Menu
Raffi-Nagita Ubah Popularitas Jadi Bisnis Besar⁉️Rahasia RANS Bertahan Meski Banyak Bisnis Tutup

Raffi-Nagita Ubah Popularitas Jadi Bisnis Besar⁉️Rahasia RANS Bertahan Meski Banyak Bisnis Tutup

kasisolusi

72,539 views 2 days ago Save 60 min 9 min read

Video Summary

Muri Fahmi Lemon, salah satu karyawan awal Rans Entertainment, membagikan pandangan orang dalam tentang bagaimana perusahaan itu berkembang dari sekadar vlog menjadi entitas media besar yang siap IPO. Ia menyoroti strategi Rans dalam menarik sponsor melalui proposal yang menarik dan presentasi yang meyakinkan, bahkan ketika Raffi Ahmad dan Nagita Slavina tidak hadir secara langsung.

Lemon juga membahas bagaimana Rans Entertainment terus berinovasi dengan mengembangkan kekayaan intelektual (IP) baru, seperti Cipung Land, dan merambah ke berbagai lini bisnis mulai dari olahraga hingga konser internasional. Meskipun ada anggapan bisnis Raffi sering gagal, Lemon menegaskan bahwa penutupan bisnis adalah hal wajar dan Rans justru terus menciptakan lapangan kerja serta berupaya memberikan solusi bagi industri kreatif.

Short Highlights

  • Rans Entertainment berkembang pesat dari vlog menjadi perusahaan media besar.
  • Strategi proposal sponsor yang menarik menjadi kunci kesuksesan.
  • Inovasi IP baru seperti Cipung Land dan konser internasional.
  • Penutupan bisnis dianggap wajar, fokus pada penciptaan lapangan kerja.
  • Karyawan awal Rans Entertainment memegang peran penting dalam operasional.
  • Peran Raffi Ahmad dan Nagita Slavina sebagai founder tetap krusial.
  • Rans Entertainment berencana ekspansi ke bisnis AI di masa depan.

Key Details

Awal Mula dan Peran Karyawan Awal [0:00]

  • Muri Fahmi Lemon, yang dijuluki '03' di Rans Entertainment setelah Raffi (01) dan Nagita (02), menceritakan awal mula perjalanannya.
  • Ia ditarik ke Rans Entertainment setelah bekerja di Dantv pada tahun 2011-2012.
  • Lemon adalah salah satu karyawan awal yang memegang peran penting dalam produksi.

    "Dulu awalnya iya di production Karena gue kan salah satu karyawan yang awal juga ya Itu waktu dulu 4 orang Ya sama dulu awalnya Gue pegang kamera Pegang mic Clip on gitu Gak bisa ngedit aja gue Oke Ya jadi Sedikit banyak Paham lah Tentang produksi dulu juga di TV kan gue di produksi juga Gitu Di kreatif Ya ya makanya Raffi percaya Tarik Akhirnya ngejalanin productionnya gitu ya Ya awalnya disitu"

Transformasi Rans Entertainment [1:00]

  • Rans Entertainment dimulai sebagai kanal YouTube pada Desember 2015, awalnya hanya berisi promosi produk.
  • Pada Oktober 2017, Rans mulai serius digeluti sebagai media dengan fokus pada vlogging.
  • Raffi Ahmad melihat potensi besar di industri digital dan tren vlogging influencer marketing.

    "Nah ini kita belajar ya guys Itu terbuka untuk umum gak? Terbuka untuk umum Boleh, dilihat boleh Oh iya Conclusion Kenapa conclusion disini bro? Jadi sebenernya ini kan tergantung Di atasnya tuh udah ngomong seberapa lama"

Strategi Konten dan Monetisasi [2:00]

  • Vlogging kehidupan sehari-hari Raffi, Nagita, dan Rafathar menjadi populer karena kedekatan dengan audiens.
  • Berbeda dengan produksi TV yang terlihat jauh, vlog menawarkan nuansa natural dan personal.
  • Kesuksesan vlog menarik perhatian brand, membuka peluang monetisasi yang lebih besar.

    "Sedangkan Itu berbeda Banget Sama Sama Vlog Kameranya juga natural Dekat banget Misalnya layar itu Muka semua Tapi audiens merasa dekat Dengan artisnya Sehingga Di era itu Vlog digemari Dan banyak juga akhirnya Artis-artis juga yang Nge-vlog lah istilahnya Itu jadi rame Awareness juga banyak Kesitu"

Diversifikasi Program dan Bisnis [3:00]

  • Rans Entertainment mulai membuat program-program sendiri dengan nama "RANS", seperti Traveling Jalan-jalan RANS, Inspirasi RANS, dll.
  • Diversifikasi program ini memudahkan orang mengingat Rans dan meningkatkan kesadaran merek.
  • Dari diversifikasi program, Rans beralih ke diversifikasi bisnis, termasuk olahraga, media, dan animasi.

    "Akhirnya kan Kalau misalnya Orang makin suka Brand juga ikut Nah akhirnya Monetisasinya muncul Dan bagus Dan itu Jadi Jadi peluang Buat Bikin ini Lebih besar lagi Akhirnya vlognya Makin rajin Dulu kan Arafi itu Satu hari itu TV bisa Empat-lima program Sebelum itu Nah Mulai tuh Dibagi waktunya Dibagi waktunya juga Ke digitalnya dia Ke RANS"

Era Digital dan Tantangan Baru [4:00]

  • Lemon mengakui bahwa era 2019-2020 saat COVID-19 adalah masa keemasan yang mudah bagi Rans.
  • Muncul pertanyaan apakah gaya vlogging dan influencer marketing masih relevan bagi kreator baru.
  • Lemon menekankan bahwa kuncinya adalah adaptasi dan modifikasi cara.

    "Sebenarnya Kayak zaman sekarang Emang masih Ngaruh gak sih Kayak teman-teman Yang baru-baru mulai Influence Atau mungkin Family vlogging Kan gaya-gayanya begitu tuh Masih oke gak sih Soalnya banyak yang bilang Katanya kayaknya Udah gak works lagi"

Algoritma dan Konten Natural [5:00]

  • Algoritma platform digital sangat memengaruhi penyampaian konten.
  • Konten yang natural dan relatable masih disukai audiens, bahkan jika personal branding tidak sekuat artis papan atas.
  • Pentingnya fokus pada niche dan edukasi untuk membangun audiens loyal.

    "Kalau zaman dulu Sebenarnya kan Algoritma nya juga Ngaruh pak Jadi Jadi kita Selain kita Kontennya yang bagus Unik Menarik Punya hook Dan segala macam lah Tentang konten Ternyata Algoritma juga Ngaruh banget Terhadap Delivery kontennya itu Sendir di platform Oke"

Stigma Bisnis yang Tutup [6:00]

  • Muncul stigma bahwa banyak bisnis Raffi Ahmad yang tutup atau mati suri.
  • Lemon berpendapat bahwa penutupan atau penurunan bisnis adalah hal wajar dalam dunia usaha.
  • Faktor eksternal seperti pasar, tren, dan profitabilitas memengaruhi kelangsungan bisnis.

    "Banyak yang bilang Katanya kayaknya Udah gak works lagi Tergantung Tergantung Sebenarnya bukan Berarti gak oke Cuman Caranya aja Yang harus kita modif Gitu Kalau zaman dulu Sebenarnya kan Algoritma nya juga Ngaruh pak"

Kolaborasi dan Merger dalam Bisnis [7:00]

  • Tidak semua bisnis dijalankan sendiri; ada yang melalui merger, kolaborasi, atau menjadi brand ambassador.
  • Kegagalan bisnis tidak selalu sepenuhnya salah pihak Rans atau partnernya.
  • Rans Entertainment justru terus berupaya menciptakan bisnis baru dan lapangan kerja.

    "Bisnis tutup Atau decline gitu ya Itu sesuatu hal yang wajar Bukan sesuatu yang Misalnya Raffi Ahmad Bisnis harus 100% berhasil Yang gak juga Gitu kan Kadang di Di bisnis itu kan Selain dari kitanya Di internal Ada juga faktor eksternal"

King Kong Snack dan Kolaborasi [8:00]

  • King Kong Snack disebut sebagai contoh bisnis yang lahir sebelum Rans Entertainment ada.
  • Bisnis ini merupakan hasil join venture atau kemitraan antara Raffi dengan pabrik.
  • Kegagalan dalam kolaborasi bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk keputusan bersama.

    "King Kong itu sebenarnya Full Dari Rans Holding Atau memang kolaborasi King Kong itu lahir sebelum ada Rans Oke Jadi sebenarnya brand ambasador Maclon atau Jadi itu Dulu bisnisnya Arafi Sebelum ada Rans Ini sebelum ada Rans Jauh sebelum ada Rans"

PT Baru dan Tabayun [9:00]

  • Rans Entertainment terus mendirikan PT baru untuk berbagai lini bisnis.
  • Pentingnya melakukan tabayun (verifikasi) sebelum menilai sebuah bisnis mati atau vakum.
  • Bisnis baru seperti PT media yang membahas bisnis haji dan umroh masih dalam tahap pengembangan dan belum tentu langsung balik modal.

    "Nah itu kayak gitu bro Itu belum balik modal Baru running Berapa hari PT-nya tapi Ya udah baru dibikin Dan ukurannya kan kalau bikin PT kan Belum tentu balik modal kan Langsung gitu kan Betul Tapi langsung bahwa dihakimi Nggak jalan gitu Iya Ya Ya sebenernya harus Ya intinya harus tabayun aja sih"

Pengelolaan Keuangan dan Modal [10:00]

  • Awalnya, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina memegang 100% kepemilikan saham Rans Entertainment.
  • Nagita Slavina dikenal lebih mahir dalam mengurus keuangan perusahaan.
  • Modal untuk bisnis baru bisa berasal dari investor, capital Rans, atau kolaborasi.

    "Kalau dulu ya pasti dari Rafi Nagita Karena kan Owningnya 100% By mereka Saham cuma dua orang Udah Itu Itu yang punya gitu Kalau dulu kan Karena memang kita lahir dari perusahaan Organik Dari keluarga gitu kan Memang DNA-nya seperti itu Seluruh Operasional juga dari mereka berdua"

Proposal Sponsor yang Menarik [11:00]

  • Kunci daya tarik sponsor adalah proposal yang menarik dan strategi presentasi yang efektif.
  • Proposal harus menunjukkan urgensi dan peluang bagi brand untuk masuk.
  • Pendekatan dilakukan dengan mengidentifikasi pain point, opportunity, dan competitive landscape.

    "Kalo misalnya gue jadi brand juga Oh iya juga ya Oh ini bisa masuk nih kesini Jadi kita ngarahin biar brand Masuk ke kita Iya betul Gue setuju Dan kedua Maksudnya mikirnya kayak Oh ternyata ada kue yang masih kosong Iya Lu kirim opini nya kan Iya Berarti Cleo lu jebak kan Hahaha Ya kan ternyata gitu"

Strategi Pemasaran dan Aktivasi [12:00]

  • Rans Entertainment menggunakan pendekatan "tebar jala" dengan proposal generik di awal, lalu mendetailkannya berdasarkan feedback brand.
  • Aktivasi offline seperti Rans Carnival terbukti efektif untuk engagement langsung dengan audiens.
  • Brand telekomunikasi dan FMCG menjadi sponsor utama dalam acara-acara Rans.

    "Jadi kita ngasih liat Memang itu data Tapi kita ngasih liat Urgensi bahwa Oh ternyata kayak gini ya Jadi ujungnya kita baru masuk Cakep Tuh tuh catat temen-temen Karena masih kayak Siapa kita Siapa ini Jajaran-jajaran ininya nih Siapa timnya Orang pasti skip kan"

Kepercayaan Sponsor dan Naming Rights [13:00]

  • Kepercayaan sponsor dibangun melalui rekam jejak acara yang terbukti sukses.
  • Naming rights untuk acara seperti Rans Carnival menjadi daya tarik besar bagi sponsor.
  • Rans Entertainment memiliki kalender event yang terencana hingga beberapa tahun ke depan.

    "Ini udah dapet nih sponsornya Udah udah Udah udah Apa brand besarnya Ada Telco Hmm Ada Telco Ada FMCG juga Lu sebar ke berapa brand? Banyak Kalau nyebar mah kita tebar jalan aja pak Tebar jalan yang sesuai dengan kebutuhan Ya pasti Kita kayak Enggak kayak Senapan mesin yang Tapi pakai sniper Gitu"

Pengembangan IP dan Konser Internasional [14:00]

  • Dana IPO akan digunakan untuk pengembangan IP baru seperti Cipung Land dan konser lokal-internasional.
  • Cipung Land akan hadir di mall sebagai aktivasi permanen yang mendatangkan revenue berkelanjutan.
  • Rans Entertainment berencana menggelar konser internasional, termasuk "The Massive" yang melibatkan 5 negara.

    "Jadi dari runs Yang kemarin tuh emiten runs ini Sama VC ya? Enggak Visi beda Ya Raffi di luar runs ya Rans dulu deh Itu Apa lu mau Working Capital mau lu Pengembangan kemana? Kan kalo di Sesuai prospektus kita Kan itu bisa dibaca juga Di bursa Jadi Working Capital nya ini Akan kita gunakan pertama Untuk konser Kita akan bikin konser-konser Baik itu Lokal Atau Internasional Itu ke depannya"

Performa Saham dan Keyakinan Tim [15:00]

  • Meskipun IHSG fluktuatif, saham Rans Entertainment menunjukkan ketahanan.
  • Raffi Ahmad berkomitmen tidak akan menjual sahamnya, memberikan keyakinan bagi investor.
  • Tim Rans yakin dengan visi jangka panjang perusahaan dan potensi pengembangannya.

    "Sekarang Rans berapa? Berapa harganya? Dan lu masuk di market? Market Kenapa enggak lewat ordal? Aduh kalau bisa begitu Hahaha Nah ini meskipun denger-dengaran subjektif ya Tapi gue pengen tau Kenapa akhirnya lu sendiri pun masuk gitu Berapa? 200 200 sekarang Oke Karena kita yakin kita yang jalanin bisnisnya bareng-bareng sama tim gitu kan"

Bocoran Masa Depan Rans Entertainment [16:00]

  • Rans Entertainment akan terus menghadirkan kejutan melalui aktivasi dan sportainment.
  • Rencana pengembangan Cipung Land dan bisnis AI menjadi sorotan.
  • Kolaborasi internasional dan konser menjadi bagian dari strategi ekspansi.

    "Ya kalau kedepannya Kalau sesuai prospektus Kita ada beberapa Banyak lah kejutan-kejutan nanti yang akan kita buat gitu ya Baik itu dari activation maupun dari sportainment gitu Kayak sekarang kita lagi sering banget Nayangkan bola"

Other People Also See