Menu
10 MAKANAN UNTUK OPTIMALKAN AUTOPHAGY

10 MAKANAN UNTUK OPTIMALKAN AUTOPHAGY

Dunia Ade Rai

413,818 views 3 years ago Save 10 min 3 min read

Video Summary

Summary

Video ini membahas tentang autofagi, sebuah proses pembersihan seluler alami dalam tubuh yang diaktifkan saat berpuasa. Proses ini, yang sering disamakan dengan "membersihkan diri" atau "makan diri sendiri", terjadi ketika tubuh memecah sel-sel tua, rusak, atau tidak berguna untuk menghasilkan energi baru dan memperbaiki sel-sel yang sehat. Puasa lebih dari 17 jam secara signifikan mengoptimalkan proses autofagi, dengan puncak efektivitas antara 36 hingga 48 jam, bahkan bisa mencapai 72 jam. Video ini juga menyajikan 10 pilihan makanan yang dapat dikonsumsi selama jendela makan untuk mendukung dan mengoptimalkan proses autofagi, bahkan saat berbuka puasa, tanpa mengganggu efektivitasnya. Salah satu fakta menariknya adalah bahwa sel-sel yang tidak berguna seperti sel tumor juga dapat dipecah dan dimanfaatkan selama proses autofagi.

Short Highlights

Short Keypoints - Autofagi adalah proses pembersihan seluler "makan diri sendiri" yang aktif saat berpuasa. - Puasa lebih dari 17 jam mengoptimalkan autofagi, dengan puncak efektivitas antara 36-72 jam. - Tubuh memecah sel tua, rusak, atau tidak berguna (termasuk sel tumor) untuk energi dan perbaikan. - 10 makanan dapat dikonsumsi saat jendela makan untuk mendukung autofagi: kopi, teh hijau, jamur, sayuran, ikan, jahe, kunyit, buah beri, minyak zaitun, dan MCT oil. - Suplemen seperti Vitamin D dan L-Carnitine juga dapat mendukung proses ini jika dikonsumsi saat jendela buka.

Key Details

Proses Autofagi: Pembersihan Seluler Alami [00:23]

  • Autofagi adalah proses "self-cleaning" atau "self-eating" di mana tubuh mendaur ulang sel-sel yang tidak berguna atau rusak untuk menghasilkan energi baru.
  • Proses ini diaktifkan, terutama melalui katabolisme, saat tubuh berpuasa lebih dari 17 jam, dengan efektivitas optimal terjadi antara 36-48 jam dan bisa mencapai 72 jam.
  • Tubuh secara cerdas memecah sel yang tidak bermanfaat, sel tua, sel mati, sel rusak, bahkan sel tumor, dan mengirimkannya ke lisosom untuk didaur ulang menjadi asam lemak dan asam amino bagi perbaikan tubuh.
  • Penelitian ini diakui melalui penghargaan Nobel yang diberikan kepada Dr. Christian de Duve (1968) dan Dr. Yoshinori Ohsumi (2016) atas penemuan konsep autofagi.

"yang saya mau pecah itu yang Nggak bermanfaat di badan saya setelah 12 jam ke atas yang dipecah apa lemah kan Nah kan bagus kan kalau lemaknya turun bagus kan Nah setelah 17 jam yang dipecah apa dia badannya bilang gini ya udah saya cari aja yang nggak berguna yang ada di badan saya yang gak berguna di badan saya adalah apa sel yang tua sel yang mati sel yang rusak" [02:13]

10 Makanan Pendukung Autofagi [05:37]

  • Untuk mengoptimalkan proses autofagi, disarankan mengonsumsi makanan tertentu baik saat berpuasa (dalam batas tertentu) maupun saat berbuka.
  • Minuman seperti kopi hitam tanpa gula dan teh hijau (termasuk teh bergamot) dapat membantu menjaga inisiasi autofagi saat berpuasa.
  • Yogurt (tanpa gula) dan jamur (seperti jamur shitake dan maitake) mendukung keseimbangan bakteri dan proses autofagi, umumnya dikonsumsi saat jendela makan.
  • Sayuran kaya sulfur seperti brokoli, kembang kol, sawi, selada, dan kubis, serta ikan berlemak seperti salmon dan sarden yang kaya omega-3, juga bermanfaat.
  • Jahe, kunyit (tumerik), dan buah beri seperti blueberry, blackberry, dan strawberry adalah pilihan lain yang mendukung proses ini.
  • Minyak zaitun extra virgin dan MCT oil (yang sering dikombinasikan dengan kopi) membantu memberikan energi tanpa menaikkan insulin, sehingga puasa dan autofagi tetap berlanjut.
  • Beberapa suplemen seperti Vitamin D (dengan K3) dan L-Carnitine juga dapat dikonsumsi pada jendela buka untuk mendukung proses autofagi.

"jadinya teman-teman sekalian ketika kita puasa malah yang ada badan akan mencoba untuk mencari cara gimana caranya kita tetap bisa hidup yang rusak malah kita ini bahkan teman-teman yang merasa waktu gemuk Pas turun berat badan kan kadang-kadang ada selulit ya Ada macam-macam itu itu adalah sel-sel yang sebenarnya yang nggak bagus di kita tapi akhirnya malah dipakai untuk dibakar untuk dijadikan tenaga" [03:30]

Other People Also See