Menu
Terbongkar! Di Balik Kekeringan & Bencana Ada "Sutradara" yang Mengatur? - Dharma Pongrekun

Terbongkar! Di Balik Kekeringan & Bencana Ada "Sutradara" yang Mengatur? - Dharma Pongrekun

CERITA UNTUNGS

28,580 views • 5 days ago Save 25 min 4 min read

Video Summary

Video ini mengungkap bagaimana bencana alam dan fenomena cuaca ekstrem diduga merupakan bagian dari "grand conspiracy" atau agenda besar yang dirancang untuk memanipulasi alam dan masyarakat. Pembicara berargumen bahwa fenomena seperti kekeringan, banjir bandang, kebakaran hutan, dan bahkan gempa bumi bukanlah kejadian alami, melainkan hasil rekayasa melalui "cloud seeding" (penyemaian awan) dan pelepasan bahan kimia dari pesawat untuk mengunci awan, membelokkan angin, mengeringkan tanah, dan mematikan mikroba penyubur tanah. Tujuannya adalah untuk menciptakan kelangkaan dan kesulitan hidup, memaksa manusia bergantung pada sistem yang menguntungkan segelintir pihak.

Lebih jauh lagi, video ini mengaitkan agenda ini dengan "Sustainable Development Goals" (SDGS) dan "Great Reset" 2030, yang diduga bertujuan merusak tatanan ilahi dengan menggantinya dengan "human design" yang materialistis. Bencana alam seperti banjir bandang dikaitkan dengan target SDGS nomor 15 (kehidupan di darat) dan 11 (kota dan permukiman) melalui alih fungsi hutan menjadi kawasan industri atau pertambangan. Kebakaran hutan dikaitkan dengan penanganan iklim (SDGS 13) dan ekosistem darat (SDGS 15) melalui pembukaan lahan gambut dan vegetasi yang mudah terbakar. Cuaca ekstrem pun dikaitkan dengan target perubahan iklim (SDGS 13) untuk mempercepat transisi ke energi bersih seperti mobil listrik, yang pada akhirnya mengarah pada "carbon tax" dan masalah kesehatan seperti ISPA.

Short Highlights

  • Bencana alam seperti kekeringan, banjir, kebakaran hutan, dan gempa bumi diduga bukan kejadian alami melainkan hasil rekayasa.
  • "Cloud seeding" dan pelepasan bahan kimia dari pesawat digunakan untuk memanipulasi awan, angin, dan kelembaban tanah.
  • Tujuan rekayasa alam adalah menciptakan kelangkaan, kesulitan hidup, dan ketergantungan pada sistem yang menguntungkan segelintir pihak.
  • Fenomena alam ini dikaitkan dengan agenda global seperti "Sustainable Development Goals" (SDGS) dan "Great Reset" 2030.
  • Alih fungsi lahan, pembukaan lahan gambut, dan modifikasi vegetasi diduga menjadi penyebab banjir bandang dan kebakaran hutan.
  • Cuaca ekstrem dimanipulasi untuk mempercepat transisi ke energi bersih dan memberlakukan "carbon tax".
  • Manusia diciptakan materialistis, terpisah dari jati diri spiritualnya, dan diatur oleh angka serta sistem.

Key Details

Rekayasa Kekeringan dan Manipulasi Alam [0:00]

  • Kekeringan didahului oleh "cloud seeding" yang mengunci awan dan membelokkan arah angin untuk mencegah hujan.
  • Pohon tidak berkeriut di malam hari, tanah dikeringkan, dan mikroba penting untuk kesuburan tanah dimatikan.
  • Tujuannya adalah membuat rakyat sulit hidup dari tanah dan menciptakan kelangkaan.

    "Jadi makanya sekarang hampir, kalau malam kita tidak merasakan ada angin, kita lihat pohon, pohon tidak berkeran, tanah dikasih kering, supaya rakyat kita tidak bisa hidup dari tanah lagi."

Dampak Multidimensional dan "Grand Conspiracy" [1:00]

  • Manipulasi alam ini menciptakan "multidimensional effect" yang menguntungkan segelintir pihak.
  • Bencana alam seperti kebakaran, gunung meletus, dan banjir bandang diduga dikondisikan.
  • Alam tidak merusak dirinya sendiri; manusia yang mengkonstruksikannya menjadi rusak.

    "Tapi apakah ada campur tangannya? Ada, karena percaya alam tidak pernah merusak dirinya sendiri, manusialah yang mengkonstruksikan untuk dia menjadi rusak, lalu disebut bencana alam."

Agenda Global: SDGS dan "Great Reset" [3:00]

  • Terdapat kaitan antara agenda "Sustainable Development Goals" (SDGS) atau "Great Reset" 2030 dengan bencana alam.
  • Bencana alam dan non-alam (seperti Covid-19) diciptakan oleh pihak yang sama.
  • Badan penanggulangan bencana (BNPB) juga diciptakan oleh pihak yang sama.

    "Sekarang kita lihat nih. Bagaimana hubungan. Hubungan antara agenda-agenda tadi 2030. yaitu Sustainable Development Goal atau disingkat SDGS. Dengan bencana alam atau bencana alam."

Banjir Bandang Akibat Alih Fungsi Lahan [4:30]

  • Banjir bandang dikaitkan dengan target SDGS nomor 15 (kehidupan darat) dan 11 (kota dan permukiman).
  • Alih fungsi hutan menjadi kawasan industri, tambang, atau pertanian skala besar merusak fungsi penyerapan air.
  • Air hujan langsung meluncur menjadi aliran permukaan yang menghantam pemukiman.

    "Banjir bandang. Untuk mencapai program nomor 15. Kustom darat. Darat. Dan SDGS nomor 11. Kota dan pemukiman. Benang merahnya. Ahli fungsi. Hutan. Resapan. Menjadi kawasan industri."

Kebakaran Hutan dan Manipulasi Iklim [7:00]

  • Kebakaran hutan dikaitkan dengan SDGS nomor 13 (aksi iklim) dan 15 (ekosistem darat).
  • Pembukaan lahan masif dengan cara pengeringan lahan gambut dan penerbangan vegetasi menghilangkan kelembaban alami.
  • Hal ini menciptakan bahan bakar kering yang mudah menyala saat kemarau, diduga ada petugas yang dibiarkan agar wilayah tetap terbakar.

    "Ini saya bikin sebelum karhut lain. Udah lama saya bikin nih. Waktu pas sebelum saya podcast di Oqueson. Di Bas Daili. Ini sebelum ada karhut lah nih."

Cuaca Ekstrem dan Dorongan Energi Bersih [8:30]

  • Cuaca ekstrem dikaitkan dengan SDGS nomor 13 (penanganan perubahan iklim).
  • Tujuannya adalah menuju keadaan energi bersih, mendorong mobil listrik, dan memberlakukan "carbon tax".
  • Peningkatan konsentrasi emisi diduga dimanipulasi untuk tujuan ini.

    "Ini. Untuk menuju keadaan energi bersih. Nyalain cuaca. Seolah-olah polusi. Biar cepat ke mobil listrik."

Gempa Bumi Terinduksi dan Manipulasi Energi [10:00]

  • Gempa bumi diduga "terinduksi" atau di"trigger" melalui aktivitas ekstraksi bawah tanah dan injeksi energi.
  • Teori gempa alami diciptakan oleh orang yang berada di balik "chipkown" (konspirasi).
  • Kejadian seperti Krakatau 1883 dan 9/11 diduga telah direncanakan dan direkam oleh pihak yang berkepentingan.

    "Berarti memang di trigger ya. Makanya kalau eruption. E nya itu energi. Rap. Energi yang. Rap nya apa. Up. Yang keluar."

Other People Also See