RUGI MILYARAN! RATUSAN JAMAAH TERTIPU TRAVEL UMRAH! - Iso-Late Show #everestmedia
Grace Tahir
90,648 views • 7 months ago Save 24 min 5 min read
Video Summary
Kasus penipuan travel umrah kembali marak, kali ini menimpa para korban yang tergiur iming-iming investasi bodong dan promosi melalui media sosial, termasuk endorsement artis ternama. Perusahaan travel bodong bernama IJ ini berhasil menipu banyak orang dengan menawarkan paket umrah seharga di bawah Rp20 juta hingga Rp23-24 juta, bahkan ada yang menjanjikan cashback. Modus operandi yang digunakan adalah dengan memalsukan testimoni, menampilkan artis ternama sebagai endorser, dan memindahkan kantor berkali-kali untuk menghindari pelacakan. Korban yang berhasil dihubungi, Ibu Kova dan Ibu Dina, mengalami kerugian miliaran rupiah setelah dijanjikan berangkat umrah namun dibatalkan mendadak. Akibatnya, para korban harus memperjuangkan pengembalian dana yang tidak penuh dan menghadapi ancaman dari pihak travel. Satu fakta menarik adalah total kerugian dari 59 orang yang tergabung dalam satu grup korban mencapai Rp1,5 miliar.
Short Highlights
- Travel umrah bodong memanfaatkan media sosial dan endorsement artis ternama untuk menipu calon jemaah.
- Harga paket umrah yang ditawarkan bervariasi, mulai dari di bawah Rp20 juta hingga Rp23-24 juta per orang, dengan janji cashback.
- Perusahaan penipu, IJ, memindahkan kantornya berkali-kali dan tidak memiliki izin PPIU.
- Korban mengalami kerugian total Rp1,5 miliar dari 59 orang yang tergabung dalam satu grup.
- Para korban tidak hanya dijanjikan berangkat umrah namun juga mendapat ancaman jika menyuarakan keluhan.
Related Video Summary
Key Details
Penipuan Travel Umrah Melalui Media Sosial [00:00]
- Korban mengalami kerugian miliaran rupiah tanpa penyelesaian dan komunikasi yang baik.
- Pelaku melakukan ancaman melalui media sosial, menjanjikan uang tidak akan kembali.
"Kita sudah rugi miliaran rupiah, tidak mendapatkan penyelesaian dan tidak ada komunikasi yang baik. Kami malah diancam oleh perusahaan yang ada hubungannya dengan selebriti."
Modus Operandi Travel Umrah Bodong [00:35]
- Munculnya investasi bodong, termasuk bisnis travel umrah yang menipu penganut agama yang ingin menjalankan ibadah.
- Perusahaan travel bodong bernama IJ mengiklankan diri melalui Instagram, menarik minat korban karena di-endorse oleh artis ternama.
- Korban tertarik karena merasa aman jika travel sudah di-endorse artis.
- Penawaran harga paket umrah sangat bervariasi, mulai dari Rp19.900.000 hingga Rp23-24 juta per orang, dengan tambahan cashback.
"E jadi kontakct dulu gitu kan ee apa isi form booking apa order gitu ya. Terus oke DPK 50% gitu."
Kejanggalan dan Proses Penipuan [03:40]
- Korban awalnya tidak saling mengenal dan baru bertemu karena menjadi korban bersama.
- Proses pembayaran meliputi DP 50% dan pelunasan 1 bulan sebelum keberangkatan, yang dianggap normal di industri travel umrah.
- Perusahaan IJ berpindah kantor sebanyak empat kali dalam setahun, dari Kemang hingga ke sebuah kios di daerah Ciledug.
- Kantor terakhir terlihat gelap dan hanya berisi dus-dusan koper, bahkan satpam tidak mengetahui adanya perusahaan travel di sana.
- Pihak travel beralasan sedang mengadakan manasik umrah di luar kota, yang dinilai janggal karena manasik umrah biasanya dilakukan di Jakarta.
"Ternyata pas nyampai sana kantornya tutup. Cuman ada dus-dusan koper aja tapi gelap."
Pembatalan dan Permintaan Refund [10:44]
- Jadwal keberangkatan yang seharusnya 30 Juli 2025 diundur ke 28 Agustus 2025.
- Hampir seluruh jemaah yang dijadwalkan berangkat pada 30 Juli mengalami penundaan.
- Para jemaah akhirnya meminta pengembalian dana (refund).
- Pihak travel meminta korban membuat surat pernyataan refund di atas materai dengan janji pengembalian dana paling lama 30 hari.
- Janji refund tidak ditepati, hanya sebagian kecil dana yang dikembalikan (sekitar 10%).
"Sampai ak bilang mana visanya? Mana tiketnya gitu kan. Mestinya mereka yang atur kan. Iya gitu dan ee kita butuh cuti, kita harus tahu kapan kita cuti gitu."
Pengakuan Penipuan dan Identitas Pelaku [12:58]
- Perusahaan IJ mengakui tertipu oleh partner mereka, yaitu PT RT.
- IJ tidak memiliki nomor registrasi PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah).
- Diduga PT RT juga memiliki hubungan dekat dengan owner IJ, menunjukkan adanya permainan orang dalam.
- Perusahaan IJ mengganti nama brand dan logo, serta membuat akun travel baru untuk melanjutkan aksinya.
"Jadi IJ mengklaim bahwa dia dibohongin sama RT. Makanya mandek semua hal ini."
Kerugian Kolektif dan Upaya Hukum [14:36]
- Di dalam satu grup korban yang terbentuk dari media sosial, terdapat 59 orang dengan total kerugian Rp1,5 miliar.
- Bukti-bukti berupa postingan Instagram, perjanjian, dan bukti transfer dikumpulkan.
- Beberapa jemaah telah melaporkan kasus ini ke kepolisian, namun proses hukum dinilai lambat.
- Korban mengalami ancaman verbal dari pihak official travel, bahkan diancam uang tidak akan kembali jika bersuara.
"Kalau di grup yang akhirnya kita bikin kan Bu berdasarkan kenal dari Instagram itu ada sekitar 59 orang dan total kerugiannya itu 1,5 M."
Motif dan Kesaksian Korban [18:05]
- Salah satu korban, Ibu Dina, ternyata berencana memberangkatkan karyawan sebagai hadiah, bukan untuk diri sendiri.
- Ibu Kova berencana berangkat bersama suami untuk ibadah.
- Keduanya mengalami kerugian materi, persiapan, dan rasa malu karena telah mengabarkan rencana umrah mereka.
- Pihak travel menganggap korban "orang gila" dan mengatakan keberangkatan umrah tertunda karena "Allah tidak mengundang".
"Sebenarnya ini saya mengangkatkan umroh karyawan oh jadi bukan untuk diri sendiri gitu jadi memang itu untuk gift tapi ternyata ternyata walaupun hanya berangkatin satu orang tapi yang kecewa mungkin satu keluarga gitu."
Harapan dan Pembelajaran [24:01]
- Harapan korban adalah agar pelaku mendapat efek jera dan tidak ada lagi jemaah lain yang tertipu.
- Travel bodong masih aktif mempromosikan paket umrah baru melalui WhatsApp dan media sosial, meskipun kolom komentar dinonaktifkan.
- Pembelajaran utama adalah pentingnya mengecek rekam jejak (track record) travel, bukan hanya tergiur oleh endorsement artis ternama.
- Direkomendasikan untuk memilih travel dengan jadwal keberangkatan yang padat setiap minggunya untuk memastikan kredibilitas.
"Kayak kita lihat sekarang kalau untuk mau apa melakukan perjalanan umrah atau travel apapun gitu ya mungkin kita enggak usah harus lihat BA-nya siap lah gitu tapi kita harus lihat track record-nya."