Menu
Toni Paving Block Viral: Pesan Penting untuk KDM, Pandawara Group & Menteri Lingkungan Hidup

Toni Paving Block Viral: Pesan Penting untuk KDM, Pandawara Group & Menteri Lingkungan Hidup

kasisolusi

50,875 views 9 months ago Save 66 min 10 min read

Video Summary

Seorang inovator di bidang pengelolaan sampah memproduksi paving block dari bahan daur ulang sampah plastik bernilai rendah. Produk ini diklaim lebih ringan, kuat, tidak berlumut, dan tahan lama dibandingkan paving block konvensional berbahan semen dan pasir. Inisiatif ini bermula dari keprihatinan terhadap sampah yang tidak laku dijual, namun kini berkembang menjadi solusi ekonomi sirkular yang mengurangi beban lingkungan dan membuka peluang ekonomi. Ia berharap pemerintah dan pihak terkait memberikan perhatian dan dukungan untuk pengembangan skala produksi.

Salah satu keunikan dari paving block inovatif ini adalah proses produksinya yang dimulai secara manual sejak 2017 hingga 2021, menggunakan alat sederhana seperti wajan, sebelum akhirnya mendapatkan pendanaan dari program CSR sebuah BUMN pada 2021 yang memungkinkan pembelian mesin mixer dan sistem penyaring asap. Meskipun harganya sedikit lebih mahal dari paving block konvensional, keunggulannya dalam kebermanfaatan lingkungan dan ketahanan produk menjadikannya pilihan yang menarik. Ia menekankan bahwa niat utamanya adalah menyelamatkan lingkungan dan menciptakan ekonomi sirkular, bukan semata-mata mencari keuntungan bisnis, dengan prinsip "lakukan hal yang kecil sebelum mampu melakukan hal yang besar"

Short Highlights

  • Paving block inovatif dibuat dari sampah plastik bernilai rendah (low value).
  • Produk ini diklaim lebih ringan (2 kg per piece) dibanding paving block semen (6-8 kg), lebih kuat, tidak berlumut, dan tidak abrasi.
  • Proses produksi dimulai manual sejak 2017, lalu mendapat pendanaan CSR BUMN pada 2021 untuk mesin mixer.
  • Harga per meter Rp200.000, lebih mahal dari paving block konvensional (Rp95.000-Rp200.000), namun menawarkan value lebih tinggi.
  • Tujuannya adalah mengurangi sampah lingkungan dan menciptakan ekonomi sirkular, bukan semata b

Key Details

Pembuktian Kekuatan Paving Block Sampah [00:00]

  • Paving block yang terbuat dari sampah ini telah melalui berbagai pengujian ketahanan, termasuk dibanting ke meja tanpa mengalami kerusakan.
  • Produk ini menunjukkan kekuatan yang signifikan, terbukti tidak pecah atau rusak meski dijatuhkan atau dibanting.

    Pokoknya udah pembuktian sekali lagi ya. Enggak ada. Enggak ada pecah. Enggak ada.

Komposisi dan Keunggulan Paving Block Daur Ulang [00:12]

  • Paving block ini dibuat dari sampah, sebuah inovasi yang sangat menarik.
  • Dibandingkan dengan paving block konvensional yang terbuat dari semen dan pasir, produk ini terasa lebih ringan.
  • Materialnya tidak menyerap air (tidak ngeres) dan tidak akan berlumut, berbeda dengan paving block umum yang cenderung berlumut seiring waktu.
  • Kekuatan produk ini sangat baik, bahkan digambarkan seperti hancuran karton yang ditumpuk dengan air menjadi bubur, namun dalam kasus ini justru kuat.
  • Paving block ini terbuat dari sampah plastik seperti tutup botol galon bekas.

Viralitas dan Aspirasi Sang Inovator [01:05]

  • Inisiator produk ini menjadi viral karena karyanya yang terbuat dari sampah, yang dikaitkan dengan isu sampah di Indonesia.
  • Terdapat narasi bahwa ia merasa karyanya belum mendapatkan apresiasi yang layak dari pemerintah.
  • Ia menyatakan bahwa produksinya belum sanggup untuk produksi massal karena keterbatasan mesin.
  • Tantangan untuk membuat paving block sekian meter yang diajukan oleh seseorang (Kang Dedi Mulyadi) diterima, namun ia meminta kesempatan untuk memperbaiki dan memperbesar kapasitas mesin.

Proses dan Bahan Baku Paving Block [02:43]

  • Produk ini dibuat dari sampah, termasuk tutup botol galon bekas yang diolah menjadi berbagai barang seperti gantungan kunci.
  • Salah satu produk gantungan kunci dibuat dengan inisial 'Y' untuk orang yang dicintai, yaitu Yati.
  • Paving block ini menunjukkan ketahanan yang luar biasa saat dibanting ke lantai, tidak pecah sama sekali.
  • Produk ini juga tidak berbau dan cenderung lebih ringan dibandingkan paving block biasa.
  • Sampah yang digunakan adalah sampah anorganik, bukan organik.
  • Bahan bakunya berasal dari sampah low value yang sulit diolah atau dijual.
  • Pengolahannya bisa menghasilkan tekstur seperti batu.

Keunggulan Material dan Konsep Lingkungan [04:56]

  • Sampah low value yang digunakan tidak menghasilkan bau.
  • Produk ini memiliki keunggulan ketahanan terhadap abrasi dan keausan.
  • Keunggulan paling mendasar adalah kontribusi dalam mengurangi sampah di sungai dan lingkungan.
  • Tujuan utamanya adalah menyelesaikan masalah sampah, bukan semata-mata bisnis.
  • Niatnya adalah menyelamatkan lingkungan dari sampah plastik yang tidak laku.

Filosofi dan Latar Belakang Sang Inovator [07:16]

  • Ia ingin mendukung gerakan ekonomi kerakyatan dan UMKM naik kelas.
  • Meskipun bukan akademisi, ia sering membaca untuk menambah wawasan.
  • Pengalaman adalah guru terbaik baginya, dan ia hanya lulusan STM.
  • Ia memiliki prinsip bahwa podcast harus bisa menopang ekonomi dan mengeluarkan masyarakat dari kemiskinan serta mengurangi pengangguran.

Perbandingan Paving Block Konvensional dan Daur Ulang [08:38]

  • Paving block konvensional (semen dan pasir) cenderung mengalami retak, pecah, dan abrasi seiring waktu, terutama saat digunakan di jalan.
  • Paving block daur ulang sampah diklaim lebih bersih dan tidak akan mengalami abrasi atau aus meskipun sudah diinjak atau terkena hujan.
  • Sampah yang digunakan adalah sampah plastik low value, bukan dari brand tertentu, karena brand tersebut masih memiliki nilai jual.
  • Sampah plastik low value seperti label kemasan minuman atau makanan yang sulit dijual justru diolah menjadi bahan baku paving block.
  • Proses pengolahan melibatkan pencacahan plastik, pencampuran dengan semen dan pasir (proses yang disebut "rebrik").

Inovasi dan Proses Produksi Awal [14:43]

  • Ide awal pembuatan paving block dari sampah terinspirasi dari warga yang membakar sampah hingga menjadi keras, lalu ia mencetak material tersebut.
  • Rebrik adalah cacahan plastik yang dicampur dengan adukan semen dan pasir.
  • Pada awalnya (2017), proses produksi dilakukan secara manual seperti membuat dodol, menggunakan wajan dan diaduk-aduk.
  • Semua jenis sampah plastik low value digunakan tanpa filter, termasuk label yang tidak laku.

Pengelolaan Sampah Organik dan Limbah Plastik Multilayer [17:10]

  • Ia membedakan pengelolaan sampah plastik low value dengan sampah lain seperti botol plastik yang masih laku.
  • Sampah plastik multilayer (misalnya kemasan chiki, kopi, bumbu dapur yang mengandung aluminium foil) sulit didaur ulang dan tidak diterima oleh perusahaan daur ulang.
  • Sampah seperti styrofoam yang mengapung di sungai juga menjadi masalah karena tidak ada yang memperhatikan atau mengolahnya jika tidak menghasilkan uang.
  • Paving block ini memanfaatkan sampah low value karena memang tidak memiliki nilai jual yang tinggi.

Evolusi Produksi dan Dukungan Pendanaan [19:41]

  • Proses pembuatan paving block dari sampah plastik low value awalnya dilakukan secara manual seperti membuat dodol dari 2017 hingga 2021.
  • Pada tahun 2021, ia mendapatkan pendanaan dari program CSR sebuah perusahaan BUMN.
  • Pendanaan tersebut memungkinkan pembelian mesin mixer dan sistem penyaring asap, menggantikan metode manual.
  • Meskipun didukung oleh BUMN, ia menekankan bahwa BUMN bukanlah pemerintah dalam definisinya sebagai ASN.
  • Ia mengungkapkan bahwa sebelum mendapat dukungan, operasional dan biaya hidup ditanggung sendiri dari 2017 hingga 2021.
  • Pendanaan dari BUMN memberikan "power" untuk melanjutkan program dan kini ia memiliki area kerja dan mesin yang lebih baik.

Kolaborasi dan Tantangan Regulasi [23:01]

  • Ia berharap bisa berkolaborasi dengan kelompok seperti Pandawara untuk tidak hanya mengumpulkan sampah, tetapi juga memilah dan mengolahnya.
  • Saat ini, Pandawara masih membuang sampah ke TPA, dan ia mengusulkan model "kumpul pilah olah".
  • Ia merasa akses ke Pandawara terbatas, hanya bisa melalui DM yang belum tentu dibalas.
  • Ia menawarkan solusi untuk mengatasi masalah sampah melalui kolaborasi lintas kementerian dan dinas terkait.
  • Tantangan utama saat ini adalah regulasi yang belum sepenuhnya mendukung inovasi seperti miliknya.

Strategi Kampanye Sosial dan Inklusivitas [24:43]

  • Acaranya dinamakan "berlibur" (bersih-bersih lingkungan) dan "Pelakor" (penyelamat lingkungan kotor).
  • Strategi nama-nama yang unik dan menarik ini bertujuan untuk mengubah paradigma masyarakat agar lebih antusias dalam kegiatan gotong royong.
  • Ia berkolaborasi dengan komunitas di Bandung Barat dalam kegiatan bersih-bersih "berlibur" di berbagai kecamatan.
  • Ia tidak memiliki niat politik dan menolak tawaran dari partai politik karena fokus utamanya adalah pada inovasi lingkungan dan sosial.
  • Ia adalah seorang ketua RW yang meneruskan estafet kepemimpinan kepada istrinya.

Dampak Ekonomi dan Sosial dari Pengelolaan Sampah [27:33]

  • Ia bersama Karang Taruna mengelola sampah organik dari warga, yang kemudian bekerja sama dengan budidaya maggot untuk pakan alternatif ayam petelur.
  • Sampah bernilai tinggi (high value) dikumpulkan untuk program tabungan sampah warga, sementara sampah organik dikelola terpisah.
  • Kemitraan dengan Bening Saguling Foundation membantu mereduksi sampah organik dalam skala besar, mendukung 6.000 ekor ayam.
  • Ia merasa "teriak-teriak" bukan hanya inisiasi pribadi, tetapi mewakili keresahan para pegiat lingkungan lain yang nasibnya serupa.
  • Jargonnya adalah "pilah sampah dari rumah, ubah sampah jadi rupiah yang berkah".

Keunggulan Paving Block dari Limbah Plastik Dibanding Konvensional [40:41]

  • Paving block dari sampah plastik memiliki keunggulan waktu pengeringan yang instan setelah dicetak, sehingga bisa langsung dipasang.
  • Berbeda dengan paving block semen yang membutuhkan waktu 2-3 bulan untuk kering sebelum bisa dipasang.
  • Paving block plastik lebih ringan (2 kg) dibandingkan paving block konvensional (6-8 kg), mengurangi biaya transportasi.
  • Meskipun harganya sedikit lebih mahal (Rp200.000/meter) dibandingkan konvensional (Rp95.000/meter), nilai kebermanfaatannya lebih tinggi karena mengurangi sampah dan tahan lama.
  • Produk ini tidak terabrasi, tidak berlumut, dan tahan lama, bahkan sudah digunakan sejak 2017 dalam skala kecil.

Peran BUMN dan Dukungan CSR [44:44]

  • Indonesia Power (PLN Indonesia Power) adalah BUMN yang memberikan dukungan CSR kepadanya.
  • Dukungan ini membantu memulihkan "power" yang sempat hilang karena kesulitan operasional sebelumnya.
  • Ia melihat adanya kebermanfaatan yang lebih besar dari produknya, meskipun harganya sedikit lebih tinggi, karena mampu mengurangi sampah di Indonesia.
  • Biaya operasional produksi paving block dari sampah lebih tinggi karena proses pencacahan, pelumeran, dan teknologi penyaring asap yang dibutuhkan.

Tantangan Produksi dan Kebutuhan Investasi [46:46]

  • Kapasitas produksi mesin saat ini maksimal 50 piece per hari, setara dengan 2 meter persegi, yang dinilai masih sangat kecil untuk memenuhi permintaan pasar.
  • Permintaan dari Feri Irwandi sebanyak 160+ piece membutuhkan waktu 3-4 hari produksi.
  • Ia membutuhkan investasi untuk upgrade mesin agar bisa memproduksi minimal 500 piece per hari.
  • Idealnya, produksi ditingkatkan hingga 1.000 piece per hari atau lebih untuk menutupi pasar yang luas.
  • Solusinya adalah dengan upgrade mesin dan kolaborasi dengan pihak swasta, BUMN, atau universitas untuk pengembangan teknologi.

Visi Kolaborasi dan Inovasi Berkelanjutan [52:48]

  • Ia ingin inovasinya diterapkan di berbagai kabupaten atau kecamatan, tidak hanya berfokus pada dirinya sendiri.
  • Ia terbuka untuk bekerja sama dengan perusahaan paving block konvensional (pasir dan semen) untuk konversi atau hiasan motif.
  • Ia ingin mengajak kolaborasi agar limbah dari produksi paving block konvensional juga bisa diolah.
  • Ia meyakini bahwa inovasinya adalah solusi alternatif yang tidak mengancam industri konvensional, melainkan sebuah kolaborasi.
  • Mesin produksi saat ini menggunakan mixer dan sistem penyaring asap yang sudah lolos uji emisi, dengan biaya awal sekitar Rp10 juta.

Ajakan Kolaborasi dan Pengembangan Tim [01:00:18]

  • Ia mengajak para pakar, akademisi, dan pengusaha untuk bergabung dalam tim pengembangan untuk meningkatkan kapasitas produksi.
  • Tujuannya adalah menciptakan hasil yang sempurna dengan teknologi yang tepat guna.
  • Ia membuka ruang diskusi dan kolaborasi melalui kolom komentar atau DM.
  • Paving block hasil daur ulang memiliki keunggulan waktu produksi yang cepat, bisa langsung digunakan setelah dicetak, tidak seperti paving block semen yang perlu waktu pengeringan lama.
  • Berat paving block daur ulang lebih ringan hingga 3-4 kali lipat dari konvensional, namun lebih kuat dan efisien.

Prinsip dan Pesan Terakhir [01:15:24]

  • Pesannya kepada seluruh masyarakat Indonesia adalah untuk memilah sampah dari rumah dan mengubahnya menjadi rupiah yang berkah.
  • Ia menekankan bahwa sampah tidak menjijikkan tetapi menjanjikan, dan bukan sumber masalah tetapi sumber rezeki yang berkah.
  • Prinsip hidupnya adalah "lakukan hal yang kecil sebelum mampu melakukan hal yang besar" dan "berkarya nyata daripada hanya berkata-kata".
  • Ia menolak tawaran politik karena fokus utamanya adalah pada gerakan sosial dan lingkungan.
  • Ia menegaskan kembali cintanya pada pemerintah dan Indonesia, serta menolak tawaran untuk mengelola sampah di negara la

Other People Also See