RAHSIA Rasulullah Jadi Businessman Berjaya ~ Customer Happy Pesaing Tak Sakit Hati - Ustaz Badlishah
Tazkirah Ustaz
3,663 views • 3 years ago Save 9 min 3 min read
Video Summary
Video ini membahas pentingnya menyantuni sesama, meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, dan bagaimana sifat santun tersebut tercermin dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam bisnis. Dicontohkan bahwa Nabi Muhammad SAW lebih memilih membantu orang yang membutuhkan daripada beritikaf di Masjid Nabawi, dan bahwa kesuksesan bisnisnya tidak menimbulkan kedengkian dari pesaing. Sifat santun ini dianggap sebagai akhlak mulia yang kini semakin langka di masyarakat.
Satu fakta menarik adalah bahwa Nabi Muhammad SAW pernah ditawari pilihan antara beritikaf di Masjid Nabawi selama sebulan atau keluar untuk menolong orang, dan beliau memilih untuk menolong sesama.
Short Highlights
- Nabi Muhammad SAW mengajarkan pentingnya menyantuni umat, menghilangkan kesusahan, memberikan semangat, dan harapan.
- Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa orang yang menghilangkan kelaparan saudaranya akan masuk surga.
- Nabi Muhammad SAW memilih untuk membantu orang yang membutuhkan daripada beritikaf di Masjid Nabawi selama sebulan.
- Sifat santun dan menolong sesama adalah akhlak mulia yang kini semakin langka di masyarakat.
- Keberhasilan bisnis Nabi Muhammad SAW tidak menimbulkan kedengkian dari para pesaing.
Related Video Summary
Key Details
Meneladani Nabi dalam Menyantuni Sesama [02:13]
- Nabi Muhammad SAW memberikan contoh terbaik dalam menyantuni umat, terutama perempuan, dengan mengajarkan sahabat cara menghilangkan gundah gulana dan kesusahan.
- Ajaran tersebut menekankan pentingnya memberikan kata-kata semangat dan harapan yang munasabah kepada orang yang sedang bermasalah.
- Menghilangkan kelaparan sesama diumpamakan sebagai sebuah perbuatan yang besar, bahkan disebutkan bahwa orang yang melakukannya akan masuk surga.
"Berikan kata-kata semangat Berikan dia harapan-harapan yang munasabah"
Pilihan Nabi dalam Menolong [06:52]
- Diceritakan bahwa jika diberi pilihan antara duduk beritikaf di Masjid Nabawi selama sebulan atau keluar untuk menolong orang, Nabi Muhammad SAW akan memilih keluar untuk menolong.
- Pilihan ini menunjukkan bahwa menolong sesama lebih diutamakan daripada ibadah sunnah sekalipun, demi meringankan beban orang lain.
"Tetapi kalau di bumi pilihan kata nabi Aku lebih suka menolongoga yang sedang memelukkan pertolongan"
Keutamaan Menolong Orang yang Membutuhkan [07:46]
- Siapa pun yang meringankan keperluan orang yang sedang susah akan dikukuhkan kakinya oleh Allah pada hari kiamat.
- Hal ini menjadi penting karena banyak orang akan tergelincir dan masuk neraka pada hari kiamat karena kaki mereka tidak kuat.
- Hadis ini diriwayatkan oleh At-Tabrani, yang menekankan pentingnya perbuatan menolong ini.
"Siapa yang berjalannya yang susah kau perlukan keperluan di aku yang diperlukan niscaya Allah akan kukuhkan kaki orang ini pada hari kiamat ketika banyak orang tergelincir masuk dalam neraka karena kaki mereka tak kuat"
Akhlak Santun Nabi dalam Kehidupan dan Bisnis [09:30]
- Sifat santun Nabi Muhammad SAW tidak hanya tercermin dalam kehidupan pribadinya tetapi juga dalam urusan peniagaan yang sangat berhasil.
- Reputasinya dalam dunia bisnis begitu bagus, beliau terlibat dalam perdagangan kain wangi-wangian, kismis, kurma, dan bahkan menjual bayangan mewah.
- Keberhasilan bisnis Nabi Muhammad SAW tidak menimbulkan kedengkian dari para pesaing, yang menunjukkan integritas dan etika bisnisnya yang tinggi.
"Nabi Jangankan dalam kerja ya Baginda sebagai seorang Nabi dalam peniagaan pun disebut oleh para ulama perniagaannya begitu berjayu sekali sehingga"
Keterkaitan Akhlak Santun dengan Rahmat dan Masyarakat [12:13]
- Akhlak santun ini adalah sesuatu yang hilang dan kini semakin langka di masyarakat kita.
- Menyantuni umat dengan membawa rahmat adalah esensi dari ajaran Islam yang patut terus dihidupkan.
- Sifat santun yang diajarkan Nabi Muhammad SAW merupakan kunci untuk menciptakan interaksi sosial yang harmonis dan penuh kasih sayang.
"Akhlak santunan ini yang hilang yang diperoleh masyarakat kita"