Menu
TERBONGKAR! Agenda 2030 & Konspirasi Dibalik Semua Kekacauan Ini! - Dharma Pongrekun

TERBONGKAR! Agenda 2030 & Konspirasi Dibalik Semua Kekacauan Ini! - Dharma Pongrekun

CERITA UNTUNGS

120,859 views • 4 days ago Save 111 min 9 min read

Video Summary

Seorang narasumber, Bang Dharma, mengungkapkan pandangannya bahwa banyak peristiwa dunia, termasuk pandemi COVID-19, adalah bagian dari agenda besar yang dirancang untuk mencapai "Great Reset". Ia berpendapat bahwa sistem pendidikan dan narasi yang disajikan media telah memanipulasi pola pikir masyarakat, menciptakan ketergantungan pada sistem dan menjauhkan manusia dari jati diri spiritualnya. Menurutnya, korupsi dan berbagai masalah sosial berakar dari pola pikir yang telah dirusak ini, di mana manusia lebih mementingkan validasi eksternal dan materi daripada kesadaran murni.

Bang Dharma juga mengaitkan berbagai bencana alam dan fenomena global dengan agenda tersembunyi ini, termasuk modifikasi cuaca, kebakaran hutan, dan bahkan gempa bumi yang diduga terinduksi. Ia menekankan pentingnya mengenali jati diri dan kekuatan spiritual internal sebagai penangkal manipulasi sistem. Ia mengajak pendengar untuk tidak terjebak dalam "noise" informasi yang disajikan media dan teknologi, melainkan kembali ke kesadaran diri untuk menemukan kedamaian dan tujuan hidup yang sejati, yang menurutnya adalah ibadah dan aktualisasi kehendak Ilahi, bukan sekadar mengejar kesuksesan duniawi atau validasi sosial.

Short Highlights

  • Pandemi COVID-19 dan peristiwa global lainnya adalah bagian dari agenda "Great Reset" untuk mendigitalisasi dan mengendalikan kehidupan manusia.
  • Sistem pendidikan dan media memanipulasi pola pikir masyarakat, menjauhkan dari jati diri spiritual dan menciptakan ketergantungan pada sistem.
  • Korupsi dan masalah sosial berakar dari pola pikir yang rusak, mementingkan validasi eksternal dan materi.
  • Bencana alam (kebakaran, banjir, gempa) diduga terinduksi sebagai bagian dari agenda untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGS).
  • Pentingnya mengenali jati diri dan kekuatan spiritual internal sebagai penangkal manipulasi sistem.
  • Manusia diciptakan sebagai makhluk spiritual, bukan materialistis; tubuh memiliki mekanisme penyembuhan diri sendiri.
  • Kembali ke kesadaran diri dan tujuan hidup sejati (ibadah) adalah kunci untuk menghadapi manipulasi sistem.

Key Details

Pola Pikir Feodal dan Korupsi

  • Sistem monarki di Indonesia masih memiliki jiwa feodal yang tertanam, mendorong budaya korupsi.
  • Orang ingin dihormati melalui cara feodal, sehingga harus "maling" untuk bisa dihormati.
  • Pola pikir yang korup sejak awal menyebabkan ketidakjelasan tujuan hidup.

    "kenapa ada korupsi? karena dari pola pikir saja sudah korupsi"

Agenda 2030 dan "Great Reset"

  • Peristiwa yang terjadi saat ini adalah kelanjutan dari tahapan-tahapan agenda besar.
  • Agenda 2030 dan "Great Reset" adalah rancangan yang sudah dipublikasikan dan saling terkait.
  • COVID-19 adalah pintu masuk utama untuk "Great Reset" dan digitalisasi.

    "covid-19 ujungnya grid reset"

COVID-19, 5G, dan Senjata Biologis

  • COVID-19 dikaitkan dengan peluncuran 5G dan potensi pandemi di masa depan terkait teknologi 6G.
  • Vaksin dianggap sebagai "bioweapon" atau senjata biologis yang bertujuan melukai atau menghancurkan populasi.
  • Munculnya penyakit dan kematian dikaitkan dengan kebodohan dan kurangnya pemahaman tentang dasar-dasar kehidupan.

    "vaksin itu adalah bioweapon senjata biologis"

Manipulasi Sejarah dan Depopulasi

  • Tokoh seperti Henry Kissinger terlibat dalam agenda depopulasi global.
  • Bencana alam (karhutla, banjir, tsunami) adalah cara untuk mengurangi jumlah populasi secara perlahan.
  • Peristiwa besar seperti pemadaman listrik dan kelangkaan bahan bakar adalah bagian dari rencana yang lebih besar.

    "depopulasi depopulasi"

"Great Awakening" dan Pintu Masuk "Great Reset"

  • Pemilu AS 2020 dan "Great Awakening" adalah pintu masuk menuju "Great Reset".
  • Semua agenda yang disebutkan (AIDS, dll.) telah dijalankan sebagai bagian dari rencana besar.
  • Larangan menerima zat kimia ke dalam tubuh karena akan menimbulkan efek samping yang berbahaya.

    "jangan mau terima kimia masuk ke dalam tubuh"

Industri Kesehatan dan Pola Pikir "Template"

  • Industri kesehatan menciptakan sakit sebagai produk, dan sehat adalah produk industri.
  • Sistem pendidikan menciptakan pola pikir "template" yang membatasi pemikiran kritis.
  • Pakar-pakar hanya memahami apa yang ada dalam buku teks mereka, tidak memahami konsep di luar itu.

    "kata sehat itu adalah produk industri"

Pendidikan sebagai "Box" dan Hilangnya Jati Diri

  • Sistem pendidikan menciptakan "kotak" di dalam kepala, membatasi pemikiran hanya pada satu sudut pandang.
  • Manusia tidak diperkenalkan pada diri sendiri saat lahir, melainkan langsung dihadapkan pada sertifikat dan dunia.
  • Ketidaktahuan akan asal-usul diri menyebabkan hilangnya jati diri dan pencarian validasi eksternal.

    "kita dipolakan di satu pemikiran itu aja di setting"

Ilusi Kebahagiaan dan "Frame World"

  • Manusia hidup dalam ilusi kebahagiaan melalui validasi materi dan "flexing" di media sosial.
  • Kita hidup dalam "frame world" yang dibentuk oleh sistem, membatasi pandangan dan penilaian.
  • Orang-orang yang menguasai sistem sangat menguasai psikologi massa dan memanipulasi reaksi.

    "kita hidup dalam ilusi seolah-olah bahagia"

"Toxic Mindset" dan Manipulasi Informasi

  • Narasi yang disajikan oleh "pakar" dan sistem bersifat "toxic" karena penuh manipulasi.
  • Informasi yang diberikan tidak memiliki titik nol atau asal-usul yang jelas, hanya hasil akhirnya.
  • Agama dan keyakinan seringkali ditentukan oleh sistem tanpa persetujuan individu sejak lahir.

    "narasi mereka semua adalah toxic"

"Order Out of Chaos" dan Pengaruh "Influencer"

  • Pola "order out of chaos" digunakan untuk menciptakan kekacauan agar dapat menawarkan solusi.
  • "Influencer" memiliki kekuatan untuk mempengaruhi orang karena memiliki energi atau "power" tertentu.
  • Apa yang ditampilkan di layar hanyalah statistik, sementara dinamika tawar-menawar terjadi di belakang layar.

    "itulah program yang mereka bikin"

Pragmatisme dan Sistem yang Membentuk Perilaku

  • Manusia secara alami bersifat pragmatis, memilih yang menguntungkan mereka.
  • Sistem membentuk perilaku manusia sejak kecil untuk tidak bekerja sama dalam kebaikan, melainkan bersaing.
  • Manusia diajarkan untuk menjadi "homo homini lupus" (manusia adalah serigala bagi manusia lain).

    "manusia menjadi serigala bagi manusia yang lain"

Korupsi sebagai "Konspirasi of Disrupt"

  • Definisi korupsi diperluas menjadi "konspirasi of disrupt" (kejahatan yang merusak sistem).
  • Perbedaan antara "corruption for beda" (kepentingan pribadi) dan "corruption of disrupt" (merusak negara).
  • Sistem yang ada mendorong perilaku koruptif karena budaya feodal dan keinginan untuk dihormati.

    "konspirasi of disrupt itu sifatnya lebih kepada gue pengen gue tapi kalau sudah merusak negara atau sistem itu konspirasi of disrupt"

Revolusi Industri dan Pembentukan Negara Amerika

  • Revolusi industri dimulai sejak 1760 dan membentuk negara-negara seperti Amerika.
  • Amerika dibentuk oleh oligarki Inggris sebagai negara industri, bukan negara merdeka.
  • Agenda "novus ordo seclorum" (tatanan dunia baru) ditargetkan hingga 2030.

    "amerika adalah negara industri karena revolusi industri"

Perbankan, Perang, dan "New World Order"

  • Pembentukan bank sentral dan sistem perbankan adalah bagian dari agenda kontrol global.
  • Perang Dunia I dan II adalah agenda yang diciptakan untuk mencapai tujuan tertentu.
  • "New World Order" (NWO) adalah tujuan akhir dari semua agenda yang direncanakan.

    "perang dunia pertama perang dunia kedua adalah agenda siapa pula yang suruh bilang dia perang datang"

COVID-19 sebagai Percepatan "Great Reset"

  • COVID-19 adalah pintu masuk percepatan "Great Reset" dan digitalisasi.
  • Digitalisasi dan "new normal" bertujuan untuk membiasakan masyarakat dengan perubahan.
  • Tingkat kepatuhan masyarakat terhadap sistem diuji melalui pandemi.

    "covid adalah pintu masuk percepatan grid reset digitalisasi"

Mengenali Jati Diri dan Menolak Manipulasi

  • Mengenali jati diri menghilangkan ketakutan dan membuat manusia tidak perlu mencari validasi.
  • Jiwa adalah abadi, tubuh hanyalah "casing" yang akan berganti.
  • Sistem berusaha merusak jati diri dengan mendorong materialisme dan ketergantungan pada dunia luar.

    "jiwa itu abadi tubuhnya casingnya aja yang gak"

Konspirasi di Balik Bencana Alam dan SDGS

  • Bencana alam (banjir, kebakaran) dikaitkan dengan Sustainable Development Goals (SDGS) dan agenda "Great Reset".
  • Modifikasi alam (misalnya cloud seeding, pengeringan lahan gambut) dilakukan untuk menciptakan kondisi bencana.
  • Tujuan bencana adalah depopulasi dan pengalihan perhatian dari agenda sebenarnya.

    "alam tidak pernah merusak dirinya sendiri manusialah yang mengkonstruksikan untuk dia menjadi rusak lalu disebut bencana alam"

"Digital Prison" dan Kontrol Akses Hidup

  • Agenda "smart city" dan "digitalisasi" mengarah pada "digital prison" di mana akses hidup dikendalikan.
  • Uang digital dan teknologi nano dalam tubuh bertujuan untuk memutus koneksi spiritual dan menerima "siaran" dari teknologi.
  • Manusia dibuat tergantung pada sistem, bukan pada Sang Pencipta, sehingga kehilangan kedaulatan diri.

    "akhirnya apa anda siap untuk jadi budak total"

"Mark of the Beast" dan Penjualan Jiwa

  • Mengikuti sistem "dajjal" dan menerima teknologi baru berarti menjadi bagian dari "mark of the beast".
  • Manusia digiring untuk menjual jiwa dan iman demi bertahan hidup secara materi.
  • Menolak kuasa Tuhan dan merusak alam adalah bentuk penolakan terhadap mekanisme ilahi.

    "supaya kita menjual kita punya iman menjual jiwa kita demi hanya karena makan"

"Chipercon" dan Manipulasi Informasi

  • Semua peristiwa besar, termasuk bencana alam dan informasi di media, adalah bagian dari "chipercon" (konspirasi).
  • Informasi di televisi adalah "telling lie" (kebohongan yang disampaikan) untuk memanipulasi pemahaman.
  • "Broadcast" (siaran) di televisi dan media sosial diibaratkan sebagai "mantra sihir" yang memprogram pikiran.

    "di dunia intelijen tidak ada satu peristiwa yang berskala besar terjadi secara kebetulan"

Kembali ke Titik Nol dan Mengenali Jati Diri

  • Kembali ke "titik nol" atau asal-usul diri adalah kunci untuk mengenali jati diri yang sebenarnya.
  • Angka dan materi digunakan oleh sistem untuk mengukur dan mengontrol hidup manusia.
  • Mengenali jati diri membuat manusia tidak takut, teguh, dan dapat bertindak sesuai kehendak Ilahi.

    "kembalilah ke titik nol supaya kamu mengenal jati diri sesungguhnya"

"Noise" dan Ketergantungan Teknologi

  • Masyarakat dibayar untuk menerima "noise" (informasi berlebihan) dari media dan teknologi.
  • Ketergantungan pada teknologi (handphone) menyebabkan kecanduan dan hilangnya koneksi spiritual.
  • Frekuensi teknologi merusak mekanisme alam dan tubuh manusia, menggantikan "spiritual mechanism" alami.

    "frekuensi dia bilang radiasi padahal frekuensinya berjalan terus"

"Bioconvergence" dan Hilangnya Spiritualitas

  • Teknologi nano dalam tubuh manusia bertujuan untuk menjadi antena penerima siaran teknologi, memutus koneksi spiritual.
  • "Bioconvergence" (perpaduan biologi dan teknologi) mengubah DNA manusia dan merusak mekanisme alami tubuh.
  • Industri medis dan farmasi sengaja merusak metabolisme tubuh untuk menciptakan ketergantungan.

    "dia lagi memasang teknologi nano untuk menjadi antena untuk menerima siaran dari teknologi"

"Divine Design" vs "Human Design"

  • Sistem dunia merusak "divine design" (desain Ilahi) dengan menggantinya dengan "human design" (desain manusia).
  • Manusia adalah makhluk spiritual, bukan materialistis; tubuh memiliki kemampuan penyembuhan diri sendiri.
  • Ketergantungan pada angka dan pengukuran eksternal menghilangkan kesadaran akan kekuatan internal.

    "tubuhmu adalah apotek tubuhmu bisa memproduksi"

"Tone Deaf" dan Empati yang Hilang

  • Banyak orang menjadi "tone deaf" (tidak peka) terhadap penderitaan orang lain karena hilangnya empati.
  • Sistem menciptakan manusia yang transaksional, bukan saling membantu dan bekerja sama.
  • Perkawinan dan hubungan sosial menjadi transaksional karena hilangnya pemahaman tentang hakikat cinta dan pengorbanan.

    "transaksional sedih apa sedih kalau melihat benci kalau lihat orang senang itu kan dibikin jadi seolah-olah semua itu harus transaksional"

"Ring on Fire" dan Ketidakpercayaan pada Informasi

  • Informasi tentang kondisi dunia (misalnya "ring on fire") adalah peta yang dibuat oleh sistem untuk menciptakan ketakutan.
  • Jangan percaya informasi sebelum melakukan penelitian dan analisis sendiri ("iqra").
  • Sistem memanipulasi pemahaman melalui "ilmu" yang diberikan oleh "ahli" yang juga dikontrol.

    "jangan percaya selama kamu tidak tahu sendiri"

"The Noise" dan Ketenangan Batin

  • Penting untuk "turn off the noise" (mematikan kebisingan) informasi eksternal dan "turn on the silence" (menyalakan keheningan).
  • Berbicara dengan "yang kuasa" berarti berbicara dengan diri sendiri karena Tuhan ada di dalam diri.
  • Mengenali jati diri dan kekuatan spiritual internal adalah kunci untuk menghadapi tantangan hidup dengan senyum dan keteguhan.

    "you speak to yourself he is inside the kingdom of god within you not outside"

Other People Also See

Alex Hormozi vs 10 Entrepreneurs
Alex Hormozi vs 10 Entrepreneurs
Alex Hormozi • 625,995 views Save 35 min 7 min read
I Doubled My GPU’s Memory…
I Doubled My GPU’s Memory…
Linus Tech Tips • 1,807,855 views Save 21 min 7 min read