Menu
TERBUKTI!!! KEAJAIBAN PUASA Mereset Tubuh dan Mengobati Penyakit Kronis | dr. Cahyono

TERBUKTI!!! KEAJAIBAN PUASA Mereset Tubuh dan Mengobati Penyakit Kronis | dr. Cahyono

Bukan Cerita Untungs

137,178 views 9 months ago Save 57 min 6 min read

Video Summary

Puasa Ramadan, yang wajib dijalani umat Muslim selama 30 hari, ternyata memiliki dua manfaat utama bagi kesehatan: detoksifikasi dan autofagi. Detoksifikasi terjadi saat tubuh beristirahat dari menerima makanan dan minuman selama 14-16 jam, memungkinkan organ seperti hati dan ginjal untuk membersihkan diri. Oksidasi tinggi, yang analog dengan besi berkarat, dianggap sebagai sumber utama penyakit, dan tubuh memproduksi antioksidan seperti glutation dan SOD untuk melawannya. Namun, produksi antioksidan menurun setelah usia 40 tahun, menyebabkan ketidakseimbangan dan radikal bebas yang dapat merusak sel. Puasa yang lebih lama, di atas 16 jam, memicu autofagi, proses di mana sel memakan sel-sel yang rusak atau berpotensi menjadi kanker. Pentingnya memilih makanan yang sehat dan cocok dengan genetik tubuh (nutrigenomik) juga ditekankan, serta menghindari makanan ultra-proses (UPF) yang menjadi penyebab utama penyakit degeneratif.

Salah satu fakta menarik dari video ini adalah bahwa kolesterol sebenarnya bukanlah penyakit, melainkan makanan bagi sel tubuh. Kolesterol menjadi masalah ketika teroksidasi oleh radikal bebas, yang kemudian mengeras dan menyumbat pembuluh darah.

Short Highlights

  • Puasa selama 14-16 jam memberikan manfaat detoksifikasi, sementara puasa lebih dari 16 jam memicu autofagi untuk membersihkan sel rusak dan potensi kanker.
  • Oksidasi tinggi dianggap sebagai akar dari banyak penyakit, dan tubuh memproduksi antioksidan seperti glutation dan SOD untuk melawannya, namun produksinya menurun setelah usia 40 tahun.
  • Kolesterol bukanlah penyakit, melainkan makanan sel, dan masalah timbul ketika teroksidasi oleh radikal bebas menjadi sumbatan.
  • Makanan ultra-proses (UPF), stres, dan kurang gerak menjadi penyebab utama oksidasi tinggi dan penyakit degeneratif seperti diabetes, penyakit jantung, dan stroke.
  • Makanan yang sehat belum tentu cocok untuk setiap individu; kecocokan makanan ditentukan oleh genetik tubuh (nutrigenomik).
  • Obat-obatan medis modern sebagian besar bersifat simptomatik (80%), hanya meredakan gejala tanpa mengatasi akar penyebab penyakit.

Key Details

Dampak Oksidasi dan Radikal Bebas pada Kesehatan [0:00]

  • Oksidasi yang tinggi pada tubuh analog dengan besi berkarat atau kayu lapuk, dan merupakan sumber utama penyakit.
  • Radikal bebas, yang merupakan hasil dari fase kedua oksidasi, menyebabkan inflamasi (peradangan) pada fase ketiga, yang dirasakan sebagai rasa sakit.
  • Orang yang menderita diabetes memiliki tingkat oksidasi darah yang 6 kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak.

"Dampak dari oksidasi fase ketiga tadi belum belum selesai nih. Fase kedua kan tadi menciptakan radikal bebas. Radikal bebas menyebabkan fase ketiga inflamasi peradangan."

Manfaat Puasa Ramadan untuk Kesehatan Holistik [0:47]

  • Puasa memiliki dua aspek: ibadah dan kesehatan, dengan manfaat detoksifikasi dan kesehatan fisik.
  • Selama puasa 14-16 jam, organ seperti hati dan ginjal melakukan proses "membersih-bersih" atau detoksifikasi.
  • Antioksidan, seperti glutation (raja antioksidan) dan SOD (superoksid dismutase), diproduksi tubuh untuk menetralkan oksidasi, namun produksinya menurun setelah usia 40 tahun.

"Puasa ini ada dua aspek. Dia aspek secara ibadah. Dan aspek secara kesehatannya, Mas."

Kolesterol: Makanan Sel, Bukan Penyakit [07:34]

  • Kolesterol adalah makanan esensial bagi sel, bersama dengan asam amino dari protein dan air.
  • Kolesterol yang beredar dalam darah menjadi masalah ketika dirusak oleh radikal bebas, menyebabkan pengerasan dan penyumbatan pembuluh darah, bukan kolesterol itu sendiri yang jahat.
  • Otak manusia 90% tersusun oleh kolesterol, dan saraf, hormon, serta enzim juga membutuhkannya.

"Jadi kolesterol itu bukan penyakit. Kolesterol itu adalah makanan sel."

Faktor Penyebab Oksidasi Tinggi dan Penyakit Degeneratif [11:53]

  • Stres adalah penyebab oksidasi tertinggi, mendorong pentingnya kebahagiaan dan rasa syukur.
  • Makanan ultra-proses (UPF), terutama yang berbasis gula pasir dan tepung, sangat memicu oksidasi.
  • Gaya hidup "mageran" (malas gerak) setelah makan juga meningkatkan oksidasi dan memicu sindrom metabolik, yang berujung pada diabetes tipe 2.

"Oksidasi paling tinggi disebabkan karena apa? Pertama adalah faktor stres. Jadi orang sehat itu hukumnya wajib bahagia."

Tahapan Penyakit dan Peran Detoksifikasi [15:34]

  • Inflamasi (peradangan) adalah respons tubuh yang memberikan sinyal adanya masalah.
  • Jika inflamasi tidak ditangani, akan berlanjut ke degenerasi sel, yang menyebabkan penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, Alzheimer, Parkinson, stroke, dan gagal ginjal.
  • Pengobatan holistik bertujuan untuk regenerasi sel melalui tiga tahap: detoks, penguatan imun, dan regenerasi sel.

"Pada saat peradangan itulah manusia akan merasakan sakit."

Autofagi: Pembersihan Sel Jangka Panjang [18:06]

  • Autofagi adalah proses pembersihan sel yang terjadi jika puasa dilakukan lebih dari 16 jam hingga 24 jam.
  • Dalam kondisi lapar, sel tubuh akan memakan sel-sel yang rusak atau berpotensi menjadi kanker, membersihkan "sampah" dalam tubuh.
  • Intermitten fasting yang optimal adalah 16-18 jam puasa.

"Pada saat kita tidak makan. Ya, hanya minum misalnya atau tidak makan sama sekali ya, tubuh kita kan lapar, sel kita lapar enggak? Dia akan makan itu sel-sel yang rusak dan akan memakan sel kanker. Itu namanya proses autofagu."

Peran Genetik (Nutrigenomik) dalam Pilihan Makanan [23:14]

  • Makanan yang sehat belum tentu cocok untuk setiap individu; kecocokan makanan ditentukan oleh genetik tubuh melalui pemeriksaan nutrigenomik.
  • Gen berfungsi sebagai blueprint tubuh yang menentukan bagaimana tubuh merespons makanan yang dikonsumsi.
  • Contohnya, dua saudara kandung dengan pola diet yang sama bisa memiliki hasil yang berbeda karena perbedaan kecocokan genetik terhadap makanan.

"Gen kitalah yang menentukan kecocokan terhadap makanan yang kita makan."

Antioksidan Alami dan Manfaatnya [29:25]

  • Selain antioksidan internal, tubuh juga memerlukan antioksidan dari sumber alami seperti tanaman herbal, buah, dan sayuran.
  • Contohnya, bromelin pada bonggol nanas mencegah kanker, dan resveratrol pada buah berwarna merah keunguan (seperti bit, anggur) mencegah penyakit jantung dan stroke.
  • Mengonsumsi buah secara utuh lebih baik daripada dijus karena fruktosa dalam jus dapat meningkatkan glukosa darah dengan cepat, terutama bagi penderita diabetes.

"Ada di tanaman herbal dan buah sayur. Ada di sekitar kita. Antioksidan ada di sekitar kita."

Memperbaiki Nama Baik Makanan dan Obat [33:51]

  • Alpukat sebenarnya baik untuk diet karena mengandung lemak sehat, dan fitnah yang menyebabkannya gemuk adalah tambahan gula dan susu.
  • Daging tidak selalu menjadi penyebab penyakit; justru makanan ultra-proses (UPF) yang lebih berbahaya.
  • Obat medis kimiawi sebagian besar (80%) bersifat simptomatik, hanya meredakan gejala tanpa mengatasi akar penyebab.

"Ini alpukat juga banyak difitnah."

Kesehatan Anak dan Pentingnya Alarm Tubuh [46:50]

  • Sakit pada anak adalah alarm tubuh yang menunjukkan adanya masalah, bukan sesuatu yang harus dihindari sama sekali.
  • Anak yang jarang sakit belum tentu sehat; bisa jadi alarm tubuhnya rusak, dan tiba-tiba mengalami penyakit degeneratif serius.
  • Memilih makanan sehat dan menghindari UPF adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan anak, meskipun lingkungan sekitar memiliki pandangan berbeda.

"Sakit itu adalah bentuk alarm tubuh, Bu. Jangan khawatir sama sakit."

Kista Ovarium dan Gangguan Hormonal [55:54]

  • Kista ovarium pada usia reproduktif seringkali dipengaruhi oleh gangguan hormonal, yang bisa disebabkan oleh stres atau makanan.
  • Makanan seperti kedelai GMO (Genetically Modified Organism) dan produk UPF harus dihindari karena dapat mengganggu hormon estrogen dan progesteron.
  • Kopi hitam tanpa tambahan gula, susu, atau krimer sehat, namun campurannya dapat memicu masalah kesehatan.

"Jadi pada penderita kista atau mioma uteri ya atau adenomiosis itu sama sekali tidak boleh konsumsi makanan-makanan yang dapat mengganggu hormon estrogen dan progesteron."

Other People Also See