Perjuangan Pria Asal Gaza Menyuarakan Kemanusiaan!! - Ahmed Mansour
CERITA UNTUNGS
5,898 views • 7 days ago Save 105 min 8 min read
Video Summary
Seorang pembuat film Palestina, Abu Usaymah, mengungkapkan alasan di balik pembuatan film dokumenternya "Angel of Gaza", sebuah film yang berfokus pada perspektif anak-anak di Gaza.
Film ini berawal dari keprihatinan Usaymah terhadap kebijakan pemisahan keluarga di AS di bawah pemerintahan Trump, yang mengingatkannya pada perjuangan temannya untuk membawa anak-anaknya dari Gaza ke AS. Ia ingin menggunakan film tersebut untuk menghubungkan pengalaman traumatis ini dengan situasi di Gaza, di mana suara anak-anak sering kali diabaikan dalam liputan media yang didominasi politik dan perang. Usaymah menyoroti bahwa lebih dari 70% penduduk Gaza berusia di bawah 18 tahun, namun narasi mereka jarang terdengar. Film ini akhirnya bergeser fokus dari perspektif ayah ke Malak, seorang gadis muda, yang perspektifnya memberikan pandangan yang lebih polos dan menyentuh tentang dampak perang pada anak-anak.
Short Highlights
- Film "Angel of Gaza" berfokus pada perspektif anak-anak di Gaza, bukan politik perang.
- Lebih dari 70% penduduk Gaza berusia di bawah 18 tahun, namun suara mereka jarang terdengar.
- Pembuatan film terinspirasi oleh kebijakan pemisahan keluarga di AS dan perjuangan seorang teman untuk membawa anak-anaknya dari Gaza.
- Film ini bergeser dari perspektif ayah ke sudut pandang seorang gadis muda bernama Malak.
- Usaymah menyoroti dampak perang pada anak-anak dan kerinduan mereka untuk hidup normal.
- Film ini bertujuan untuk memberikan platform bagi suara anak-anak Palestina.
- Usaymah percaya bahwa narasi anak-anak lebih kuat daripada retorika politik.
Key Details
Perjalanan dan Perspektif Pembuat Film [00:00:00]
- Abu Usaymah, seorang pembuat film Palestina, melakukan perjalanan panjang dari AS ke Indonesia.
- Perjalanan ini memicu refleksi tentang bentuk bumi dan persepsi yang berbeda.
- Ia berbagi pengalamannya tentang penerbangan yang memakan waktu hampir seharian.
"It's a very long travel. 18 hours. So 15 hours."
Film "Angel of Gaza" [00:03:00]
- Usaymah memperkenalkan film terbarunya, "Angel of Gaza" (Malak).
- Film ini berfokus pada perspektif anak-anak di Gaza, yang sering diabaikan dalam liputan media.
- Mayoritas penduduk Gaza adalah anak-anak, namun suara mereka jarang terdengar.
"And very often the the voice of the children are absent."
Dampak Perang pada Anak-anak Gaza [00:04:00]
- Usaymah membahas bagaimana anak-anak di Gaza dipaksa untuk tumbuh sebelum waktunya karena kondisi perang.
- Ia menyoroti bahwa anak-anak ini memiliki pemahaman yang mendalam tentang situasi mereka, meskipun masih sangat muda.
- Perang dan pengeboman berdampak pada kesehatan anak-anak, termasuk potensi masalah kelahiran.
"Because of the war or. Or. Because the the society is a young society we love producing babies."
Perang Demografi dan Populasi Gaza [00:05:00]
- Usaymah berpendapat bahwa konflik di Gaza dapat dipahami sebagai perang demografi.
- Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan populasi Palestina yang tinggi di wilayah tersebut menjadi perhatian bagi Israel.
- Pertumbuhan penduduk ini dilihat sebagai faktor kunci dalam kebijakan Israel.
"For them that is a that's actually that's that's if you want to understand their actions it all comes down to the demographic war."
Pengalaman Pribadi Usaymah [00:07:00]
- Usaymah menceritakan bagaimana ia mulai membuat film "Angel of Gaza" pada tahun 2016.
- Keputusan ini dipicu oleh kebijakan pemisahan keluarga di AS di bawah pemerintahan Trump.
- Ia melihat paralel antara pemisahan keluarga di AS dan penderitaan teman-temannya yang terpisah dari anak-anak mereka di Gaza.
"So like you have babies like months old or one year or two years or even less than 10 years separating both of them and sending the mothers and keeping the children or sending the children."
Pergeseran Fokus Film: Dari Ayah ke Malak [00:10:00]
- Awalnya, film ini berfokus pada perspektif ayah dari anak-anak yang terpisah.
- Setelah tujuh tahun produksi, Usaymah memutuskan untuk mengalihkan fokus ke Malak, seorang gadis muda.
- Ia merasa Malak adalah narator yang lebih baik untuk menceritakan kisah anak-anak Gaza.
"But I, as I said earlier, again, over 70% of the people of Gaza are children."
Perspektif Malak [00:12:00]
- Malak, meskipun masih muda, menunjukkan artikulasi dan pemahaman yang luar biasa tentang situasinya.
- Ia mengungkapkan keinginan sederhana untuk bersama ayahnya dan kebingungan mengapa teman-temannya dibunuh.
- Perspektif polos Malak memberikan kontras yang kuat dengan narasi politik perang.
"Malak, to me, she was like, I only wanted to be with my father."
Perpecahan Kepemimpinan Palestina [00:14:00]
- Usaymah mengkritik perpecahan di antara faksi-faksi kepemimpinan Palestina.
- Ia berpendapat bahwa perpecahan ini melemahkan perjuangan Palestina dan menghalangi kemajuan.
- Ia membandingkan situasi ini dengan analogi "pengacara yang bodoh" untuk sebuah kasus yang adil.
"Our, our cause is very just. But our, the lawyers of our cause, they're stupid."
Sejarah Perjuangan Palestina [00:18:00]
- Usaymah menelusuri sejarah perjuangan Palestina melalui berbagai ideologi: Pan-Arabisme, Marxisme, dan Nasionalisme.
- Ia mengkritik kegagalan ideologi-ideologi ini dalam mencapai tujuan pembebasan Palestina.
- Ia menekankan pentingnya kembali kepada ajaran Islam sebagai sumber kekuatan dan panduan.
"Allah, as Arab, Sayyidina Umar said, radiallahu anhu, Allah placed us with Islam. If we seek another, ideology, rather than Islam, Allah will cause us to be humiliated."
Hikmah dan Janji Allah [00:25:00]
- Usaymah merenungkan hikmah di balik janji Allah kepada Bani Israel dalam Al-Qur'an.
- Ia berpendapat bahwa tanah tersebut akan diwariskan kepada orang-orang yang saleh, bukan berdasarkan etnisitas.
- Ia menekankan bahwa keadilan dan kebenaran adalah inti dari ajaran Islam.
"We wrote in the Zaboor, the book of Sayyidina Dawood, that the land, Palestine, the holy land, will be inherited by who? not by the Arabs, not by the Palestinians, not by the Jews, by who? not by the Christians, by الصالحين, the righteous people."
Peran Seniman dan Pencerita [00:30:00]
- Usaymah menekankan peran penting seniman, pembuat film, dan pencerita dalam menyampaikan pesan dan mencari hikmah.
- Ia percaya bahwa mereka memiliki tanggung jawab untuk melihat melampaui rasa sakit dan menemukan makna di baliknya.
- Melalui karyanya, ia bertujuan untuk mengubah cerita yang menyakitkan menjadi harapan dan masa depan yang lebih baik.
"As a filmmaker, I'm a witness. I'm not trying to beautify the image nor, you know, as a witness, the situation is, as my family tells me every day, it's beyond comprehension."
Pengalaman Pribadi Usaymah: Kehilangan dan Penyembuhan [00:35:00]
- Usaymah berbagi pengalaman pribadinya tentang kehilangan anggota keluarga, termasuk adiknya, dalam konflik.
- Ia menggambarkan perjuangannya untuk mengatasi rasa sakit dan kebencian.
- Ia menemukan penyembuhan dan kekuatan melalui iman dan penyerahan diri kepada Allah.
"I try to hate but if I get hate to occupy my heart, guess who wins? Shaytan and then my enemy wins."
Pernikahan dan Keluarga [00:40:00]
- Usaymah menceritakan pertemuannya dengan istrinya, Fitrah, seorang wanita Indonesia.
- Pernikahan mereka terjadi secara online karena keadaan, yang mencerminkan tantangan unik yang dihadapi oleh orang Palestina.
- Ia menekankan pentingnya memiliki pasangan yang memahami dan mendukung, terutama dalam menghadapi trauma.
"So, so we we went and, you know, to the hotel and and then I left to South Africa and she was still living in the USma yeah because my apartment was still like renovating it."
Buku Anak-anak "My Name is Shayma" [00:50:00]
- Usaymah sedang menulis buku anak-anak berjudul "My Name is Shayma."
- Buku ini bertujuan untuk mengajarkan anak-anak tentang pentingnya keadilan dan mencegah kebencian.
- Ia ingin anak-anak tumbuh dengan pemahaman tentang kata "genosida" dan menolaknya.
"We want her to be to be to do good to prevent genocides we want her to grow to prevent killing and occupation and genocide."
Misi Kehidupan Usaymah [00:55:00]
- Misi hidup Usaymah adalah untuk melawan para penjahat perang dan membawa mereka ke pengadilan.
- Ia percaya bahwa generasi sekarang memiliki tanggung jawab untuk menciptakan perubahan.
- Ia menekankan pentingnya mendidik generasi mendatang tentang keadilan dan kemanusiaan.
"It's our responsibility to chain them and hung them in public until that happens we fail our mission."
Peran Indonesia dan Festival Film [01:00:00]
- Usaymah memuji cinta dan penerimaan yang ia terima di Indonesia.
- Ia menyoroti pentingnya Festival Film Sand dalam melatih generasi pembuat film muda Indonesia.
- Ia percaya bahwa Indonesia memiliki cerita besar yang perlu diceritakan kepada dunia.
"I think since I moved to indonesia a year ago indonesia has a big story big big big big big story but it's yet to be told on the world stage."
Tantangan dan Ancaman [01:05:00]
- Usaymah membahas tantangan dan ancaman yang dihadapi oleh aktivis pro-Palestina di AS.
- Ia telah mengalami pemeriksaan di bandara, tetapi bersyukur belum menghadapi masalah serius.
- Ia menekankan pentingnya keberanian dalam menyuarakan kebenaran, bahkan di tengah kesulitan.
"So with me personally alhamdulillah, you know, um uh so far nothing like a major i get stopped at airports yeah."
Harapan untuk Masa Depan [01:10:00]
- Usaymah berharap dapat membawa film-filmnya ke berbagai audiens dan menginspirasi perubahan.
- Ia percaya bahwa keadilan akan datang melalui generasi yang dididik dengan nilai-nilai yang benar.
- Ia ingin generasi mendatang hidup tanpa kebencian dan kekerasan.
"So the closest chance to see your movies in walking drums yeah i'm not sure whether they're gonna screen it there but it's gonna be a press conference discussion discussions."
Komunikasi dan Keluarga [01:15:00]
- Fitrah, istri Usaymah, berbagi pengalamannya dalam menghadapi keluarga suaminya yang tinggal di Gaza.
- Ia belajar untuk menormalkan situasi dan berkomunikasi dengan mereka meskipun ada kesulitan bahasa dan trauma.
- Ia menekankan pentingnya kesabaran dan pemahaman dalam hubungan keluarga.
"But they act normally like Fitri what's your news how is Saima blah blah blah normal normal it's just that we feel sad."
Pesan untuk Generasi Mendatang [01:20:00]
- Usaymah dan Fitrah bertekad untuk membesarkan putri mereka, Shayma, tanpa kebencian.
- Mereka ingin Shayma tumbuh menjadi individu yang adil dan mencegah genosida.
- Mereka percaya bahwa perubahan sejati datang dari generasi ke generasi.
"We want her to be to be to do good to prevent genocides we want her to grow to prevent killing and occupation and genocide."