Menu
Gue sedih dr Gia sampai ngomong ini 🥲.. BERESIN NYA GIMANA COBA!!!

Gue sedih dr Gia sampai ngomong ini 🥲.. BERESIN NYA GIMANA COBA!!!

Deddy Corbuzier

289,649 views 10 hours ago Save 54 min 7 min read

Video Summary

Dalam diskusi yang hangat, Dokter Gia dan Om Deddy mengupas tuntas tantangan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia. Dokter Gia, yang baru pulang dari ibadah haji, menekankan pentingnya kepercayaan antara pemerintah, fasilitas kesehatan, dan pasien sebagai fondasi utama JKN. Ia menyoroti bagaimana konflik antarpihak, seperti keluhan pasien terhadap tenaga kesehatan (nakes) yang berujung pada komentar kasar di media sosial, serta defisit BPJS yang mencapai triliunan rupiah per bulan, mengikis fondasi kepercayaan tersebut. Dokter Gia juga berbagi pengalaman pribadi dan keluarganya yang merupakan pengguna setia BPJS, memperkuat argumennya tentang pentingnya sistem ini.

Diskusi ini juga menyentuh akar masalah di balik ucapan kasar nakes, yang seringkali timbul dari akumulasi stres, beban kerja tinggi, dan kurangnya apresiasi. Dokter Gia menggarisbawahi bahwa meskipun nakes tidak dibenarkan berkata kasar, frustrasi mereka perlu dipahami. Ia mengusulkan agar pemerintah memprioritaskan kesehatan dalam alokasi anggaran, memperbaiki sistem tarif medis, dan mendorong masyarakat untuk tetap membayar iuran BPJS demi keberlanjutan gotong royong kesehatan. Dokter Gia juga menekankan peran edukasi promotif dan preventif untuk mengurangi angka kesakitan, serta pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kesehatan diri sendiri dan membayar iuran tepat waktu.

Short Highlights

  • BPJS mengalami defisit anggaran sebesar Rp22 triliun, dengan kerugian bulanan mencapai Rp2 triliun.
  • Kepercayaan antara pemerintah, fasilitas kesehatan (faskes), dan pasien menjadi kunci utama keberhasilan JKN.
  • Stres dan beban kerja tinggi menjadi akar masalah di balik ucapan kasar tenaga kesehatan (nakes).
  • Pemerintah didorong untuk memprioritaskan anggaran kesehatan dan meninjau tarif medis.
  • Edukasi promotif dan preventif serta partisipasi masyarakat dalam membayar iuran BPJS sangat krusial.
  • Keluarga Dokter Gia adalah pengguna setia BPJS, membuktikan manfaatnya.
  • Pentingnya menjaga kesehatan diri sendiri melalui nutrisi, olahraga, dan istirahat yang cukup.

Key Details

Krisis Kepercayaan dalam JKN [00:00:00]

  • Dokter Gia dan Om Deddy membahas kondisi JKN yang terancam oleh menipisnya kepercayaan antarpihak.
  • Tiga pilar utama JKN: pemerintah (BPJS), fasilitas kesehatan (dokter, klinik, rumah sakit), dan pasien, kini terpisah oleh jurang ketidakpercayaan.
  • Dokter Gia menekankan bahwa kepercayaan adalah elemen sentral yang menghubungkan ketiga pilar tersebut.

    "Tengah-tengahnya kepercayaan Ya dan itu sekarang yang Lagi tipis banget gitu"

Stres Tenaga Kesehatan dan Komentar Kasar [00:04:32]

  • Munculnya keluhan pasien yang berujung pada komentar kasar nakes di media sosial menjadi sorotan.
  • Dokter Gia menyatakan tidak setuju dengan penggunaan kata-kata kasar oleh nakes, namun memahami adanya frustrasi di balik tindakan tersebut.
  • Beban kerja yang berat, kurangnya pemahaman pasien, dan kondisi ekonomi yang sulit berkontribusi pada stres nakes.

    "Betul Sangat Sangat krusial Dimana juga terus BPJS juga Pemerintah juga lagi Ya kan kalau katanya Adera itu sebenernya BPJS itu makin tinggi artinya rakyat makin banyak yang sakit"

Visi Misi Dokter Gia untuk JKN [00:07:18]

  • Visi utama Dokter Gia adalah mencegah satu juta orang Indonesia terkena serangan jantung dan stroke.
  • Ia sangat berharap JKN dapat sukses karena merupakan tulang punggung untuk mencapai visinya.
  • Dokter Gia merasa menjadi bagian dari ketiga pilar JKN: dekat dengan Kemenkes dan BPJS, anggota IDI, serta pengguna BPJS.

    "Mencegah satu juta orang Indonesia terkena serangan jantung dan stroke Fokusnya selalu kesitu Jadi makanya betapa aku bener-bener dari hati yang terdalam ingin JKN kita sukses"

Dampak Defisit BPJS [00:12:48]

  • BPJS mengalami defisit anggaran yang cukup besar, mencapai Rp22 triliun.
  • Kerugian BPJS per bulan diperkirakan sekitar Rp2 triliun.
  • Defisit ini membahayakan keberlanjutan sistem JKN dan dapat menyebabkan krisis jika terjadi gagal bayar ke rumah sakit.

    "Kerugian BPJS tuh 2 triliun per bulan"

Peran Pemerintah dalam Menentukan Iuran dan Tarif [00:17:15]

  • Pemerintah dan DPR memiliki peran sentral dalam menentukan besaran iuran BPJS dan tarif layanan kesehatan.
  • Keterlambatan kenaikan iuran dan tarif medis yang signifikan berdampak pada keuangan BPJS.
  • Anggaran APBN untuk kesehatan menjadi indikator prioritas pemerintah.

    "Yang nentuin tarifnya itu Pemerintah dan DPR Gitu"

Tantangan bagi Tenaga Kesehatan [00:21:50]

  • Dokter Gia membandingkan beban kerja dokter dengan pelayan restoran, namun menekankan bahwa dokter menghadapi pasien yang sakit, panik, dan takut.
  • Nakes harus menjalankan peran ganda: ramah kepada pasien sekaligus mengambil keputusan medis krusial setiap detik.
  • Beban administratif, seperti pengetikan klaim dan detail diagnosis, menambah stres.

    "Harus senyum Harus ramah Tapi harus ngambil keputusan terus tiap detik Itu energinya butuh dahsyat"

Pengalaman Pasien dan Perbedaan Pendapat Dokter [00:27:30]

  • Om Deddy menceritakan pengalamannya dengan ibunya yang berusia 90 tahun, di mana dua dokter memberikan pendapat berbeda mengenai perawatan.
  • Hal ini menimbulkan kebingungan dan potensi pikiran negatif mengenai permainan rumah sakit.
  • Dokter Gia menekankan pentingnya komunikasi dan konsultasi antar dokter untuk pengambilan keputusan yang tepat.

    "Nah sekarang saya tanya sama anda Kalau anda jadi saya gimana?"

Peran Edukasi Promotif dan Preventif [00:35:40]

  • Dokter Gia sangat serius dalam menjalankan peran edukasi promotif dan preventif di luar rumah sakit.
  • Tujuannya adalah mengurangi angka kesakitan di Indonesia.
  • Ia melihat adanya perubahan positif dalam budaya masyarakat, seperti peningkatan kesadaran akan olahraga.

    "Mencegah satu juta orang Indonesia terkena serangan jantung dan stroke Fokusnya selalu kesitu"

Tantangan Lapangan Pekerjaan Formal [00:43:00]

  • Ketersediaan lapangan pekerjaan formal menjadi kunci agar masyarakat dapat membayar iuran BPJS.
  • Banyak pekerjaan non-formal yang tidak tercatat, sehingga individu tersebut tidak terpotong iuran BPJS secara otomatis.
  • Hal ini berkontribusi pada tingginya angka masyarakat yang tidak aktif BPJS.

    "Banyak pekerjaan-pekerjaan non formal Ya betul Yang tidak tercatat sebagai pekerja Betul Betul"

Kontribusi Masyarakat dan Iuran BPJS [00:48:30]

  • Masyarakat memiliki peran penting dalam membayar iuran BPJS sebagai bentuk gotong royong.
  • Banyak masyarakat yang ingin membayar iuran namun terkendala kondisi ekonomi.
  • Muncul ide iuran tambahan melalui 'pajak dosa' atau 'sinteks' untuk mendukung BPJS.

    "Gotong royong Jagain yang sakit ini Kan nanti Dia gantiin aja Yang sakit kan Sembuh pasti kan Sembuh terus"

Kritik dan Masukan untuk Pemerintah [00:55:00]

  • Dokter Gia mengkritik alokasi anggaran kesehatan yang dinilai belum menjadi prioritas utama pemerintah.
  • Ia menyarankan agar pos-pos anggaran kesehatan di APBN diperbaiki dan diprioritaskan.
  • Pemerintah pusat dan daerah perlu meningkatkan porsi anggaran untuk kesehatan, baik promotif maupun kuratif.

    "Pemerintah pusat dan pemerintah daerah juga pos-pos untuk kesehatan harusnya bisa lebih baik"

Pesan untuk Tenaga Kesehatan [00:57:45]

  • Dokter Gia mengingatkan nakes untuk kembali ke tujuan awal menjadi profesional yang membantu sesama.
  • Ia menekankan bahwa rezeki tenaga kesehatan datang dari orang yang membutuhkan pertolongan.
  • Nakes diharapkan tetap profesional dan tulus dalam melayani pasien.

    "Rezeki tenaga kesehatan sebuah privilege kita dapet dari manusia yang lagi sakit lagi butuh bantuan itu bukannya pahalannya berlipat-lipat om"

Pesan untuk Pasien [01:00:00]

  • Pasien diminta untuk semangat, yakin sembuh, dan percaya pada nakes yang menangani mereka.
  • Pentingnya menjaga kesehatan diri sendiri melalui nutrisi, olahraga, dan istirahat yang cukup.
  • Kesehatan itu mahal, dan pencegahan lebih baik daripada pengobatan.

    "Semangat yakin sembuh itu udah jadi separoh kesembuhan gitu percayakan kepada nakes dan dokter yang menangani mereka pasti akan all in"

Pola Asuh Orang Tua Dokter Gia [01:03:00]

  • Dokter Gia menceritakan ketenangan ayahnya yang seorang pilot saat menghadapi pendaratan darurat.
  • Kesabaran, ketabahan, dan kedisiplinan ayahnya menjadi inspirasi baginya.
  • Ia percaya bahwa pola asuh orang tua sangat berpengaruh dalam membentuk karakter.

    "Papa tuh Kesabarannya Ketabahannya Kedisiplinnya tuh Tingkat tinggi Aku bisa Jadi separohnya papa aja aku udah bahaya banget"

Produk UMKM yang Dibahas [01:14:00]

  • Cireng isi dengan berbagai varian rasa (ayam original, ayam pedas, ati pedas, keju).
  • Tigo Stevia, pemanis alami tetes yang aman untuk penderita diabetes.
  • Kimchiku saset homemade dengan tambahan apel dan madu sebagai sumber fruktosa alami.

    "Cireng isi Cireng isi Cireng isi Cireng isi Cireng isi Cireng isi"

Peran Masyarakat dalam Ekosistem Kesehatan [01:18:00]

  • Masyarakat perlu menjalankan fungsi dan perannya dalam ekosistem JKN.
  • Membayar iuran BPJS secara rutin adalah bentuk kontribusi.
  • Kesadaran akan pentingnya kesehatan dan pencegahan penyakit perlu ditingkatkan.

    "Ayolah kita jagain BPJS dan JKN ini"

Refleksi Akhir dan Harapan [01:21:00]

  • Dokter Gia berharap JKN dapat berhasil dan Indonesia menjadi lebih sehat.
  • Ia menekankan pentingnya kebersamaan dan kolaborasi antar semua pihak.
  • Semangat positif dan optimisme menjadi kunci dalam menghadapi tantangan.

    "Goalsnya adalah Ayowo Jadi lagi nih JKN nya bagus lagi gitu"

Other People Also See