Menu
Viral! Pedagang Es Gabus Dituding dari Bahan Busa, Oknum Polisi dan TNI Paksa Cicipi Dagangannya

Viral! Pedagang Es Gabus Dituding dari Bahan Busa, Oknum Polisi dan TNI Paksa Cicipi Dagangannya

Official iNews

60,669 views 6 months ago Save 7 min 4 min read

Video Summary

Video ini menyoroti investigasi terhadap dugaan bahan berbahaya dalam es jadul. Pihak kepolisian, melalui Satuan Reserse Kriminal, sedang menyelidiki laporan viral yang diterima dari nomor darurat 110. Barang bukti telah dikirim ke laboratorium forensik Mabes Polri untuk diuji, dan hasilnya masih ditunggu untuk menentukan komposisi serta jenis bahan yang digunakan. Sementara itu, terduga pembuat es telah dikembalikan ke tempat usahanya setelah mendapat keterangan dari dinas kesehatan setempat bahwa produk tersebut layak dikonsumsi, meskipun belum ada laporan keracunan atau korban yang tercatat. Di sisi lain, video juga menyertakan cuplikan pertemuan Duta Besar Belanda dengan Presiden Joko Widodo, membahas pentingnya hubungan bilateral, ekonomi, kerja sama Indonesia-Eropa dalam mengatasi perubahan iklim, kesiapan menghadapi banjir, serta keunggulan Belanda dalam produksi pangan yang dapat membantu Indonesia mencapai tujuannya. Satu fakta menarik dari video ini adalah bahwa meskipun ada laporan viral mengenai dugaan bahan berbahaya dalam es jadul, belum ada korban keracunan yang dilaporkan hingga saat ini.

Short Highlights

  • Investigasi sedang dilakukan terhadap es jadul yang diduga mengandung bahan berbahaya berdasarkan laporan viral.
  • Barang bukti es jadul telah dikirim ke laboratorium forensik Mabes Polri untuk diuji.
  • Dinas kesehatan setempat menyatakan es tersebut layak dikonsumsi, dan belum ada laporan keracunan.
  • Duta Besar Belanda bertemu Presiden Joko Widodo untuk membahas hubungan bilateral, ekonomi, dan kerja sama global.
  • Topik diskusi antara Duta Besar Belanda dan Presiden Jokowi mencakup perubahan iklim, penanggulangan banjir, dan produksi pangan.

Key Details

Dugaan Bahan Berbahaya dalam Es Jadul [00:00]

  • Reaksi awal terhadap es jadul menunjukkan bahwa jika terbuat dari bahan yang salah, es akan mudah hancur atau meleleh, berbeda dengan bahan yang seharusnya.
  • Ada kekhawatiran bahwa es tersebut mungkin terbuat dari busa atau spons, bukan bahan makanan yang aman.
  • Penjual mengakui menjual es tersebut karena kebutuhan ekonomi untuk menghidupi anak-anaknya, meskipun menyadari potensi bahayanya.
  • Tindakan tegas diambil dengan menginstruksikan membawa penjual ke kantor polisi untuk pengembangan lebih lanjut.

"Kalau dia kue hung kue pasti hancur atau gager. Nah, ini respon."

Penanganan Kasus Es Jadul oleh Kepolisian [02:21]

  • Penanganan kasus ini bermula dari laporan viral mengenai es jadul yang diduga mengandung bahan berbahaya.
  • Laporan diterima melalui nomor darurat 110, dan penanganan dilanjutkan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres.
  • Barang bukti masih dalam proses penyelidikan dan penelitian di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri.
  • Hasil laboratorium akan menentukan komposisi dan jenis bahan yang digunakan dalam es tersebut.
  • Sementara menunggu hasil lab, terduga pembuat es dikembalikan ke tempat usahanya, dan dari Dinas Kesehatan (Dokkes) Polres dilaporkan bahwa produk tersebut layak dikonsumsi.
  • Hingga saat pelaporan, tidak ada korban keracunan atau laporan resmi terkait insiden ini.

"Sementara ini ee untuk barang bukti masih dalam penyelidikan atau penelitian atau uji dari pusat laboratorium forensik Mabes Pori."

Pertemuan Duta Besar Belanda dengan Presiden Joko Widodo [04:02]

  • Duta Besar Belanda menyampaikan apresiasi atas pertemuan yang luar biasa dengan Presiden Joko Widodo, yang merupakan kehormatan pertama baginya.
  • Presiden sebagai pemimpin dianggap sangat penting bagi hubungan antara Indonesia dan Belanda.
  • Kunjungan ini bertujuan untuk mengucapkan terima kasih atas kontribusi Presiden terhadap hubungan kedua negara.
  • Diskusi juga mencakup bidang ekonomi dan potensi kerja sama antara Indonesia dan Eropa di kancah global.
  • Area kerja sama yang dibahas termasuk penanggulangan perubahan iklim, peningkatan kesiapan menghadapi banjir, dan produksi pangan, di mana Belanda memiliki keahlian kuat dan dapat membantu Indonesia mencapai tujuannya.

"So I came here to thank him for all that he has done but also we talked about the economy and about the way Indonesia and Europe can work together more in the world."

Pembicaraan Ringan dan Kondisi Global [05:38]

  • Pertemuan antara pejabat yang hadir membahas berbagai hal, termasuk pertemuan sebelumnya.
  • Pembicaraan dilaporkan bersifat ringan, termasuk mengenai kondisi dunia saat ini dan Indonesia.
  • Tidak ada topik berat yang dibahas, fokus pada hal-hal yang bersifat ringan.

"Ya, bicara banyak hal tapi yang ringan-ringan."

Other People Also See