Menu
ILMU SIH*R MEMAKAN PULUHAN KORBAN‼️ UST FAIZAR LANGSUNG RUQYAH‼️

ILMU SIH*R MEMAKAN PULUHAN KORBAN‼️ UST FAIZAR LANGSUNG RUQYAH‼️

CURHAT BANG Denny Sumargo

30,904 views yesterday Save 49 min 6 min read

Video Summary

Seorang pria bernama Zaka diduga melakukan penipuan berkedok investasi dan menggunakan praktik perdukunan untuk memanipulasi korban. Ia dilaporkan memeras keluarganya sendiri, termasuk ayahnya yang sakit, dan meminjam uang dari teman-teman kuliahnya dengan janji palsu. Zaka juga diduga menjalin hubungan sesama jenis dan menggunakan foto korban untuk ritual agar mereka patuh dan menuruti keinginannya.

Korban-korban Zaka, yang jumlahnya puluhan, termasuk Indah dan Fitra, menderita kerugian finansial yang signifikan. Indah kehilangan ratusan juta rupiah, sementara Fitra merugi hingga miliaran. Mereka mengungkapkan bahwa Zaka sering menggunakan nama orang lain, termasuk seorang ustadz, untuk menipu. Selain itu, beberapa korban mengalami gangguan fisik yang tidak dapat dijelaskan secara medis, seperti muntah hitam dan rasa tertusuk, yang diduga akibat santet atau guna-guna yang dikirim oleh Zaka.

Short Highlights

  • Zaka diduga melakukan penipuan investasi dan menggunakan praktik perdukunan.
  • Korban mengalami kerugian finansial hingga miliaran rupiah.
  • Zaka memeras keluarga dan meminjam uang dari teman-temannya.
  • Korban mengalami gangguan fisik yang diduga akibat santet.
  • Zaka diduga menjalin hubungan sesama jenis.
  • Zaka menggunakan foto korban untuk ritual agar patuh.
  • Kasus ini telah dilaporkan ke polisi dan Zaka menghilang.

Key Details

Dugaan Penipuan dan Perdukunan oleh Zaka [0:00]

  • Zaka diduga melakukan ritual menggunakan foto korban agar patuh.
  • Korban percaya pada Zaka karena ia mengaku hafiz Quran.
  • Ustaz Faisar akan menjelaskan kronologi penipuan dan kemungkinan merukiah korban.

    "Si Zaka itu setiap sebelum ketemu saya nge-ritual. Foto saya itu dipakai untuk di-ritual, biar saya manut, nurut, dan kasih sama dia."

Awal Kenal dan Pendekatan Zaka [1:30]

  • Siva dihubungi Zaka melalui DM Instagram saat masih koas.
  • Zaka langsung mengajak menikah meskipun belum pernah bertemu.
  • Latar belakang Zaka sebagai Ketua LDK dan hafiz Quran menarik perhatian Siva.

    "Kemudian saya lihat Instagramnya, backgroundnya itu disitu brandingnya bagus ya. Ketua LDK, LDK itu ketua keagamaan di kampusnya."

Pertemuan dan Intensitas Hubungan [2:45]

  • Siva dan Zaka bertemu di mal di Bandung, ditemani teman Zaka.
  • Komunikasi menjadi intens setelah pertemuan pertama, termasuk kunjungan Zaka ke kosan Siva.
  • Zaka memberikan perhatian dengan sering memberi makanan.

    "Perhatian lah, ngasih nilai perhatian."

Lamaran dan Pernikahan [4:00]

  • Zaka datang ke rumah Siva di Bogor untuk melamar tanpa didampingi.
  • Orang tua Siva awalnya ragu dan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menyetujui.
  • Pernikahan dilangsungkan dua minggu setelah Siva menyelesaikan koasnya.

    "Singkat cerita, Zaka ini datang ke rumah saya di Bogor. Ngelamar."

Perubahan Sikap Pasca-Menikah [5:30]

  • Setelah menikah, Siva merasa tidak nyaman dan sebel melihat Zaka.
  • Perasaan negatif tersebut muncul tanpa pemicu yang jelas.

    "Kayaknya perasaanku tuh udah, aku malah jadi sebel gitu bawaannya. Bawaannya ngeliat dia kok jadi sebel."

Tagihan Uang Besar dari Korban [7:00]

  • Kak Indah dan temannya datang ke rumah orang tua Siva menagih uang.
  • Kak Indah menagih sekitar Rp375 juta, sementara temannya Rp1,6 miliar.
  • Zaka menolak menemui mereka dan menyerahkan masalah ke pengacara.

    "Kemudian orangtuaku bilang, coba datangin, temuin ini Kak Indah ini ke rumah, ayolah datang gitu."

Ketidaktransparan Zaka dan Dugaan Perselingkuhan [9:00]

  • Zaka tidak terbuka mengenai keuangannya dan sering berbohong mengenai tujuannya.
  • Zaka pernah izin ke Purwokerto untuk urusan umroh, namun ternyata bertemu dengan seorang pria.
  • Ditemukan scrapbook berisi foto Zaka berdua dengan pria tersebut dengan pose mesra.

    "Ternyata, ini juga saya baru dengar, ternyata ketemu seorang cowok disana."

Pengakuan Hubungan Sesama Jenis dan Proses Perceraian [11:30]

  • Pria yang ditemui Zaka di Purwokerto mengakui adanya hubungan sesama jenis.
  • Siva syok mendengar pengakuan tersebut.
  • Status pernikahan mereka dalam proses perceraian.

    "Bahwasannya emang ada hubungan. Hubungan apa ini? Sesama jenis."

Penipuan Terhadap Teman Zaka [14:00]

  • Zaka menipu teman bernama Majid dengan menggunakan akun Instagram Siva.
  • Zaka meminjam uang sebesar Rp40 juta dari Majid dengan alasan panggilan haji untuk mertuanya.
  • Uang tersebut ditransfer ke rekening adik Siva, lalu diteruskan ke Zaka.

    "Jadi ternyata tahun 2024 kejadiannya, dia nge-chat Zaka ini nge-chat Majid pakai IG."

Kerugian Fitra dan Dugaan Santet [20:00]

  • Fitra mengaku ditipu sebesar Rp3 miliar oleh Zaka melalui investasi pupuk.
  • Fitra pernah melihat Zaka melakukan ritual di hotel dengan foto Indah dan suaminya.
  • Fitra dan dua orang lainnya tiba-tiba sakit parah di hari yang sama, diduga akibat guna-guna.

    "Nah, dia memang bener mau ketemu Kak Indah. Nah, pagi-pagi dia nelpon. Suruh ke hotel, salah satu hotel di Palembang lah."

Dugaan Penggunaan Dukun dan Manipulasi [25:00]

  • Fitra pernah diajak Zaka bertemu dukun di Jawa Barat yang mengaku keturunan Prabu Siliwangi.
  • Dukun tersebut menyatakan Fitra diguna-guna dan perlu dibersihkan.
  • Zaka sering mendatangi dukun, bahkan hingga ke Gunung Kawi.

    "Katanya mau bersihin aku ya, katanya. Tapi gak tau apa. Gak tau apa, ya."

Pemerasan Terhadap Keluarga dan Korban Lain [30:00]

  • Zaka sering memeras ayah Siva yang sakit stroke.
  • Zaka meminjam uang dengan modus investasi dan menggunakan nama orang tua.
  • Terdapat puluhan korban penipuan Zaka, termasuk teman kuliahnya.

    "Di keluarga itu sering morotin papaku. Oh papamu diperotin juga. Banyak."

Klaim Zaka sebagai Hafiz Quran dan Tiket Surga [35:00]

  • Zaka mengklaim dirinya pasti masuk surga karena hafiz Quran.
  • Ia merasa levelnya jauh di atas orang yang bukan hafiz Quran.
  • Zaka tidak takut dosa karena merasa sudah memiliki tiket surga.

    "Jadi dia itu kekasih Allah. Dan kita ini yang bukan hapis Qur'an itu jauh levelnya di bawah dia."

Upaya Penipuan Mengatasnamakan Ustadz Musa Sungkar [40:00]

  • Zaka menggunakan nama Ustadz Musa Sungkar untuk menipu.
  • Ia meminta uang Rp35 juta dengan alasan membeli sapi kurban untuk pondok.
  • Ustadz Musa Sungkar mengkonfirmasi bahwa ia tidak pernah meminta uang tersebut.

    "Katanya Ustadz saya itu minta mahar sapi. Berapa? 700 kilo ya?"

Gangguan Fisik dan Kejiwaan Korban [45:00]

  • Indah merasakan sakit seperti ditusuk di bagian kepala.
  • Gejala serupa dialami oleh korban lain, termasuk muntah hitam.
  • Korban menduga gangguan tersebut akibat sihir atau guna-guna.

    "Kayak ditusuk. Gejala ini kamu alamin sering ya?"

Laporan Polisi dan Hilangnya Zaka [48:00]

  • Kasus ini telah dilaporkan ke polisi dan sedang dalam proses.
  • Zaka menghilang dan tidak dapat dihubungi.

    "Udah kita coba mulai dari Kak Majid tadi. Dia udah speak up di treat. Aku juga di tiktok sama temanku udah sering."

Upaya Rukiah dan Kesaksian Korban [50:00]

  • Ustaz Faisar melakukan rukiah terhadap Indah.
  • Korban lain, seperti Fitra, juga pernah dibawa ke dukun oleh Zaka.
  • Kesaksian korban menguatkan dugaan adanya praktik perdukunan dan manipulasi.

    "Allahumma shfi indah binti kunawala ini nih plastik min anfusil jinni wa a'iyunil ins"

Pengakuan Hubungan Sesama Jenis Lainnya [55:00]

  • Zaka diduga mendekati empat pria lain dan menjalin hubungan.
  • Salah satu pria mengaku hanya ingin memeras uang Zaka, namun akhirnya terbawa perasaan.
  • Pria tersebut mengakui adanya hubungan dan pernah liburan bersama Zaka ke Bali.

    "Ada beberapa... Ada empat cowok lah yang dia deketin juga. Satu yang benar-benar dia baper."

Upaya Zaka Menjelek-jelekkan Istri [58:00]

  • Zaka menjelek-jelekkan istrinya di hadapan teman-temannya dan orang lain.
  • Ia menuduh istrinya kasar terhadap anak dan tidak suportif.
  • Tujuannya diduga untuk menarik simpati dan mendapatkan uang dari orang lain.

    "Dia ini suka menjelek-jelekkan saya kemana-mana. Ke temannya. Ke orang yang nggak saya kenal."

Other People Also See