakan yang memungkinkan mereka hidup lebih mudah."
Peran DPR dalam Regulasi dan Anggaran [00:00:00]
- DPR membuat regulasi dan kebijakan, termasuk anggaran untuk pembangunan.
- Pemerintah (eksekutif) yang melaksanakan, DPR mengawasi.
- Publik seringkali tidak tahu bahwa DPR berperan dalam membuat kebijakan anggaran pembangunan.
- "> Kita adalah membuat regulasi. Membuat kebijakannya untuk bangun jalan, bangun jembatan, bangun sekolah, bangun rumah sakit. Itu di DPR."
Pengusaha Masuk Politik [00:00:00]
- Pengusaha berlomba masuk DPR untuk membangun jaringan dan mendapatkan perlindungan.
- Dengan kekuasaan sebagai anggota DPR, perusahaan mereka terlindungi.
- Gaji dan tunjangan anggota DPR tidak cukup untuk menjadi kaya, sehingga banyak yang mencari cara lain.
- "> Mungkin dia pertama membangun network di DPR. Yang kedua mungkin dengan punya power, punya kekuasaan, dia terlindungi, teramani sebagai anggota DPR yang memiliki perusahaan."
Akar Masalah Bangsa: Parlemen dan Partai Politik [00:00:00]
- Jika negara ingin beres, parlemen harus dibereskan.
- Jika parlemen beres, anggota DPR harus dibereskan.
- Jika anggota DPR mau beres, partai politik dan undang-undang partai politiknya harus dibereskan.
- "> Kalau negeri ini mau beres, bereskan parlemennya. Kalau parlemen beres, bereskan anggota DPR-nya. Kalau anggota DPR mau bereskan, bereskan partai politiknya. Dan bereskan undang-undang partai politiknya."
Fungsi DPR yang Hilang [00:00:00]
- Anggota DPR seharusnya menyuarakan aspirasi rakyat, seperti isu kebakaran hutan atau bencana.
- Masyarakat berteriak karena fungsi perwakilan tidak berjalan.
- "> Kalau sekarang rakyat teriak berarti kan ada satu fungsi yang tersumbat, Tidak berjalan. Harus jujur itu."
Menetapkan Bencana Nasional [00:00:00]
- Miing, yang dulu di Komisi 10 (pendidikan, pariwisata, dll.), tidak mengurus kebakaran hutan.
- Menetapkan bencana sebagai bencana nasional memerlukan regulasi dan pertimbangan APBN.
- Contoh tsunami Aceh 2004, yang ditetapkan sebagai bencana nasional sehingga mendapat bantuan internasional.
- "> Menetapkan bahwa ini adalah sebuah harusnya bencana nasional dari kawan-kawan kita di Senayan itu ukurannya apa tuh itu ada ada regulasinya ada aturan."
Peran Komisi dalam Kebijakan [00:00:00]
- Miing menjelaskan bahwa Komisi 10 mitranya adalah pendidikan, kebudayaan, pemuda, olahraga, pariwisata.
- Ia tidak mengurus kebakaran hutan karena bukan ranah komisinya.
- Keputusan penetapan bencana nasional melibatkan banyak anggota dewan.
- "> Jadi gue gak ngurusin kebakaran hutan karena ada orang yang lain ngurusin masa kita juga apapun bencana aja lah gak harus kebakaran hutan."
Kebijakan Nyata dari Miing [00:00:00]
- Miing menceritakan pembuatan SMK Pertambangan di Pandeglang agar masyarakat lokal bisa bekerja di tambang.
- Ia juga memfasilitasi pembangunan SMP di Sangyang Tanjung setelah jembatan gantung putus.
- "> Pak ini ada tambang tapi orang kita gak bisa kerja ya karena gak sekolah tambang solusinya apa gue komisi 10 gue telepon dirjennya pendidikan menengah yaitu vokasional bikinlah SMK pertambangan disitu."
Politik dan Bisnis Baja [00:00:00]
- Miing kini menjadi Dirut PT Mas Baja Indonesia.
- Ia melihat industri baja sebagai "mother of industry" dan mempersiapkan diri untuk masa depan.
- Ia tidak mengalami post power syndrome karena persiapan matang.
- "> Dan satu yang tidak pernah diperkirakan oleh kita gue kan tidak berpikir juga bahwa kepopularitas itu menjadi langgeng tapi bawa balik ke dunia baja juga gue tanpa perkiraan loh secara naluri aja."
Kritik Terhadap Anggota DPR Saat Ini [00:00:00]
- Miing merasa masih banyak yang menganggapnya sebagai anggota DPR aktif, padahal sudah lama pensiun.
- Ia menyayangkan oknum-oknum yang dianggapnya "ngkak-ngkak" dan tidak benar-benar bekerja.
- "> Bapak mesti ngomong dong saatnya Bapak seperti dulu ngomong berani Bapak ngomong ini kondisi kok kayak gini."
Peran Politik di Luar Parlemen [00:00:00]
- Politik tidak selalu berarti menjadi anggota DPR atau anggota partai.
- Mengoreksi kebijakan pemerintah juga merupakan bagian dari politik.
- Penting bagi anak muda untuk memahami politik dan berkontribusi.
- "> Jadi politik itu harus dipahami oleh teman-temannya anak muda terutama tidak selalu harus duduk di DPR tidak selalu harus menjadi anggota partai politik."
Biaya Politik yang Mahal [00:00:00]
- Biaya pencalonan kepala desa bisa mencapai miliaran rupiah.
- Demokrasi di Indonesia sangat mahal, tidak seperti dulu yang hanya mengandalkan nasab.
- "> Bupati mah gak cukup 20 miliar tong gue diceramain sama senior iya gak cukup loh kemarin temen kita anggota DPR ada yang 40 miliar kagak menang."
Menolak Suap dan Mendidik Masyarakat [00:00:00]
- Miing menolak memberi suap dan mendidik masyarakat untuk tidak menerima uang.
- Ia percaya bahwa pemimpin yang baik tidak akan lahir jika masyarakat masih berharap disuap.
- "> Kalau rakyat masih berharap disuap dan mau menerima suap jangan bermimpi dapat pemimpin yang baik lalu hidupnya berubah."
Harapan untuk Masa Depan [00:00:00]
- Miing berharap melihat surat kontrak dan tanda tangan kuitansi di hari tuanya.
- Ia siap menjadi moderator atau MC jika masih dibutuhkan.
- Kehormatan sejati datang dari integritas pribadi, bukan dari atribut.
- "> Siapapun dia gitu oke oke ya meskipun tim sukses tapi kalau emang salah ya program atau tim sukses itu kan dulu kan kita cuma nganterin doang kita berharap juga bahwa ini semuanya baik-baik saja."