Menu
CERITA DIBALIK SIDAK LAPAS CIBINONG‼️

CERITA DIBALIK SIDAK LAPAS CIBINONG‼️

CURHAT BANG Denny Sumargo

1,556,701 views • 23 days ago Save 67 min 10 min read

Video Summary

Ombudsman menemukan adanya dugaan maladministrasi dan penyalahgunaan wewenang di Lapas Cibinong, termasuk pembangunan fasilitas mewah dan penahanan warga binaan di luar blok tahanan. Penolakan berulang kali untuk melakukan inspeksi lapangan memicu konfrontasi fisik, di mana seorang staf terluka kakinya terjepit pagar.

Temuan ini menimbulkan kontroversi, dengan pihak lapas dan pejabat terkait memberikan klarifikasi yang berbeda. Ombudsman menekankan bahwa tindakan mereka murni untuk memastikan pelayanan publik yang adil dan tidak bertujuan mencari panggung. Mereka berharap temuan ini menjadi momentum perbaikan tata kelola di seluruh lembaga pemasyarakatan, bukan sekadar insiden terisolasi.

Short Highlights

  • Ombudsman menemukan dugaan pembangunan fasilitas mewah di luar blok tahanan Lapas Cibinong.
  • Terjadi konfrontasi fisik saat inspeksi lapangan karena penolakan akses.
  • Seorang staf Ombudsman terluka kakinya terjepit pagar saat mencoba masuk.
  • Temuan ini memicu kontroversi dan klarifikasi dari pihak lapas.
  • Ombudsman menegaskan tujuan mereka adalah memastikan pelayanan publik yang adil.
  • Kasus ini diharapkan menjadi pemicu perbaikan tata kelola di lembaga pemasyarakatan.

Key Details

Penolakan Akses dan Konfrontasi Fisik [00:00:00]

  • Tim Ombudsman ditolak masuk saat melakukan inspeksi lapangan di Lapas Cibinong.
  • Penolakan terjadi berulang kali, bahkan setelah kedatangan kedua.
  • Konfrontasi fisik tak terhindarkan ketika staf mencoba mempertahankan diri.

    "ada orangnya ini senior kamu ini coba mereka pukul mereka memukul mereka memukul sudah pangannya udah begini masa Pak kami murni membela diri kami murni membela diri karena ada staf kami yang kakinya kejepit di pagar kami juga tidak lagi berkeras untuk masuk tapi yang kami pertahankan lepaskan kaki-kaki ini bagarnya ini"

Temuan Fasilitas Mewah [00:01:30]

  • Di dalam kompleks lapas, ditemukan fasilitas seperti tempat gym lengkap dengan lima treadmill dan kolam renang.
  • Ditemukan pula bangunan yang diduga rumah dinas yang disewakan kepada warga binaan.
  • Terdapat fasilitas lain seperti tempat nge-gym profesional dan kolam renang.

    "kita nemukan tempat nge-gym lengkap treadmillnya aja ada lima nah kemudian di depannya ada kolam renang"

Penundaan Publikasi dan Klarifikasi Awal [00:03:00]

  • Ombudsman awalnya menunda publikasi temuan untuk mendalami informasi dan menyampaikannya ke DPR.
  • Kekhawatiran muncul agar tidak terkesan mencari panggung atau memanfaatkan situasi.
  • Setelah mendapat persetujuan dari DPR, barulah Ombudsman berani menerima tawaran podcast.

    "pertama kenapa saya langsung bilang belum dulu gitu ya saya karena memang kebetulan kan banyaknya ke saya ya kan jadi saya bilang kenapa belum pertama ini kan informasi masih kita godok dan kita belum menyampaikan juga ke publik secara utuh terutama kepada DPR sebagai mitra pengawas kerjasama kita"

Rangkaian Inspeksi dan Penolakan Kedua [00:05:00]

  • Kunjungan ke Lapas Cibinong merupakan yang kedua kalinya bagi tim Ombudsman.
  • Meskipun membawa surat resmi, tim kembali ditolak masuk.
  • Penolakan kedua ini berlangsung selama dua jam di luar lapas.

    "ini yang kedua kalinya kita datang kedua kalinya ini yang kedua yang kejadian kemarin yang ramai yang kedua ya kita bawa surat secara resmi orangnya dikasih tahu resmi kepentingannya resmi itu ditolak"

Fungsi dan Kewenangan Ombudsman [00:07:00]

  • Ombudsman menegaskan tugasnya memastikan pelayanan publik di seluruh sektor, bukan hanya lapas.
  • Mereka memiliki kewenangan untuk memasuki semua lembaga negara.
  • Pemilihan sampel lapas dilakukan karena keterbatasan sumber daya.

    "sebetulnya bukan ombudsman itu tertingginya ya kami ini kami apa pimpinan ombudsman ini jadi sebetulnya supaya dia apa agak runut ya kita turun ke apa ke yang pasti binong itu bukan sekarang targetnya enggak"

Pernyataan Menko dan Reaksi Ombudsman [00:09:00]

  • Menko Hukum dan HAM mengeluarkan pernyataan terkait temuan Ombudsman.
  • Ombudsman mengevaluasi kembali strategi komunikasi mereka setelah pernyataan Menko.
  • Mereka memutuskan untuk merilis informasi secara bertahap, diawali dengan foto dan peta lokasi.

    "di hari-hari kedua itu Pak Menko meluarkan pernyataan sekiranya memang apa yang ditemukan oleh Ombudsman benar maka kami tidak segan-segan mengambil satu langkah tegas terhadap petugas pemasarakatan dan pejabat pemasarakat yang terlibat dalam pengadaan fasilitas-fasilitas misalnya tidak sesuai dengan peruntukan ini"

Kronologi Masuk ke Dalam Lapas [00:12:00]

  • Tim Ombudsman dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mencoba masuk.
  • Beberapa anggota berhasil masuk setelah terjadi dorong-dorongan di area pagar.
  • Seorang staf terluka kakinya terjepit pagar saat mencoba masuk ke rumah kedua.

    "dan terbukti kaki anu kami itu terjepit di situ mereka nggak mau ngelepas sama sekali itu yang kami akhirnya berantem itu disitu yang kami tegang agak tinggi"

Temuan Warga Binaan di Luar Blok Tahanan [00:15:00]

  • Di dalam bangunan yang diduga rumah dinas, ditemukan warga binaan.
  • Beberapa warga binaan diwawancara singkat dan mengakui membayar untuk menempati lokasi tersebut.
  • Video wawancara ini belum dirilis ke publik.

    "kemudian sama mereka nah disini kita sudah ditarik-tarik kesana dikeluar ada kamar terbuka disini itu yang ada kartu apa ya rumah sakit rspi warna hijau ya artinya dugaan kami ini kan bisa berobat ke RSPI kan rumah sakit ponok indah kira-kira gitu"

Penemuan Fasilitas Tambahan [00:17:00]

  • Ditemukan tempat gym yang lengkap dengan peralatan modern.
  • Terdapat pula area simulasi golf yang sedang dibangun dan kolam renang.
  • Mobil-mobil mewah seperti Alphard, Fortuner, dan Lexus ditemukan terparkir di dalam kompleks lapas.

    "kemudian di depannya ada kolam renang itu yang awal itu ya ini kami di dalam sini ya nanti peran Ibu Ibu Saprida nanti dimana saya kasih tahu"

Dugaan Pungli dan Permainan Kamar [00:20:00]

  • Ombudsman telah lama menerima informasi mengenai pungli di lapas dan rutan.
  • Biaya pindah kamar dan penggunaan handphone di dalam rutan Pondok Bambu disebutkan.
  • Terdapat dugaan permainan dalam penempatan warga binaan, di mana blok tertentu lebih longgar.

    "bahwa untuk biaya turun kamar jadi untuk mereka pindah kamar itu ada pungli ada biaya yang harus mereka keluarkan sebesar 500 ribu rupiah"

Kondisi Sel yang Padat [00:25:00]

  • Beberapa sel dihuni melebihi kapasitas ideal, memaksa warga binaan tidur berdesakan.
  • Kondisi sel yang padat ini sangat memprihatinkan, bahkan ada yang tidur di area dekat toilet.
  • Perbedaan kepadatan antar blok menunjukkan adanya ketidakadilan dalam penempatan.

    "Sel itu ukuran 4x3 rata-rata ini Saya sudah tunjukin berapa rata-rata segitulah ukurannya kemudian dia bikin agak kayak tembok supaya jadi tempat tidur"

Peran Ombudsman dan Harapan Perbaikan [00:30:00]

  • Ombudsman berharap temuannya menjadi pemicu perbaikan tata kelola di lembaga pemasyarakatan.
  • Mereka menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan publik.
  • Diharapkan lembaga pengawas seperti Ombudsman mendapat dukungan yang lebih kuat.

    "Ombudsman itu adalah salah satu departemen yang harus dijadikan prioritas karena departemen seperti Ombudsman yang memiliki fungsi pengawasan yang kuat itu harus memiliki otoritas juga yang kuat"

Pembongkaran Bangunan dan Alat Bukti [00:35:00]

  • Bangunan yang tidak jelas peruntukannya di Lapas Cibinong dibongkar.
  • Keputusan pembongkaran ini merupakan kesimpulan rapat Komisi 13.
  • Ombudsman menyayangkan pembongkaran tersebut sebelum pemeriksaan tuntas karena bangunan tersebut bisa menjadi alat bukti.

    "Kesimpulan rapat dengan pendapat bahwa bangunan yang tidak jelas peruntukannya itu agar dirubukkan"

Dukungan Publik dan Pesan Ombudsman [00:40:00]

  • Ombudsman merasa mendapat dukungan dari masyarakat dan DPR.
  • Mereka mengimbau masyarakat untuk tidak takut melaporkan jika mengalami pungli atau pelayanan publik yang buruk.
  • Ombudsman berjanji akan terus bekerja untuk mencari solusi bagi permasalahan masyarakat.

    "masyarakat mengerti peran Ombudsman kedua bahwa Ombudsman tidak mengambil pekerjaan APH kami adalah lembaga yang menerima keluhan masyarakat terhadap pelayanan publik yang mereka alami"

Kasus Santet dan Kehati-hatian [00:45:00]

  • Munculnya isu santet dalam percakapan menunjukkan adanya potensi intimidasi atau peringatan.
  • Ombudsman menganggapnya sebagai bentuk kehati-hatian dan peringatan.
  • Hal ini mencerminkan kompleksitas budaya dan bahasa di Indonesia.

    "itu untuk kami hati-hati hati-hati ya kira-kira ya kehati-hatian saja bukan santet ilmu gaib kan ya maksudnya kan"

Perbandingan dengan Lapas Lain dan Harapan [00:50:00]

  • Tidak semua lapas memiliki masalah yang sama; ada lapas yang sudah tertata rapi.
  • Masalah utama yang dihadapi adalah overkapasitas warga binaan dan keterbatasan anggaran.
  • Ombudsman berharap dapat menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah untuk perbaikan.

    "tapi memang yang menjadi persoalan bahwa mau sebagus apapun lapas kalau mental mentalitas kemudian tata kelolanya tidak dievaluasi secara kontinitas penyelewengan itu berpotensi terjadi"

Peran Presiden dan Rapat Koordinasi [00:55:00]

  • Ombudsman berharap diundang dalam pertemuan Presiden dengan kepala lapas dan rutan.
  • Mereka ingin mendengarkan arahan Presiden dan menjadikannya panduan pengawasan.
  • Kehadiran Ombudsman diharapkan dapat memberikan masukan yang berharga.

    "Pak Presiden mau mengumpulkan kalapas dan karutan saya dengar itu di berita itu sudah valid atau belum saya belum tahu"

Fungsi Pengawasan dan Otoritas Ombudsman [01:00:00]

  • Ombudsman memiliki fungsi pengawasan yang kuat namun otoritasnya perlu diperkuat.
  • Mereka bertugas mentransparansikan, menguji, dan memberikan masukan.
  • Dukungan dari pemerintah sangat penting agar Ombudsman dapat bekerja efektif.

    "Ombudsman itu punya powernya itu dua rekomendasi kami itu satu kepada presiden satu ke dpr"

Temuan di Rutan Pondok Bambu [01:05:00]

  • Informasi mengenai pungli di Rutan Pondok Bambu menjadi salah satu pemicu awal.
  • Biaya pindah kamar dan penggunaan handphone di dalam rutan dilaporkan.
  • Ombudsman sedang mendalami dugaan pungli tersebut.

    "bahwa untuk biaya turun kamar jadi untuk mereka pindah kamar itu ada pungli ada biaya yang harus mereka keluarkan sebesar 500 ribu rupiah"

Peran Media dan Informasi Berimbang [01:10:00]

  • Ombudsman menghargai peran media dalam menyebarkan informasi.
  • Mereka membuka pintu untuk pihak lain memberikan klarifikasi guna mendapatkan titik tengah.
  • Tujuan utama adalah menemukan solusi tanpa menutupi proses keadilan.

    "masyarakat saya dengan tim sedang menyusun untuk kami melakukan kalau soal kajian betul kami persiapkan matang matang"

Saran Perbaikan dan Tindakan Korektif [01:15:00]

  • Ombudsman akan menyampaikan saran perbaikan kepada Kementerian.
  • Mereka akan mengawasi apakah saran perbaikan tersebut dilaksanakan atau tidak.
  • Jika tidak dilaksanakan, Ombudsman dapat mengambil tindakan lebih lanjut.

    "nanti setelah kami menyampaikan saran perbaikan kepada pak menteri ini kan harus kami putar di depan pak menteri"

Kondisi Air Bersih dan Makanan di Lapas [01:20:00]

  • Kualitas air bersih menjadi keluhan utama di beberapa lapas dan rutan.
  • Kualitas makanan bervariasi di setiap lapas; ada yang baik, ada yang kurang.
  • Anggaran untuk makanan warga binaan tergolong kecil, yaitu Rp20.000 per hari.

    "air bersih susah banget susah karena memang kan orangnya ramai sumur bornya mungkin cuma satu"

Potensi Penyalahgunaan Kewenangan [01:25:00]

  • Terdapat potensi penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan lapas.
  • Hal ini dapat terjadi jika tata kelola tidak dievaluasi secara kontinyu.
  • Peran pemimpin sangat krusial dalam mencegah penyimpangan.

    "kalau mental mentalitas kemudian tata kelolanya tidak dievaluasi secara kontinitas penyelewengan itu berpotensi terjadi"

Penegakan Hukum dan HAM [01:30:00]

  • Fungsi utama pemasyarakatan adalah memanusiakan manusia yang tersesat.
  • Pemenuhan hak asasi manusia di lapas sangat penting untuk mencegah penyimpangan.
  • Di beberapa negara, Ombudsman memiliki kewenangan lebih luas, termasuk menangani kasus korupsi dan kekerasan.

    "fungsi dari undang-undang pemasyarakatan undang-undang nomor 22 adalah memanusiakan manusia yang sudah tersesat supaya dia kembali menjadi orang baik"

Harapan untuk Ombudsman [01:35:00]

  • Ombudsman diharapkan menjadi lembaga prioritas yang memiliki otoritas kuat.
  • Mereka harus didukung agar dapat menjalankan fungsi pengawasan secara efektif.
  • Keberanian Ombudsman dalam mengungkap kasus seperti di Lapas Cibinong patut diapresiasi.

    "Ombudsman itu adalah salah satu departemen yang harus dijadikan prioritas karena departemen seperti Ombudsman yang memiliki fungsi pengawasan yang kuat itu harus memiliki otoritas juga yang kuat"

Data dan Bukti yang Ditemukan [01:40:00]

  • Meskipun bangunan dirubuhkan, Ombudsman masih memiliki data dan bukti dari temuan mereka.
  • Data ini akan digunakan untuk menanyakan perencanaan anggaran dan siapa yang membangun.
  • Mereka berharap pihak berwenang dapat mendalami lebih lanjut jika diperlukan.

    "bahwa rumah itu bangunan itu adalah alat bukti bagian dari alat bukti yaitu berupa barang bukti dalam penyidikan ini oleh"

Klarifikasi Mengenai Laporan Pungli [01:45:00]

  • Ombudsman telah lama menerima laporan mengenai pungli di lapas dan rutan.
  • Blok Bravo di Lapas Cibinong dan Salemba pernah menjadi sorotan terkait pungli.
  • Data dari Dirjen PAS menunjukkan adanya perbedaan kepadatan antar blok di Lapas Cibinong.

    "Jadi sebenarnya di periode yang sebelum-sebelumnya kayak di Cibinong itu Blok Bravo ya aku dengar tuh yang Bravo itu Suka Miskin Suka Miskin Cipinang Salemba"

Pesan untuk Publik [01:50:00]

  • Masyarakat tidak perlu takut melaporkan jika mengalami masalah pelayanan publik.
  • Ombudsman akan membantu mencari jalan keluar dan mempercepat penyelesaian masalah.
  • Pelaporan dapat dilakukan melalui berbagai saluran yang tersedia.

    "masyarakat saya dengan tim sedang menyusun untuk kami melakukan kalau soal kajian betul kami persiapkan matang matang"

Other People Also See